Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
Rumah sakit


__ADS_3

Ajeng sudah siuman dari koma-nya tetapi ia masih harus di rawat karena masih dalam masa pemulihan.


dan selama di rumah sakit Ajeng selalu di temani oleh kedua sahabat-nya dan juga Anggara yang selalu menyempatkan untuk datang meski sedang sibuk seperti sekarang ini.


"makan lagi ini tinggal dia suap lagi sayang, " bujuk Anggara.


ajeng menggeleng seraya menutup mulutnya kalau Anggara menyodorkan sendok yang berisi bubur rumah sakit.


"gk mau udah kenyang, " jawab ajeng sembari terus menggeleng.


Anggara menghela nafas pelan dan ia menyiapkan sesendok bubur itu kedalam mulutnya dan menghabiskan-nya, setelah itu ia memberikan minum kepada Ajeng.


Ajeng langsung menerima minum itu dan meminumnya, sedangkan anggara membereskan peralatan yang tadi di gunakan Ajeng makan dan membiarkan perawat yang mengambil nampan itu.


setelah meneguk habis minum-nya Ajeng memberikan gelas kosong itu kepada Anggara dan di Terima dengan baik oleh Anggara.


Ajeng menyenderkan tubuh-nya ke kepala ranjang brankar dan terus memperhatikan Anggara yang selalu ada bersama-nya.


ia tersenyum bersyukur memiliki Anggara yang selalu ada di sis-nya dan tidak pernah meninggalkan-nya terkecuali keadaan mendesak.


"makasih yah mas, " ucap Ajeng sembari tersenyum.


Anggara membalas senyum Ajeng dan mengangguk, ia mengelus pelan pucuk kepala Ajeng yang masih ada perban dan mengecup sekilas kening Ajeng.


"kapan aku boleh pulang mas? aku bosen di sini mulu, " tanya Ajeng.


"tiga atau lima hari lagi kamu baru boleh pulang sayang, " jawab Anggara tanpa melunturkan senyumnya.


Ajeng yang mendengar itu menjadi cemberut, sudah cukup lama ia berada di ruangan yang berbau obat ini.


hal itu membuat Ajeng suntuk dan bosan karena tidak melakukan apapun terlebih Anggara yang melarang-nya untuk kemana-mana.


"itu sebentar sayang, jangan cemberut kamu harus benar-benar pulih dulu ya, " ucap Anggara agar Ajeng mengerti.


Ajeng mengangguk mengerti, Anggara yang melihat itu menjadi gemas sendiri. setelah itu Anggara menyuruh Ajeng untuk kembali istirahat.


Ajeng menurut namun saat sudah menutup mata ia baru ingat dan langsung menanyakannya kepada Anggara.


"oh iya mas, siapa... pelakunya? " tanya Ajeng dan menolehkan kepala-nya menghadap Anggara.


Anggara yang hendak bangun untuk kekamar kecil punya urungkan, ia kembali menyamankan diri dan menjawab pertanyaan Ajeng.


"kepoo, yang penting dia udah ketangkep dan mempertanggung jawabkan perbuatan-nya, " jawab Anggara.


namun ucap Anggara bukanlah jawaban yang di inginkan Ajeng, sebelum Ajeng benar-benar kepo Anggara langsung berlari menuju kamar kecil dan tertawa.


"ihhh kamu mah, aku kepo tau, " kesal Ajeng.

__ADS_1


"ck... siapa yah orang-nya? " tanya Ajeng pada dirinya sendiri.


"au ah mending tidur nanti nanya sama Adeva atau Reina aja, " gumamnya lagi dan menyamakan diri untuk tidur siang.


...****************...


"gue gk nyangka lo bakal senekat ini, " ucap laki-laki itu.


sedangkan lawan bicara-nya menatap tajam kepada-nya, sungguh ia sangat tidak Terima jika ia harus mendekam di jeruji besi ini.


"heh... seharusnya itu anak m*t* dan gue yang bersanding sama Anggara, " ucap Sarah.


laki-laki yang berada di hadapannya menggeleng tidak habis pikir dengan jalan pikiran gadis yang berada di hadapan-nya.


"lo gk ngerasain Vin, gimana rasanya menyimpan rasa selama bertahun-tahun dan pas ngungkapin apa? dia malah lebih milih tuh cewe yang gk seberapa dari gue, " lanjut Sarah.


Kevin menggeleng tidak Terima jika Ajeng tidak lebih baik dari gadis ya g berada di hadapan-nya ini. jika ia lebih baik tidak mungkin ia memiliki niat jahat bukan? apa lagi sampai melukai.


"lo gk lebih baik dari Ajeng Sar, kalau lo lebih baik dari Ajeng lo gk mungkin ada di sini, " ucap kevin.


Kata-kata kevin membuat Sarah diam, ia diam melamun memikirkan kata-kata kevin namun setelah itu ia tertawa membuat kevin terkejut.


"hahaha... Anggara akan tetap menjadi milik gue kevin sampai kapanpun itu... hahah, "


kevin menggeleng dan ia memilih untuk pergi dari tempat itu dan menuju kerumah sakit untuk melihat keadaan Ajeng. karna sejak Ajeng masuk rumah sakit ia hampir tidak pernah mengikuti jakan kaki disana.


...****************...


Pintu ruangan Ajeng di buka oleh keempat makhluk yang meresahkan alias kedua sahabat Ajeng dan mereka tidak hanya berdua kedua sahabat Anggara juga datang.


"gue harapan nih kamar gk berantakan deh, " gumam Ajeng.


"Ajeng huaaa gue kangen banget hiks, " dramatis Adeva dan langsung memeluk Ajeng.


Ajeng sudah bangun dari 30 menit yang lalu, saat anggara izin kekantin untuk makan.


"ck berisik njir, " ketus Ajeng.


sedangkan Adeva hanya cengengesan tidak jelas dan melepaskan pelukan-nya sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah-nya tanda peace.


Reina menggeleng ia melangkahkan kaki menuju brankar Ajeng dan menaruh buah yang ia bawa di atas nakas samping tempat tidur Ajeng.


"gimana keadaan lo sekarang? " tanya Reina.


Ajeng tersenyum dan mengangguk.


"gue udah lumayan baik kok, cuma masih lemes aja, " jawab Ajeng.

__ADS_1


"ya udah lo istirahat yang banyak biar bisa kumpul lagi, " ucap Reina lagi dan tersenyum.


"syukur deh kalau lo udah baik-baik aja, " ucap Zaki menimpali.


"iya ka, "


mereka semua duduk di sofa sambil memakan cemilan yang mereka bwa, sedangkan Ajeng memakan buah yang di bawa Reina tadi.


tidak lama dari itu pintu kembali terbuka menampilkan sosok Anggara yang tersenyum menatap-nya.


namun berbeda saat menatap sahabat-nya dan sahabat Ajeng hanya tatapan datar dan juga dingin-nya.


Anggara menghampiri Ajeng dan mengecup pelan pucuk kepala Ajeng.


"sudah makan-nya? " tanya Ajeng ketika anggara duduk di samping-nya.


"udah kok, " jawab Anggara.


"sejak kapan itu makhluk ada di sini? " tanya Anggara sambil menyindir.


sedangkan ya g disindit masih asik dengan candaan merek dan juga cemilan yang mereka bawa.


"belum lama kok, jangan gitu ah mereka kan sahabat kita, " jawab Ajeng.


Anggara menghela nafas dan mengangguk namun tetap saja keberadaan makhluk itu membuat anggara tidak bisa menghabiskan waktu berdua sama Ajeng.


"kamu gk pulang mas? " tanya Ajeng.


anggara menggeleng sebagai jawaban, Ajeng menghela nafas melihat kelakuan sang kekasih, ia tersenyum. dan mengelus kepala punggung tangan Anggara yang berada di genggaman-nya.


"pulang yah, ada sahabatku ini, " bujuk Ajeng.


"enggak sayang aku mau jagain kamu, " tolak Anggara.


"pulang yah, kamu istirahat besok baru dateng lagi, " bujuk Ajeng lagi.


"aku gk nerima penolakan so aku tetep di sini, " ucap Anggara final.


"oke fine, " jawab Ajeng sambil cemberut.


dan hal itu membuat Anggara gemas dan mengacak serta mencubit pipi Ajeng pelan membuat Ajeng mengaduh untuk berhenti melakukan itu.


🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎


hola guyss jangan lupa vote like and komentar ya.


oh ya jangan lupa mampir ke ceritaku yang satu lagi judulnya 'PRIA AROGANT' jangan lupa mampir

__ADS_1


__ADS_2