
Ya siang ini Ajeng kedatangan teman kelasnya, mereka semua sudah tahu tentang kecelakaan Ajeng bahkan pihak kampus pun sudah tahu.
kamar rawat Ajeng sudah seperti kapal pecah, jajanan snack di mana-mana membuat Ajeng geram sendiri.
"gue gk mau tau ya, lo semua harus beresin ini semua sebelum pulang... kalau gk lo semua gk boleh pulang!, " murka Ajeng.
"ck orang sakit gk boleh marah-marah, " jawab salah satu dari mereka.
"iya tenang aja nanti kita beresin kok, " ucap teman yang lainnya.
Ajeng menghela nafas gusar, namun meski kamar inapnya berantakan ia sangat senang karena ada mereka semua yang menghibur Ajeng.
tidak lama dari itu pintu ruangan Ajeng terbuka dan nampak lah kedua orang tua Ajeng. Ajeng tersenyum lebar menatap kedua orang tuanya.
mamah menghampiri Ajeng memeluk dan mencium lembut putri bungsu-nya. ataupun melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan mamah.
"maaf yah sayang datengnya siang, " ucap mamah tidak enak.
"gk papa kok mah, lagi pula ada temen-temen ku kok yang nemenin, " jawab Ajeng sambil terus tersenyum.
mamah mengangguk ia menaruh buah di atas nakas dan mengambil buah apel lalu di berikan kepada Ajeng yang langsung menerima dengan senang hati.
"Gimana kabar kamu apakah sudah lebih baik? "tanya ayah.
"kalau sudah besok kamu sudah boleh pulang, " lanjutnya.
mata Ajeng berbinar saat mendengar ucapan ayahnya. tanpa pikir panjang Ajeng mengangguk antusias sambil tersenyum bahagia.
"udah yah, Ajeng udah sehat, " jawab Ajeng antusias.
sedangkan ayah mengangguk dan mengelus pucuk kepala putri bungsu-nya itu. jujur ia sangat marah dan sedih saat tahu Ajeng kecelakaan.
namun karna Anggara yang meyakinkan untuk Anggara saja yang mencari pelaku-nya ia jadi sedikit lebih lega.
"ya udah kamu istirahat, " ucap ayah dan mamah berbarengan.
"tapi gimana temen-temen ku? " tanya Ajeng ragu.
"udah gk apa-apa istirahat aja, "jawab ayah dan langsung mendapat anggukan dari Ajeng.
...****************...
__ADS_1
pukul 15.00 sore Ajeng terbangun, ia melihat keseliling kamar rawat-nya tidak menemukan siapa pun dan kamarnya pun sudah bersih dari sampah snack yang berserakan.
"mungkin udah pulang kali ya? tapi kenapa gk bangunin gue? " tanya Ajeng pada dirinya sendiri.
"duh kebelet, " gumam Ajeng langsung turun dan berjalan menuju kamar mandi yang tersedia di kamarnya.
tepat ketika Ajeng telah menutup rapat pintu kamar mandi Anggara masuk kedalam kamar inap Ajeng dan melihat tidak ada Ajeng di tempat tidurnya menjadi panik.
ia menaruh buah titipan bunda-nya di atas nakas dan mencari Ajeng di sekitar kamar dan saat tepat di depan pintu kamar mandi yang tertutup.
ada rasa lega ketika Ajeng berada di kamar mandi dan tidak kabur, Anggara memilih untuk menunggu Ajeng di depan pintu kamar mandi.
Ajeng telah selesai buang air kecilnya, ia berjalan untuk keluar saat ia membuka pintu kamar mandi sungguh ia sangat terkejut saat melihat Anggara berada di hadapan-nya.
"Astaghfirullah mas, kamu ngagetin aja, " ucap Ajeng.
Anggara membalikan tubuh-nya menghadap Ajeng. ia tersenyum dan langsung merengkuh Ajeng ke dalam pelukan-nya.
"kamu buat aku panik karna gk ada di ranjang, " ucap Anggara setelah melepaskan pelukan-nya.
"heheh maaf, " ucap Ajeng cengengesan.
"ya udah tadi aku bawa buah titipan bunda makan gih, " ujar Anggara memberi tahu.
Anggara menggeleng, ia menuntun Ajeng untuk kembali keranjang dan mengucapkan satu buah jeruk untuk Ajeng makan.
"makasih, "
"oh ya bunda gk bisa dateng ada urusan di cafe, " beritahu Anggara sambil terus menyuapi Ajeng jeruk.
Ajeng menganggukan kepala sambil terus mengunyah buah jeruk yang di sodorkan oleh Anggara. Anggara yang melihat itu menjadi gemas sendiri.
"gemesin banget sih, " ucap Anggara sambil mencubit pelan pipi Ajeng.
"aduh sakit tau, " ujar Ajeng sambil cemberut.
sedangkan Anggara terkekeh melihat Ajeng yang mengerucutkan bibirnya. Anggara kembali menyiapkan jeruk dan di Terima dengan baik oleh Ajeng.
"besok kamu udah boleh pulang tapi.... gk usah masuk kuliah dulu istirahat yang cukup kalau udah benar-benar pulih baru masuk kuliah, " jelas Anggara.
Ajeng yang mendengar itu mendesah kecewa padahal ia sangat ingin kembali masuk kuliah menurutnya ia sudah sangat sehat.
__ADS_1
"tapi aku maunya setelah pulang besoknya langsung masuk, " rengek Ajeng.
"no no aku gk ngizinin, " jawab Anggara tegas.
dan hal itu malah membuat Ajeng semakin kesal dan semakin menekuk wajahnya, tidak ada alasan Anggara melakukan ini hanya saja ia mau Ajeng benar-benar pulih dahulu baru masuk kuliah lagi.
Tiba-tiba pintu ruangan Ajeng di buka dan datanglah kedua makhluk yang selalu mengganggu waktu berdua Ajeng dan Anggara siapa lagi kalau bukan kedua sahabat Ajeng.
"huaa Ajeng akhirnya lo besok buleh pulang juga, " teriak Adeva.
plak
"gk usah teriak njir, berisik, " ucap Reina setelah mengelepak kepala Adeva membuat si empu mengaduh kesakitan.
"ya udah sih, sakit tau, " kesal Adeva.
Reina dan Adeva bergantian memeluk Ajeng ya seperti ini lah ketika Ajeng sudah bertemu dengan dua mahkluk itu Anggara menjadi di diamkan.
saat sedang asik-asiknya mengobrol Anggara berdehem karena sejak tadi ia duduk di tengah-tengah gadis yang sangat cerewet tentu-nya.
"Ekhem, saya bukan nyamuk yah, " ujar Anggara dingin.
ketiga gadis itu langsung menoleh dan tertawa mendengar penuturan Anggara. Anggara yang di tertawa kan seperti itu semakin kesal.
"emangnya yang bilang kamu nyamuk siapa? hehe, " ucap Ajeng.
"sory ya pak jadi keganggu waktu berduaan nya, so silahkan di lanjut kita tunggu di sofa, " ujar Adeva lalu kembali tertawa.
Ajeng yang melihat wajah masem Anggara terkekh geli, sepertinya Anggara cemburu karena di diamkan olehnya.
"udah ah jangan ngambek, " ucap Ajeng setelah menghentikan tawa-nya.
"ya abisnya aku di diemin dari tadi, kayak kambing congek tau gk, " kesal Anggara.
Ajeng menggeleng melihat tingkah Anggara yang sedang ngambek, menurutnya ketika Anggara ngambek itu menggemaskan dan sangat lucu.
"ya udah maaf, ambilin lagi dong buah-nya, " ucap Ajeng membujuk Anggara.
Anggara menghela nafas meski masih kesal ia menuruti Ajeng mengambil buah jeruk lagi lalu mengupas-nya dan menyuapi Ajeng.
Ajeng menerima itu, ia mengambil salah satu potong buah yang sudah di kupas dan ia juga menyuapi Anggara.
__ADS_1
hal itu membuat Anggara tersenyum dan menerima suapan dari Ajeng. sedangkan kedua sahabat Ajeng yang melihat Ajeng dan Anggara sedang suap-suapan.
menjadi mesem-mesem sendiri, dan kadang Adeva menghayal jika itu dia dan Pangeran yang turun dari langit namun balik lagi ke kenyataan jika ia hanya jomblo.