Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
pagi yang cerah di awali dengan makalah


__ADS_3

"pagiku cerahku matahari bersinar ku gendong tas merah ku di pundak... eh bener gk sih? " nyanyi Adeva dan di akhiri pertanyaan.


pertanyaan yang Adeva lontarkan langsung, membuat Ajeng dan Reina tertawa terbahak-bahak.


"hahaha njir ngakak gue, " ujar Reina samabil memegang perutnya yang terasa sakit karena tertawa terbahak-bahak.


"haha kok lo masih inget sih, lagu itu? " tanya Ajeng setelah meredakan tawa-nya.


"iya lah, itu lagu favorite gue pas SD tau, " ucap Adeva bangga.


Ajeng dan Reina memutar bola matanya malas dan setelah itu mereka langsung menuju ke kelas mereka.


"iya deh iya, ya udah yok ke kelas, " ujar Ajeng dan langsung merangkup pundak Adeva dan membawa pergi menuju kelas.


setelah mereka bertiga sampai di kelas suasana kelas lumayan ramai, mereka menuju ketempat biasa mereka dan duduk.


tidak lama dari itu seorang dosen perempuan masuk dan langsung memulai pembahasan.


tring...


bel pun berbunyi membuat para mahasiswa dan mahasiswi menghembuskan nafas lega karena waktu pulang namun sebelum dosen itu pergi ia mengucapkan kata-kata yang membuat parah mahasiswa/mahasiswi menggeram kesal.


"kita akhiri kelas kita hari ini dan untuk minggu depan tugas kalian membuat makalah materi yang sudah saya berikan, bukan kelompok perorang, " ucap dosen itu dan setelah itu melengang pergi meninggalkan kelas.


"ah elah kenapa harus buat makalah sih, "


"tau mana gue rada gk ngerti lagi sama materinya, "


"apa lagi gue, "


seperti itulah keluhan demi keluhan dari anak kelas Ajeng. bukan hanya mereka Reina dan Adeva juga seperti itu.


"ck kenapa harus perorang sih, " kesal Adeva.


"tau enak kelompok, " timpal Reina.


Ajeng hanya mendengarkan dan menggelng-gelengkan saja dan tersenyum maklum soalnya kedua sahabat-nya emang rada-rada.


ting...


bunyi notifikasi dari handphone Ajeng, membuat ia mengalihkan pandangan-nya ke handphone ada pesan dari Anggara.


"maaf aku gk bisa jemput jadwal aku siang soal-nya, "


^^^"iya gk papa kok, "^^^


"maaf yah sekali lagi, nanti malem aku mau ajak kamu ke rumah, nanti aku jemput, "


^^^"hah? serius mas? ya udah nanti aku siap-siap"^^^


"iya... oke sampai nanti malam sayang 😘"


setelah membaca pesan terakhir dari Anggara Ajeng tidak membalasnya. ia menyuruh Reina dan Adeva untuk cepat karena ia sudah lapar.

__ADS_1


"ayok cepetan gue udah laper nih, "


"haha ya udah yuk, " ucap Adeva dan mereka meninggalkan kelas yang sudah mulai sepi.


...****************...


"eh nanti malem nonton yuk, ada filem yang baru tayang nih, " ajak Reina.


"lah emang lo gk jalan sama cowok lo? " tanya Adeva dan di balas gelengan oleh Reina.


"gue gk bisa, " ujar Ajeng yang sedari tadi hanya diam.


"why? " tanya Adeva dan Reina bebarengan.


Ajeng tersenyum sendiri Adeva dan Reina yang melihat itu menjadi bergidik ngeri, Ajeng gk mungkin gila kan? batin mereka berdua bertanya.


"lo kenapa dah? lo gk gila kan? " tanya Adeva.


plak...


"sembarangan kalah ngomong, " ucap Ajeng sehabis menampar tangan Adeva.


"ck gue kan cuma nanya, " ketus Adeva.


"hehe... gue mau jalan sama mas Gara, " ujar Ajeng dan kembali tersenyum-senyum sendiri.


"owalah mau ngedate ternyata, " ujar Reina sembari menaik turunkan alis-nya.


Ajeng tersenyum menanggapi ucapan Reina ia tersipu malu hal itu membuat Adeva dan Reina tertawa karena melihat wajah Ajeng yang memerah seperti kepiting rebus.


"lu kira lo doang gue juga sama, " timpal Ajeng yang sedari tadi belum merasakan kenyang.


"ya udah pesen Takoyaki aja gimana? biar cepet kenyang, " usul Adeva.


Reina sejak tadi hanya diam karna porsi makan ia sama Ajeng dan adve berbeda porsi makan-nya lebih sedikit dari kedua sahabat-nya.


"lo bener gk mau nambah? " tanya Adeva.


"gk ah gue udah kenyang parah, " ucap Reina dan kembali memainkan handphone-nya.


"udah biarin aja pesen dia porsi gih Dev, " timpal Ajeng.


Adeva mengangguk dan kembali memanggil pelayanan dan memerankan dia porsi takoyaki untuk-nya dan Ajeng.


setelah mencatat pesanan mereka berdua pelayan itu pergi untuk menyiapkan pesanan mereka. setelah pesanan makan datang dan mereka mulai makan lagi.


15 menit kemudian Ajeng dan Adeva selesai makan, mereka membayar makanan mereka dan bersiap untuk pulang.


mereka menuju kearah parkiran untuk mengambil mobil Reina yang terparkir rapih di sana. namun saat keluar dari cafe Ajeng melihat sebuah kedai penjual es krim di sebrang.


"eh gue ke sebrang dulu ya pengen es krim, " izin Ajeng.


"ya udah hati-hati ya, " ucap Adeva dan Reina barengan.

__ADS_1


Ajeng mengangguk dan ia berjalan menyebrangi jalan, ia melihat kana dan kiri baru ia melangkah menyebrang.


setelah di sebrang Ajeng masuk kedalam toko es krim dan membeli beberapa cup es krim untuk-nya dan juga kedua sahabatnya.


setelah membayar es kfim-nya Ajeng keluar dan ingin menyebrangi jalan, ia berhenti sejenak melihat kanan kiri jalanan renggang.


Ajeng melangkah dengan senyum yang mengembang hingga sampai tiba-tiba...


Brak...


"AJENG! " teriak Adeva dan juga Reina histeris.


tubuh Ajeng di hantam oleh mobil cukup kencang, dan tubuh-nya terpental hingga beberapa meter dari kejadian.


mobil yang menabrak-nya langsung pergi melarikan diri. beberapa warga mengejar mobil itu sedangkan yang lain membantu memanggil ambulan.


sedangkan Reina dan Adeva sudah menangis histeris melihat tubuh Ajeng yang berlumuran darah.


sebelum semuanya gelap, Ajeng melihat warga berdatangan dan juga teriakan-teriakan histeris dari kedua sahabat-nya dan...


semuanya gelap.


Ajeng jatuh pingsan di dalam dekapan Adeva dan Reina. setelah ambulan sampai Ajeng langsung di bawa kerumah sakit terdekat.


Adeva dan Reina masih terus menangis, melihat keadaan Ajeng. mereka berdua langsung menelpon keluarga Ajeng dan juga Anggara.


setelah samai di rumah sakit Ajeng langsung di larikan ke UGD. Adeva dan Reina menunggu di luar harap-harap cemas.


tidak lama dari itu orang tua Ajeng datang dan langsung bertanya kepada Adeva dan Reina.


"ini kenapa Ajeng bisa sampai kayak gini? " tanya mamah sambil menangis.


"tante tenang dulu yah nanti Reina jelasin, " ucap Reina menenangkan mamah Ajeng.


ayah menenangkan mamah yang sedari tadi menangis setelah mendapat kabar jika Ajeng kecelakaan.


tidak lama dari itu Anggara dan kedua orang tua-nya sampai, sama seperti mamah Anggara bertanya dengan wajah khawatir serta panik-nya.


"Ajeng mana? dia gk papa kan? kenapa ini bisa terjadi? " tanya Anggara beruntun.


"sabar sayang, pelan-pelan, " ucap bunda Anggara menenangkan anak sulung-nya.


"Ajeng masih di dalem tunggu kabar dari dokter " ucap Reina sesegukan.


tidak lama kemudian seorang dokter keluar dari UGD, semuanya langsung berdiri dan mendekati dokter itu. wajah dokter itu seperti... akh


"gimana keadaan anak saya dok? " tanya mamah.


"gimana keadaan pacar saya dok? " tanya Anggara tidak sabaran.


"pasien...


🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎

__ADS_1


hola aku kembali guyss, jangan lupa tabok like-nya dan misalkan ada typo atau kurang gitu komen ya.


__ADS_2