
setelah sampai di tujuan, Satria dan juga Ajeng turun lalu memesan tiket masuk. Ajeng benar-benar ingin kesini dari kemarin dan sekarang terwujud meski ia datang bukan bersama orang yang ia cintai.
"woah... rame banget! " ucap Ajeng sambil melihat ke Seliling.
"ya iyalah rame kalau sepi tuh kuburan, " jawab Satria sambil mengacak pelan pucuk kepala Ajeng.
"isss... jangan di acak dong ka! " kesal Ajeng.
ia memajukan bibir-nya dan hal itu membuat Satria terkekeh melihat Ajeng yang tengah merajuk kepada-nya. lalu Satria mengajak Ajeng untuk membeli gula kapas yang langsung di sambut dengan antusias oleh Ajeng.
"mau beli gula kapas dek? " tanya Satria
"mau mauuuu! " ucap Ajeng dengan antusias-nya.
setelah itu mereka menuju penjual gula kapas dan membeli dua gula kapas untuk mereka masing-masing, lalu mereka mencari tempat duduk untuk memakan gulali baru mereka akan mencoba wahana yang ada di pasar malam ini.
"abis ini mau ke wahana apa dek? " tanya Satria karena telah selesai memakan gula kapas-nya.
Ajeng sejenak berfikir sambil terus memasukan gula kapas berwarna pink itu kedalam mulut-nya.
"emmm mau itu yang panahan terus dapet hadiah, " jawab Ajeng.
"ya udah habisin dulu gula kapas-nya, " ucap Satria.
Ajeng mengangguk dan kembali menikmati gula kapas yang manis dan terus memperhatikan sekitar yang sangat ramai dari anak-anak sampai remaja.
"udah yuk ka! " ajak Ajeng setelah gula kapas-nya habis.
Satria mengangguk dan mereka berdua berjalan membelah keramaian pasar malam menuju ke tempat panahan berhadiah. setelah sampai Satria membayar untuk membeli 5 buah panah kecil untuk menusuk balon.
dan begitu juga Ajeng lalu mereka bermain sampai kedua-nya sama-sama mendapatkan hadiah. mereka berdua tertawa bahagia.
namun dari kejauhan ada sepasang mata yang terus memperhatikan pergerakan mereka dengan tangan mengepal tidak suka dan amarah yang memuncak.
setelah menghabiskan dengan bermain panahan sekarang mereka berdua menuju stand berbagai jajanan. Ajeng mengajak Satria menuju stand sosis bakar.
__ADS_1
Satria hanya menurut saja mengikuti kaki Ajeng melangkah. sampai di penjual sosis Ajeng memesan untuk-nya saat bertanya kepada Satria ia tidak ingin. jadi beli buat dia sendiri.
setelah ke stand sosis sekarang Ajeng menarik lengan Satria menuju stand penjual es kepal milo. setelah dari penjual es ia menuju penjual burger.
setelah kenyang dengan ber kulineran di pasar malam. Ajeng mengajak Satria menuju bianglala. tempat kesukaan Ajeng karena bisa melihat suasana malam dari ketinggian.
"woah keren banget dari atas sini! " ucap Ajeng ketika sudah berada di atas.
"oh ya ka, apa tunangan... kaka gk marah? ' tanya Ajeng tiba-tiba.
Satria menggeleng, sebenarnya ia tidak mau membahas ini karena ia tidak mencintai tunangan-nya karena ia di jodohkan dengan tunangan-nya itu. lagi pula tunangan-nya sudah memiliki kekasih juga.
"tidak akan marah... lagi pula ia sedang bersama kekasih-nya, " jawab Satria sekanan-nya.
"oh maaf yah ka, " ucap Ajeng menyesal.
Satria hanya tersenyum lalu mereka kembali menikmati malam yang sedikit mendung ini dengan bahagia. meski dalam lubuk hati mereka masing-masing masih menyimpan rasa kepada masa lalu mereka.
"sekarang mau kemana lagi? " tanya Satria setelah mereka berdua turun dari bianglala.
"emm... pulang aja deh ka udah mulai malem juga nih, " ucap Ajeng.
lalu mereka berdua berjalan ke parkir an untuk menuju mobil Satria yang terparkir. sejak tadi Satria sudah mengetahui jika ada yang memperhatikan mereka berdua dari sejak mereka datang ke pasar malam.
sedangkan orang yang terus memperhatikan kedekatan kedua-nya mengepalkan tangan kuat-kuat. entah ia tidak rela jika Ajeng di miliki orang lain.
setelah itu mereka menancapkan gas untuk pulang. Satria mengantar Ajeng terlebih dahulu sebelum ia pulang. selama perjalanan pulang pun hanya ada keheningan saja, tidak ada di antara mereka yang ingin mengeluarkan Kata-kata pun.
bahkan sampai di rumah Ajeng mereka hanya diam, setelah mengantar Ajeng pulang dan izin pamit satria langsung pulang tidak lupa Ajeng mengucapkan banyak Terima kasih karena sudah di ajak jalan-jalan.
setelah kepergian Satria, Ajeng kembali masuk dan langsung masuk kamar sungguh hari ini adalah hari yang melelahkan dan juga menyenangkan untuk Ajeng. tidak lama dari itu terdengar dengkuran halus dari Ajeng
tanda jika ia sudah benar-benar masuk kedalam dunia alam sadar-nya.
...****************...
__ADS_1
"kamu di mana? " tanya Anggara ketika sambungan telepon tersambung.
"... "
"tunggu aku di sana, " ucap Anggara.
lalu ia mematikan sambungan telepon-nya dan bergegas menjemput Floryn yang masih berada di club itu. dengan cepat Anggara kembali ke club itu.
ia mengendarai mobil-nya dengan kecepatan rata-rata. setelah sampai di club ia langsung menuju kamar yang di ucapkan oleh Floryn. perasaan-nya cukup tidak enak saat melangkah menaiki tangga.
saat tiba di pintu kamar yang di beri tahu oleh kekasih-nya, Anggara ragu untuk membuka-nya. tapi ia meyakinkan diri jika Floryn tidak akan melakukan itu.
Anggara membuka pintu dengan hati-hati dan pelan. dan berapa terkejutnya ia saat melihat kedalam kamar yang tidak terkunci. penampakan 2 orang laki-laki sedang menjalani 1 orang wanita yang di kungkung di bawah-nya dengan ke enakan.
dengan cepat Anggara kembali membanting pintu kamar sangat keras hingga tiga orang yang berada di satu kasur menoleh menatao-nya tidak suka.
sedangkan Floryn menatap Anggara dengan tatapan menggoda dan menyuruh Anggara untuk gabung. Anggara menggeleng lalu ia keluar dari kamar itu dengan keadaan yang sangat marah.
ia melakukan mobil-nya dengan kecepatan di atas rata-rata meninggalkan club itu. sungguh sekarang ia menyesal sudah memilih Floryn dari pada Ajeng. saat tengah mengendarai mobil dengan keadaan kencang.
fokus Anggara teralhikan saat melihat dua orang yang sangat ia kenali. dengan cepat ia membelokan mobil-nya untuk mengikuti dua orang berbeda jenis itu.
di dalam keramaian pasar malam. Anggara terus memperhatikan kedua orang itu yang tampak bahagia dan bersenang-senang.
Anggara mengepalkan kedua tangan-nya marah. ia marah karena bukan diri-nya yang berada di samping gadis itu dan ia marah karena ia sudah mensia-siakan gadis itu.
ia bertekad setelah ini ia akan menemui gadis itu dan meminta maaf serta kesempatan untuk kembali lagi bersama. anggara terus mengikuti mereka dari satu permainan ke permainan lain.
bahkan hingga mereka masuk mobil dan meninggalkan pasrah malam Anggara mengikuti. tanpa sadar air mata-nya jatuh. ia menyesal telah menghianati Ajeng dan mengingkari janji-nya sendiri.
setelah kepergian mobil Satria. Anggara juga ikut meninggalkan pasar malam dan langsung pulang untuk menenangkan diri.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
hay guysss... aku bukan php ya cuma nanti liat aja kelanjutan-nya jangan baca setengah-setengah nanti malah gagal fokus lagi.
__ADS_1
...SATRIA PUTRA BAGASKARA...