Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
Pulang


__ADS_3

setelah membuat vidio mereka langsung memasukan barang-barang mereka kedalam mobil dan bersiap untuk pulang.


"udah semua? " tanya Ajeng memastikan.


"udah, " jawab mereka serempak sembari melihat kearah Ajeng.


"ya udah kalau gitu langsung aja, takut sampe sana kesorean, " ucap Ajeng yang di angguki semua.


mereka masuk kedalam mobil mereka seperti saat berangkat, setelah memastikan semuanya siap mereka meninggalkan vila menuju ibu kota.


selama perjalanan tak henti-hentinya Ajeng bercerita. ia bercerita saat sedang bersama keluarganya atau bahkan saat ia masih kecil.


Anggara selalu mendengarkan dengan senang hati terkadang ia ikut tertawa saat ada cerita lucu, dan hal itu membuat Ajeng sangat bahagia.


Ajeng memang tipikal orang yang tidak mau merepotkan orang lain bahkan masalah pun sering ia pendam sendiri.


meski ada kedua sahabat-nya tetap saja ia tidak enak makan lebih baik ia menyimpan-nya sendiri itu lebih baik bukan?


"mas kamu besok langsung ngajar? " tanya Ajeng setelah menyelesaikan cerita-nya.


"iya, tapi jam siang, " jawab Anggara sambil menoleh ke arah Ajeng.


"ouhhh, oh ya kamu ngelamar aku... udah dapet setuju dari orang tua kamu? " tanya Ajeng tiba-tiba dan juga takut-takut menyinggung Anggara.


"hahahha... ya udah lah sayang, bahkan aku sering cerita tentang kamu yang gk suka sama aku, " ucap Anggara sambil tertawa geli.


Ajeng jadi malu sendiri dan ya memang benar Ajeng dulu sangat tidak menyukai Anggara dosen idola dan juga dosen kiler tapi apa sekarang? ia malah jatuh cinta hadeh.


"hehe kirain gitu, kan gk lucu kalau aku main terus di tolak, " ucap Ajeng sembari cengengesan.


"gk mungkin lah sayang, mereka juga setuju kok sama kamu, aku juga udah cerita pas kamu nolak aku, " ucap Anggara.


ucapan Anggara malah mengingatkan Ajeng yang menolak lamaran-nya dan itu membuat Ajeng tersenyum dan malu mengingat itu.


"iss malah di ingetin, " ucap Ajeng dan memukul lengan Anggara pelan.


"loh memang-nya kenapa? " tanya Anggara smabil menaik turunkan alisnya.


"ck... au ah mending kamu fokus nyetir aja, " ucap Ajeng dan membuang muka-nya kearah jendela.


dan memilih melihat kearah jendela. Anggara yang melihat wajah Ajeng yang memerah terkekeh gemas dan ia kembali fokus menyetir dengan senyum yang belum luntur.


tidak lama dari itu terdengar dengkuran halus dari sebelah Anggara, saat ia lihat ternyata Ajeng sudah terlelap. Anggara mengelus pucuk kepala Ajeng dan kembali fokus menyetir.


...****************...

__ADS_1


"hoammm udah nyampe mas? " tanya Ajeng sambil menguap.


ia baru bangun dari tidurnya dan mengucek-ngucek mata-nya. Anggara terkekeh melihat Ajeng saat bangun tidur.


"udah dari 30 menit yang lalu sayang, " jawab Anggara yang langsung membuat Ajeng melotot.


"HAH? DARI 30 MENIT YANG LALU? KENAPA KAMU GK BANGUNIN AKU SIH? " tanya Ajeng sembari teriak.


Anggara menutup kupingnya mendengar teriakan Ajeng yang sunggu membahana itu, namun setelah-nya ia terkekeh geli melihat tingkah Ajeng yang panik.


menggemaskan...


"ya udah sana turun, udah aku turunin tuh koper kamu, " ujar Anggara.


"kamu ngusir aku? " tanya Ajeng sewot.


Anggara menggeleng bukan itu yang ia maksud...


"aku gk ngusir kamu, emang kamu mau ikut aku pulang? hem, " ucap Anggara di akhiri dengan pertanyaan.


"ya enggak lah, ya udah aku masuk bay mas, " ucap Ajeng salah tingkah dan langsung buru-buru keluar dan masuk rumah.


tawa Anggara meledak melihat wajah Ajeng yang memerah dan juga wajah paniknya tadi, dan setelah melihat Ajeng benar-benar masuk Anggara menyalakan mesin mobil dan meninggalkan pekarangan rumah Ajeng.


dari jauh terlihat seseorang yang memperhatikan kepergian mobil Anggara dengan perasaan kesal dan juga emosi setelah itu orang itu pergi setalah menatap rumah Ajeng cukup lama.


...****************...


"apansih aku liburan gk cuma berdua kali, " ucap Ajeng tersipu malu.


Naya yang melihat itu terkekeh, ia senang jika adik-nya sudah menemukan laki-laki idaman-nya tanpa harus ada paksaan.


"oh ya, kamu di sana gk ngapa-ngapain kan sama Anggara? " tanya Naya memastikan.


takut-takut adiknya melakukan hal yang tidak senonoh selama berada di puncak. Ajeng yang mendengar itu langsung menoleh dan tersenyum maklum menatap Naya.


"enggak kok, tenang aja aku masih tahu batasan, " ucap Ajeng sembari berjalan ke arah Naya.


dan langsung menghamburkan diri kepelukan sang kaka dan di balas oleh Naya tidak kalah erat-nya. setelah mereka cukup lama berpelukan Ajeng melepaskan pelukan-nya dan menatap Naya sayang.


"makasih ya ka udah khawatir sama aku, " ucap Ajeng tulus.


Naya tersenyum dan mengangguk.


"udah tugas aku menjaga kamu, sebagai adiku, " ucap Naya dan kembali berpelukan.

__ADS_1


Tiba-tiba saja mamah dan ayah masuk kedalam kamar membuat Naya dan Ajeng yang tengah berpelukan melepaskan pelukan mereka.


"pelukan kok gk ngajak-ngajak sih, " ucap mamah pura-pura merajuk.


Ajeng dan Naya yang melihat itu menggelng-gelengkan kepala dan tertawa setelah-nya.


"hahaha... ututu sini kita pelukan, " ajak Ajeng.


kamudian mamah dan ayah mendekat dan memeluk kedua putri-nya sayang, dan mereka berakhir dengan berpelukan seperti teletubbies.


...****************...


"mas udah makan? " tanya Ajeng.


ya sekarang mereka tengah vidio call an, setelah acara peluk-pelukan dengan keluarga Ajeng dan makan malam serca bercerita tentang ia di lamar langsung menelpon Anggara.


"udah tadi, kamu sendiri? jangan sampe gk makan loh, " jawab Anggara yang memperhatikan Ajeng tengah skincare routine-nya.


"udah tadi, kamu masuk gih udah malem juga malah di balkon, " ucap Ajeng.


"nanti ini masih gerah tahu, " ujar Anggara sembari meminun kopinya.


Ajeng menghentikan aktifitas-nya dan menatap lurus kearah handphone-nya, menatap Anggara yang bertelanjang dada membuat Ajeng menyebut dalam hati.


"emangnya gk ada AC kamar kamu? ada kan, " tanya Ajeng.


Anggara menengguk kopinya hingga tandas dan hanya tersisa ampas kopinya saja. lalu ia menatap penuh kearah Ajeng dari sebrang telpon dan menjawab.


"ada cuma enakan di luar kena angin, " jawab Anggara.


Ajeng yang mendengar itu mendengus ia kembali melanjutkan skincarean-nya.


"huftt tapi kan angin malam itu gk bagus mas, " ujar Ajeng bersabar.


"aku tau nanti juga aku masuk sebentar lagi, " jawab Anggara tidak mau kalah.


ternyata tidak hanya dingin dan kejam Anggara juga orang keras kepala, pikir Ajeng.


setelah Ajeng selesai ie beranjak dari meja rias menuju kasurnya. Anggara yang melihat itu juga ikut masuk sambil membawa cangkir kopinya dan menutup pintu balkon.


setelah Ajeng merebahkan diri di kasur dan menatuh handphone-nya tepat di samping kanan, Anggara pun juga merebahkan diri dan melakukan hal yang sama.


"tidur sayang good night, " ucap Anggara.


Ajeng mengangguk menurut dan..

__ADS_1


"night too, "


__ADS_2