Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
sebuah kebohongan


__ADS_3

tadi setelah mendapatkan banyak nasihat dari mamah dan juga kaka-nya Ajeng sudah berfikir jika ia akan berbicara dengan baik-baik bersama Anggara. namun tidak sekarang karena mood-nya sedang tidak enak.


dan Ajeng memilih untuk hangout bersama kedua sahabat-nya, ia sudah izin terlebih dahulu kepada Anggara meski sampai sekarang pesan-nya pun belum di jawab bahkan di baca oleh Anggara.


dan sekarang mereka bertiga sudah berada di mall besar di ibu kota, mereka bertiga menikmati. dari belanja pakaian buku dan bahkan kulineran sampai perut mereka benar-benar kenyang.


dan sekarang mereka memutuskan untuk menonton bioskop karena waktu juga baru menunjukan pukul 16.30 WIB dan ada filem baru juga yang di rilis.


Ajeng menyetujui karena ia benar-benar badmood karena Anggara sejak tadi siang tidak membalas bahkan membaca pesan-nya sama sekali.


"woy beli popcorn dulu... biar enak nonton-nya, " Terima Adeva.


sedangkan Ajeng dan Reina yang mendengar suara mengelngking itu menutup kuping mereka dan juga mereka harus menahan malu karena orang-orang mulai memperhatikan mereka.


"njirr jangan teriap kenapa sih?! malu anjir, " ucap Ajeng kepada Adeva.


"tau nih, ya udah ayok cepetan, " timpal Reina.


sedangkan Adeva hanya cengengesan tidak jelas dan mengangguk, mereka bertiga menuju stand penjual popcorn. Ajeng dan Reina memesan popcorn sedangkan Adeva tengah memperhatikan sesuatu.


"itu bukannya... tapi gk mungkin ah, " batin Adeva menggeleng.


lalu ia juga ikut memesan popcorn dan masih memikirkan apa yang sudah ia lihat tadi, namun dengan cepat ia melihat kearah Ajeng yang sedikit bad mood itu.


dan setelah pesanan mereka matang mereka bertiga langsung menuju ke bioskop. Adeva masih bergelut dengan pikiran-nya sama seperti Ajeng yang tengah memikirkan Anggara.


mereka menonton film horor kali ini, ini juga permintaan dari Adeva padahal anak itu takut dengan hal-hal berbau horor. Ajeng dan Reina menikmati film-nya dengan santai sedangkan Adeva sudah mengumpat di balik tas yang ia bawa.


2 jam kemudian film selesai di putar dan orang-orang yang berada di sana membubarkan diri begitu juga dengan ketiga mahkluk itu.


setelah keluar dari bioskop mereka memutuskan untuk makan karena sudah mulai masuk waktu makan malam juga. mereka memilih restoran yang ada di mall ini.

__ADS_1


mereka berdua memilih restoran yang cukup terkenal di mall ini, setelah masuk mereka langsung mencari tempat duduk dengan seperti biasa mereka memilih tempat yang berada di pojok.


lalu mereka bertiga memesan makanan, setelah pelayan pergi menyiapkan makanan atensi mereka bertiga teralihkan dengan kedatangan dua orang yang sangat mereka kenal.


Ajeng tersenyum kecut saat mengetahui siapa orang-nya, siapa lagi jika bukan kekasih-nya sedangkan Reina dan Adeva menatap tidak percaya kepada dua orang itu lalu menatap Ajeng.


"udah biarin aja, " ucap Ajeng.


"dia selingkuh dan lo malah diem aja? jeng!, " kesal Adeva.


"kita dengerin aja dulu apa yang mereka bicarain lagi pula meja kita deket kan? " ucap Reina menengahi.


Ajeng mengangguk dan mood-nya sekarang semakin hancur karena melihat orang yang kita cintai malah lebih memilih wanita lain dari pada kita sendiri.


"kapan kamu mau putusin pacar kamu sayang? " tanya Floryn.


Adeva, Ajeng dan juga Reina tercengang mendengar ucapan dari wanita itu, dosen sekaligus asisten pribadi Anggara.


terlihat sepertinya Floryn yang mengerucutkan bibir-nya dan Anggara mencubit pelan pipi Floryn yang tembam itu. sedangkan Ajeng yang melihat dan mendengar itu meneteskan air mata-nya.


"udah gk bisa di biarin ini, labrak aja yuk!?, " ajak Adeva.


namun belum juga Adeva beranjak Ajeng sudah menahan untuk tidak mengganggu kedua orang itu dan sedangkan Adeva menurut dengan kekesalan yang teramat kesal.


"udah Dev, gue juga mau ngejauh dan rencananya gue bakal balikin nih cincin dan mutusin hubungan gue sama dia, " ucap Ajeng lirih.


"ya udah kita bantuin untuk lo agak gk bisa ketemu sama si brengsek itu, " ucap Reina kesal.


sedangkan Ajeng mengangguk tersenyum berapa bersyukur-nya ia memiliki sahabat yang seperti Adeva dan juga Reina tidak lama dari itu seorang pelayan yang tadi datang dengan membawa pesanan mereka.


dan mereka memakan makanan mereka dengan keadaan campur aduk, Ajeng yang merasa sangat sakit dan untuk kedua kalinya ia di khianati sedangkan Adeva yang ingin sekali mencaibk-cabik wajah dosen baru itu.

__ADS_1


dan Reina yang merasa sakit ketika melihat Ajeng yang makan sambil menangis dan ia juga merasa sangat geram dengan laki-laki itu.


setelah mereka selesai makan mereka membayar pesanan mereka dan langsung pulang. kasian dengan Ajeng yang harus menerima kenyataan ini.


bahkan ketika Ajeng sampai rumah ia di tanyain lagi oleh keluarga-nya dan bahkan keluarga kecil Naya pun ada. Ajeng benar-benar membutuhkan senderan dan ia bersyukur keluarga-nya mau mendengarkan curhatan-nya.


bahkan ayah yang mendengar itu benar-benar terkejut ia tidak mengira jika Anggara laki-laki yang menurut-nya akan menjaga Ajeng justru sebaliknya.


ia mengingkari semua janji-nya kepada kedua orang tua Ajeng bahkan ia mengingkari janji-nya pada diri sendiri untuk membahagiakan Ajeng. bukan kebahagian namun hanya hal menyakitkan yang Ajeng dapat.


setelah Ajeng mengucapkan keputusan-nya keluarga Ajeng setuju untuk keputusan Ajeng kali ini, dan Naya meminta kepada suami-nya untuk menjauh kan laki-laki itu dari Ajeng.


setelah menceritakan semua-nya Ajeng merasa lega klau ia izin untuk masuk kedalam kamar untuk menenangkan diri dan mempersiapkan untuk mengembalikan cincin yang di berikan kepada-nya.


setelah semua-nya sudah selesai ia mandi dan akan langsung mengirimkan cincin itu kepada Anggara lewat paket. sekarang ia sudah berjalan menuju tempat pengiriman paket.


ia hanya menggunakan hoodie dan celana jeans panjang dan ia ketempat pengiriman paket dengan menggunakan motor kesayangan-nya.


setelah selesai menuliskan alamat yang akan di terima Ajeng langsung pulang. tidak ia tidak langsung pulang melainkan ketempat taman yang tadi pagi mereka kunjungi.


"aku harap kamu tidak akan menyesal mas!, " ucap Ajeng lirih.


ia menikmati malam yang mendung ini di taman yang mulai sepi dengan di temani angin yang cukup kencang seperti-nya akan turun hujan sebentar lagi.


dan Ajeng memutuskan untuk pulang karena hari juga sudah semakin larut, ia mengendarai mood-nya dengan pelan hingga sampai rumah.


...****************...


saat Anggara sampai rumah ada paket yang datang dan berbatasan namakan dia, ia mengambil paket meski bingung paket itu dari siapa.


Anggara membawa paket itu ke dalam kamar dan akan membuka-nya nanti setelah ia membersihkan tubuh-nya.

__ADS_1


__ADS_2