Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
Renang?


__ADS_3

setelah selesai makan malam mereka tidak langsung tidur melainkan mengobrol dan menonton televisi di ruang tengah.


Ajeng yang selalu berdekatan dengan Anggara membuat Zaki mendengus kesal karena ia di hadapkan oleh manusia es namun menjadi bucin.


"bisa gk sih kalian gk usah bucin di depan jomblo? " tanya Zaki sinis.


"iri lo? " tanya Dava ngegas.


"ngapain gue iri sama lo, " balas Zaki tidak kalah ngegas.


dan akhirnya terjadilah adu mulut antara Zaki dan Dava yang mengundang tawa tiga serangkai itu terkecuali Satria dan juga Anggara.


"sttt... udah malem jangan berisik lo berdua, " kesal Satria karena ketenangannya di ganggu oleh dua makhluk entah dari planet mana.


Zaki dan Dava diam setelah mendengar penuturan Satria yang menurut mereka seram dan mereka memutuskan menonton televisi sambil menyemil.


"eh nonton film pengabdi setan yuk, " ajak Ajeng.


dan semuanya langsung menoleh kearahnya terkecuali Anggara dan mengangguk setuju, lagi pula di luar awan mulai menitikan tetesan air yang membuat suasana sangat mendukung.


"ya udah ayok..." ucap Reina bersemangat.


"bentar gue ambil laptop dulu ya, " ujar Ajeng dan beranjak hendak mengambil laptopnya di kamar.


namun sebelum Ajeng melangkah Adeva memberhentikan langkah Ajeng dan menarik gelak tawa yang ada di ruang tengah.


"eh bentar-bentar jeng... jangan film serem ya kita nonton barbie aja kan seru, " ucap Adeva cengengesan.


"PFTTT BWAHHAHAHAHA anjir lo takut nonton film serem? hahahha, " tawa Zaki seketika pecah membuat yang lain ikut terawa.


"udahlah gk usah nonton, ini udah malem di luar juga hujannya semakin besar sebaiknya kita tidur, " ucap Anggara dengan wajah datar-nya.


"yah mas tap-


"gk ada tapi tapian sayang, masuk kamar, " ujar Anggara memotong ucapan Ajeng.


"ya udah deh, " jawab Ajeng lesu.


dan... akhirnya mereka semua meninggalkan raung tengah untuk memasuki kamar mereka masing-masing.


karena cuaca yang dingin dan hujan semakin lebat memungkinkan mereka untuk cepat tidur agar tidak masuk angin nantinya.


setelah sampai kamar mereka bertiga Ajeng langsung merebahkan diri dikasur dan menatap langit-langit kamar.


begitu juga dengan Adeva dan Reina namun mereka berdua asik dengan handphone mereka. Ajeng yang melihat dua Sahabat-nya asik dengan handphone mereka memilih memejamkan mata.


dimalam yang turun dengan lebat dan gemricikan air yang berjatuhan ketanah seakan-akan sebagai alunan musik tidur untuk Ajeng, membuat Ajeng cepat memasuki alam bawah sadarnya.

__ADS_1


...****************...


ayam-ayam mulai berkokok dan matahari mulai memunculkan diri kepermukaan, menerangi seluruh dunia dan menghantarkan hangat dari cahaya-nya.


Anggara dan kawan-kawan sudah bangun sejak tadi subuh dan menunaikan kewajiban dan menyelesaikan sarapan mereka. mereka berolahraga pagi dibelakang vila yang ternyata cukup luas.


terdapat kolam renang di belakang vila dan juga pemandangan-nya yang langsung menuju kebun teh yang luas, udara pagi ini cukup dingin karena semalaman di terpa hujan.


meski seperti itu vila ini sangat sejuk jika pagi hari. Ajeng dan kedua Sahabat-nya lari mengelilingi vila yang lumayan besarnya.


sedangkan para lelaki memilih olahraga di dekat kolam renang.


setelah satu kali lari memutari vila Ajeng dan Adeva juga Reina duduk di sofa yang ada di pinggil kolam renang.


"eh kayak-nya seru nih kalau renang, " ujar Adeva.


Ajeng mengangguk antusias karena ia juga sudah lama tidak berenang karena kesibukan kuliah-nya jadi mumpung lagi liburan kenapa enggak?.


"hu'um kayak-nya seger gitu, " timpal Ajeng.


"kalian kalau mau renang silahkan gue gk ikut, " ujar Reina yang sejak tadi hanya menolak obrolan Adeva dan Ajeng.


"kenapa? " tanya Adeva dan Ajeng serempak sembari menolehkan kepala mereka menghadap Reina.


"ini masih jam 8 pagi dingin njir, " jawab Reina sambil memeluk tubuh-nya sendiri.


"ya elah... iya juga sih, " ucap Adeva sedikit kesal.


mereka bertiga kembali diam memikirkan gimana caranya mereka bisa berenang tanpa harus kedinginan dan menggigil.


Tiba-tiba Adeva tersenyum senang ia mendapatkan ide yang sangat cemerlang. ia menatap Ajeng dan juga Reina yang sedang menatap-nya bingung.


"lo... kenapa? " tanya Ajeng karena ia bingung kenapa Sahabat-nya ini senyum-senyum sendiri.


"gue punya ide, " ucap Adeva kemudian.


"apaan ide nya? " tanya Reina yang sudah teramat kepo.


"gimana kali kita rebus air terus kita taruh di kolam renang? gimana ide gue cemerlang kan? gue gitu loh, " ujar Adeva pd tingkat tinggi dan...


*tak


tak*


dua jitakan mendarat tepat di kening mulus Adeva membuat sang empu mengaduh kesakitan dan langsung mengelus kening mulus-nya.


"lo kalau punya ide yang bener dong, mau seberapa banyak air panas njir, " ucap Ajeng kesal.

__ADS_1


"tau yang ada nanti ngabisin gas doang oncom, " geram Reina kesal.


"yee kan gue cuma ngasih saran, " jawab Adeva tidak mau kalah.


"terserah lo, " sinis Ajeng dan beranjak meninggalkan kedua Sahabat-nya.


yang langsung di susul oleh Reina membuat Adeva kesal kepada kedua Sahabat-nya, ia melempar sepatu yang ia kenakan namun tidak kena Ajeng maupun Reina.


"WOY PRINCESS KENAPA DI TINGGALIN, " teriak Adeva yang memberikan telinga.


...****************...


Ajeng menyodorkan segelas air mineral kepada Anggara yang langsung di Terima dengan baik oleh Anggara.


Ajeng duduk di samping Anggara dan melihat laki-laki itu meminun segelas air mineral hingga tandas.


"udah selesai olahraga nya? " tanya Ajeng sembari melihat sekeliling.


yang terdapat kedua sahabat Anggara dan kekasih Reina yang sedang duduk di istirahat.


"udah... ini juga udah keringetan tuh, " jawab Anggara sambil memperlihatkan lengannya yang berkeringat.


hal itu malah membuat Ajeng melotot melihat lengan Anggara yang berotot. tingkah Ajeng yang menggemaskan di mata Anggara membuatnya terkekeh dan mengelus pucuk kepala Ajeng.


"heyy... udah yuk masuk mas mau mandi terasa " ujar Anggara menghancurkan lamunan Ajeng.


"i-iya mas, " jawab Ajeng terbata-bata.


mereka berdua memasuki vila melewati pintu belakang yang terhubung langsung oleh dapur.


Anggara masuk kedalam kamar aedangkan Ajeng keruang tengah untuk menunggu snag kekasih? calon lah masa kekasih kan udah pernah di lamar😁


15 menit kemudian kedua sahabat Anggara dan juga Ajeng menusul masuk dan langsung membersihkan diri mereka masing-masing.


kebetulan Anggara yang sudah selesai membersihkan diri jadi Ajeng tidak perlu lama-lama lagi menunggu Anggara.


Anggara menghampiri Ajeng dan duduk di sebelah Ajeng yang menoleh kepada-bya dan tersenyum kembali.


"kamu masih suka nonton filem itu? " tanya Anggara tidak percaya setelah melihat kearah layar televisi.


"iya emang-nga kenapa? seru tau, " jawab Ajeng tanpa menoleh kepada Anggara.


"kamu udah besar loh, " ucap Anggara lagi dan mengecup pucuk kepala Ajeng.


"ya emang kenapa? semua orang boleh nonton kali, " jawab Ajeng ketus.


"tapi itukan filem....

__ADS_1


__ADS_2