
pagi yang cerah di awali dengan persiapan bimbingan Ajeng sudah bersiap untuk berangkat kekampus. setelah memastikan semua bawaan dan juga diri-nya sudah rapih dan lengkap Ajeng turun ke lantai satu untuk ikut sarapan bersama.
sampai di meja makan Ajeng langsung mengambil roti lapis yang sudah di buatkan oleh sang mamah, mamah hanya tersenyum melihat anak-nya sudah kembali ceria lagi.
sejujurnya ia suka dengan Satria jika mereka bersatu sepertinya akan sangat harmonis namun semua itu di sangkal oleh Ajeng dan menceritakan jika Satria sudah memiliki tunangan semalam saat ia terbangun karna haus.
"hari ini bimbingan dek ? " tanya Naya yang memang sejak kemarin sering datang bahkan menginap.
Ajeng mengangguk membenarkan, ia tidak menjawab karena kondisi mulut-nya yang penuh dengan makanan. sedangkan ayah hanya menggeleng melihat kelakuan Ajeng.
"siapa dosen pembimbing-nya? " kini giliran ayah yang bertanya.
"Anggara yah, " jawab Ajeng sambil tersenyum.
ayah yang mendengar jawaban dari sang anak menjadi tidak enak, namun Ajeng menenangkan sang ayah jika ia tidak apa-apa.
"ya udah Ajeng berangkat takut telat... assalamu'alaikum, " ucap Ajeng sambil mencium punggung tangan kedua orang tua-nya dan kedua pipi mereka.
"waalaikumsalam, " jawab mereka serempak.
setelah itu Ajeng langsung lari melenggang menuju motor-nya yang sudah terparkir rapih di halaman rumah. dengan cepat ia menyalakan motornya dan melaju meninggalkan halaman rumah.
jalanan cukup di padati oleh orang-orang yang berangkat kerja maupun sekolah, membuat Ajeng harus panas-panasan di pagi hari karena terjebak macet.
cukup memakan waktu sekitar 15 menit Ajeng baru sampai kampus dan sayangnya di saat waktu ia sampai Kelas sudah mulai, terlebih sekarang jadwal Anggara mengajar.
ia tidak akan menerima mahasiswa yang telat barang 5 menit saja, Ajeng cengengesan menatap Anggara yang sudah menatap-nya dengan garang.
"hehe... maaf Pak telat, " ucap Ajeng cengengesan.
"kamu telat 5 menit, " ucap Anggara tanpa ekspresi.
hal itu membuat Ajeng keringat dingin, takut-takut ia di suruh berjemur di lapangan itukan sangat tidak etis sekali. apa lagi ia harus saja ter jemur daat macet.
"kan 5 menit doang pak, boleh masuk yak pak, " mohon Ajeng kepada Anggara.
__ADS_1
hal itu menarik perhatian anak kelas, mereka tertawa melihat tingkah Ajeng yang memohon kepada dosen koler dan juga dosen idola para mahasiswi.
sedangkan Floryn yang berada di belakang bagian pojok kelas pun geram, kenapa? udah Ajeng telat dan dia juga yang membuat Anggara memutuskan hubungan mereka yang baru menginjak 1 minggu.
"udah tahu telat kenapa masih di situ? sana keluar! " usir Floryn sinis.
sedangkan anak kelas menatap tidak suka kepada Floryn itung-itung kan ada film geratis dan serial live lagi kan sayang kalau di lewatkan, pikir mereka semua.
sedangkan Ajeng mengabaikan ucapan Floryn dan masih memohon kepada Anggara agar ia bisa ikut kelas lagi pula hanya telat 5 menit apakah itu lama?
"baiklah, karena ini pertama kali-nya kamu telat saya kasih ampun... tapi kalau telat lagi jangan harap masuk kelas saya lagi! " ucap Anggara tegas.
dengan cepat Ajeng mengangguk dan mengucapkan terimakasih lalu ia langsung berlari menuju tempat ia biasa duduk yang langsung di hadiah pertanyaan dari kedua sahabat-nya.
namun selama pelajaran berlangsung Ajeng tidak fokus karena sejak tadi Floryn terus saja memperhatikan-nya dan menatap-nya dengan tatapan mengintimidasi.
3 jam kemudian kelas selesai, Anggara sebelum meninggalkan kelas berpesan kepada Ajeng untuk keruangan-nya karena ada bimbingan hari ini.
"lo kenaoa bisa telat njirr?... mana tuh mantan lu serelobat lagi! " ucap Adeva akhirnya.
"sutt udah dari pada ribut, mending jeng lo langsung temuin tuh dosen sialan, dari pada dia nunggu terus ngamuk kan kasian gue sama lo! " ucap Reina menengahi.
"jujur gue males banget ketemu sama tuh orang sumpah, " ucap Ajeng lirih.
"sabar ya jeng, kita cuma bisa bantu doa doang, " ucap Adeva.
"aamiin, " amin dari Reina.
"ya udah gue duluan ya, " ucap Ajeng.
"ya udah... fighting! " semangat dari Reina dan juga Adeva.
Ajeng mengangguk lalu melenggang pergi dari kelas meninggalkan kedua sahabat-nya untuk menemui dosen yang sial-nya adalah mantan kekasih-nya.
Ajeng dengan santai berjalan menuju ruangan sang dosen, bahkan sesekali ia bersenandung riang karena moodnya hari ini tengah baik.
__ADS_1
saat ia sampai ia mengetuk pintu yang terbuka, jujur Ajeng sebenarnya ingin tertawa melihat keadaan sepasang kekasih yang tengah cekcok lebih tepatnya si perempuan yang berceramah.
sedangkan sang laki-laki hanya diam dan fokus menatap laptop, Ajeng mengetuk lagi pintu yang terbuka itu dan baru atensi mereka berdua teralihkan.
Anggara tersenyum lalu menyuruh Ajeng untuk masuk dengan senang hati Ajeng melangkah dan duduk di hadapan anggara yang terpisah oleh meja.
ia tersenyum puas melihat Anggara yang lebih peduli dengan kedatangan-nya dari pada memperdulikan sang kekasih atau mantan kekasih.
"kamu ngapain nyuruh dia kesini? " tanya Floryn dengan raut wajah kesal.
"bu tidak lihat? saya bawa skripsi sebanyak ini? " tanya Ajeng sambil menahan tawa-nya.
"makanya kalau saya lagi bicara dengerin jangan asal pergi! " sarkas Anggara.
sungguh Ajeng kali ini benar-benar ingin tertawa melihat dia pasangan di hadapan-nya tengah berantem, meski Ajeng tidak mengetahui alasan-nya tapi seperti-nya diri-nya yang menjadi alasan mereka bertengkar.
"oh ya ini pak, silahkan di cek, " ucap Ajeng sambil memberikan hasil skripsi-nya.
Anggara menerima dengan baik, lalu ia fokus memeriksa skripsi Ajeng, terkadang ia mencuri lirikan kepada Ajeng yang fokus melihat interior ruangan Anggara.
sedangkan Floryn diam seperti nyamuk, ia benar-benar kesal karena gadis yang duduk di hadapan Anggara adalah penyebab kandas-nya hubungan mereka berdua.
"ini... itu ada beberapa kata yang tidak pas dan ada banyak typo di sana... saya sudah mendai-nya jadi tinggal di revisi lagi, " ucap Anggara setelah selesai memeriksa tugas Ajeng.
Ajeng menerima kembali skripsi-nya ia kembali melihat di mana saja yang di tandai, ternyata saat ia melihat-nya cukup banyak kesalahan-nya.
"ya udah pak makasih kalau gitu saya permisi, " ucap Ajeng dan hendak bangkit.
namun di tahan oleh Anggara yang memegang lengan Ajeng Anggara menyuruh Ajeng untuk kembali duduk di tempat-nya, Ajeng tidak mengerti namun menurut, sedangkan Floryn yang tengah kesal semakin di buat kesal.
"kalau nanti sore ada waktu... saya mau bicara sama kamu, " ucap Anggara.
saat Ajeng ingin membalas ucapan Anggara namun tiba-tiba Floryn menyiramkan air minum Anggara kepada Ajeng.
Byurrr
__ADS_1