Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
rencana lamaran Naya


__ADS_3

sekarang Ajeng, Naya kedua sahabat Ajeng dan juga Anggara sedang menentukan dekorasi untuk acara lamaran Naya besok sore.


"jadi kaka suka yang mana? " tanya Ajeng karena dari tadi Naya masih saja memilih.


"huh bingung, bagus semua soalnya, " jawab Naya sambil menghela nafas.


"ck.. gini aja ka Leon suka rame gk? " tanya Ajeng lagi.


"enggak dia gk suka rame, " jawab Naya cepat.


"ya udah berarti yang ini aja, simpel tapi elegan, " jawab Ajeng menjatuhkan pilihannya.


"ya udah itu aja, tinggal kabarin tukang yang masang, " ucap Naya menyetujui.


dan semuanya mengangguk, Naya menghubungi orang yang akan mendekorasi rumah sedangkan Ajeng dan kedua sahabat-nya mulai merangkai bunga palsu itu.


kenapa Ajeng memilih bunga palsu? karna kalau bunga asli tidak sampai besok sore pasti sudah layu.


sedangkan Anggara hanya memperhatikan saja karena ia tidak bisa merangkai bunga, ada juga di suruh membantu memasak. mana mungkin dia memasak bukan?


"oh ya mas, nanti kamu bantu pasang dekorasi-nya aja, dari pada cuma bengong ngeliatin kita, " ujar Ajeng sambil terus merangkai.


"ia nanti aku bantu, " jawab Anggara sambil terus memperhatikan Ajeng dan tangan Ajeng yang sangat cekatan.


"istirahat dulu, nih kaka bawa cemilan, " ucap Naya yang tiba-tiba datang sambil membawa nampan berisi cemilan.


"iya ka, " jawab mereka bertiga serempak kecuali Anggara yang hanya diam saja.


Ajeng dan kedua Sahabat-nya menunda merangkai bunga mereka mulai memakan cemilan mereka untuk mengganjal perut.


Ajeng mengambil satu lembar kripik dan menyuapi Anggara yang sejak tadi diam dan langsung di Terima oleh Anggara.


sedangkan kedua sahabat Ajeng sudah mendengus melihat keromantisan mereka berdua, sepertinya keromantisan Ajeng dan Anggara akan menjadi makanan mereka selama bersama mereka berdua.


"kamu mau makan lagi? " tanya Ajeng sambil terus memakan cemilan-nya.


"iya, aku laper hehe, " ucap Anggara sambil cengengesan.


"bilang dong kalau laper, ya udah aku ambilin dulu, " ucap Ajeng.


Anggara mengangguk meng iyakan, Ajeng berjalan keluar kamarnya dan menuju kedapur untuk mengambil makan, sedangkan Anggara di tinggal oleh kedua makhluk yang sangat asik mengosip berdua.


tidak butuh waktu lama Ajeng kembali membawa nampan berisi 4 piring nasi dan kau serta r gelas minum. lalu ia menaruh di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


"makan dulu, kalau nyemil doang gk kenyang, " ucap Ajeng.


mereka semua mengangguk membenarkan ucapan Ajeng. Ajeng mengambil satu piring yang isinya lebih banyak dan memberikan-nya kepada Anggara.


Anggara menerima sodoran piring itu setelah itu baru Ajeng mengambil piring-nya sendiri dan mereka mulai makan.


saat di tengah-tengah mereka makan mamah masuk kedalam kamar Ajeng.


"eh lagi pada makan, kirain belum pada makan baru mau mamah suruh, " ucap mamah ketika melihat semua anak-anak-nya sedang makan.


"iya mah, tadi mas Anggara laper jadi sekalian aja makan, " ujar Ajeng.


"ouh ya udah lanjut, kalau udah selesai bantu kaka kamu dekor ruang tamu, " ucap mamah.


dan langsung mendapatkan anggukan dari mereka berempat. mereka berempat kembali makan dengan hidmat hingga makanan merema tandas tanpa tersisa.


...****************...


"Hati-hati mas, " peringatan Ajeng.


soalnya sekarang Anggara tengah memaku tembok untuk menambahkan hiasan tembok, namun sepertinya Anggara mengidahkan ucapan Ajeng dan..


"akhhh! " teriak Anggara kesakitan.


Ajeng yang melihat itu panik dan langsung menyuruh Anggara untuk turun, setelah Anggara turun Ajeng menarik tangan Anggara yang terletak oleh palu dan mengeluarkan cukup banyak darah.


ia membawa Anggara untuk duduk dan tidak lama dari itu mamah datang dengan wajah khawatir lalu bertanya.


"ada apa ini? loh tangan mu kenapa Anggara? " tanya mamah panik.


"gk apa-apa mah, cuma tadi gk sengaja ke getok palu, " ucap Anggara menenangkan.


"ya udah langsung obatin takut infeksi, " ucap mamah dan langsung mendapat anggukan dari kedua-nya.


Ajeng meninggalkan Anggara di ruang tamu untuk mengambil kotak P3K setelah menemukan kota P3K Ajeng kembali ke ruang tamu.


ia menghaous darah Anggara dengan tisu lalu menungkan alkohol agar darahnya tidak keluar semakin banyak, setelah itu ia memberikan obat merah ke luka-nya.


"sshhh... pelan-pelan sayang, " ucap Anggara meringis kesakitan.


"siapa suruh bukan hati-hati! tadi kan aku udah bilang hati-hati kamu malah gk dengerin, " omel Ajeng sambil terus mengobati luka Anggara.


sedangkan Anggara tersenyum melihat Ajeng yang sedang marah, bukan-nya merasa bersalah karena sudah membuat Ajeng khawatir ia malah senyam-senyum sendiri.

__ADS_1


"ngapain senyam-senyum hah?! " kesal Ajeng yang melihat Anggara senyam-senyum.


"enggak-enggak ada apa-apa, " ucap Anggara panik.


Ajeng menghela nafas pelan, ia masih kesal dengan kecerobohan Anggara terlebih ia malah senyam-senyum sendiri.


"terus itu gimana pajangan-nya? " tanya Anggara kepada Ajeng.


karena dari tadi Ajeng tidak melepaskan tangan-nya dari tangan Anggara dan menatap sengit kepada Anggara.


"nanti di lanjut sama orang yang dekor aja, " jawab Ajeng yang mulai tenang.


Tiba-tiba mamah datang sambil membawa rantang.


"gimana udah di obatin? oh ya ini mamah masak banyak banget, mamah titip buat bunda mu ya" ucap mamah sambil menatuh rantang tersebut tepat di hadapan Ajeng dan juga Anggara.


"sudah kok mah, iya makasih ya mah nanti aku kasih ke bunda, " jawab Anggara.


setelah itu mamah kembali meninggalkan mereka berdua, Ajeng masih diam enggan membuka suara sampai Anggara yang terlebih dahulu membuka suara.


"aku pulang yah, udah sore banget ini, " ucap Anggara.


"iya, " jawab Ajeng, Tiba-tiba saja moodnya jadi turun entah karna apa.


mungkin karna sebentar lagi akan datang bulan, Anggara yang melihat itu menjadi merasa bersalah apa karena ia melakukan kesalahan? tapi apa?.


"kamu kenapa sayang? " tanya Anggara khawatir.


Ajeng menggeleng dan tersenyum sambil menatap lekat kepada Anggara.


"enggak apa-apa, cuma tiba-tiba gk mood aja, " jawab Ajeng.


"ouh, ya udah aku pulang yah, " ucap Anggara lagi.


Ajeng mengangguk dan mengantar Anggara keluar sampai mobil Anggara, sebelum masuk kedalam mobil Anggara menyempatkan diri untuk mencium kening Ajeng lama.


setelah itu memeluk Ajeng, semoga saja mood Ajeng akan lebih baik setelah ini pikir Anggara.


"ya udah kamu hati-hati yah, jangan ngebut bawa mobilnya, " peringatan Ajeng kepada Anggara.


"siap bu bos, " jawab Anggara dan mereka tertawa bersama-sama.


setelah itu Anggara memasuki mobilnya dan menyalakan mobilnya setelah itu meng klakson tanda perpisahan.

__ADS_1


Ajeng masih terus memandang mobil Anggara yang perlahan-lahan menghilang dari pandangan-nya, sungguh hati-nya benar-benar takut kehilangan Anggara.


ia memiliki firasat jika Anggara akan berpaling dari-nya, tapi dengan cepat Ajeng menghilangkan fikiran negatif itu dan kembali masuk kedalam rumah-nya.


__ADS_2