
"siang bunda, " sapa Ajeng lalu mereka saling berpelukan.
"siang sayang, oh ya kenalin Ajeng ini Kayla adik Anggara, Kayla ini Ajeng pacar Anggara, " ucap bunda Anggara sambil memperkenalkan mereka berdua.
"Ajeng, "
"Kayla, "
mereka bejabat tangan dan tersenyum, sungguh Ajeng sedikit minder dengan kecantikan Kayla adik perempuan Anggara.
"bay the way, umur kita sama loh lo kok mau sih sama kaka gue, " ucap kayla membuka pembicaraan.
Ajeng sempat terkejut saat tahu jika umur Kayla sama dengan-nya ia pikir Kayla lebih tua dari-nya.
"masa sih? gue pikir lo lebih tua dari gue hehe, " ujar Ajeng menanggapi ucapan Kayla.
"lo pikir gue setua itu apa? emang sih muka gue rada boros jadi wajar, " jawab Kayla antusias.
Ajeng sangat bersyukur Kayla adik Anggara tidak sama seperti kaka-nya, Kayla anaknya ceria dan humble banget sepertinya Ajeng sangat menyukai Kayla.
"ekhemm... ngobrol-nya bisa sambil duduk aja gk? " dehem Anggara karena sudah kesal terus berdiri.
Ajeng dan Kayla menoleh kepada Anggara yang terlihat kesal itu lalu mereka tertawa bersama sedangkan Anggara membuang muka.
"tau nih kalian, ayok duduk, " ajak bunda Anggara.
"iya bunda, " jawab Ajeng dan Kayla barengan lalu mereka kembali tertawa.
"ya udah yuk, " ajak Ajeng sambil menarik pelan lengan Anggara yang diam sejak tadi.
Anggara mengikuti langkah Ajeng menuju sofa ruang tamu, lalu mereka mengobrol di sana tidak hanya Ajeng, Kayla dan bunda saja sedangkan Anggara seperti nyamuk.
"gue sih seneng kaka gue udah punya gandengan, abisnya gue kesel ngeliat liat dia bareng sahabat-nya mulu, " ucap Kayla mulai berbicara.
"loh emangnya kenapa? Laki-laki emang selalu bareng kan? " tanya Ajeng penasaran.
"emang lo gk tau kalau dia punya sahabat cewe? " tanya Kayla tidak percaya.
sedangkan Ajeng menggeleng tidak tahu, lalu ia menatap Anggara tajam sedangkan Anggara. memanglingkan wajah kesamping agar tidak bersitatap dengan kekasih-nya.
"wah parah lo ka, masa pacar gk di kasih tahu, " ujar Kayla memprovokasi.
"males gue bahas dia, " jawab Anggara sinis.
"lagi pula dia yang udah nyebapin Ajeng masuk rumah sakit dan berakhir koma, " lanjut Anggara tanpa menatap adik-nya.
__ADS_1
sedangkan Ajeng dan Kayla membola mendengar penuturan dari kaka dan kekasih-nya, sungguh Ajeng tidak mengetahui apa-apa.
"WHT? SERIUS? " tanya mereka berdua serempak.
"bukan-nya dia suka sama lo ya ka? dari dulu malah, " ujar Kayla.
sedangkan Ajeng diam mendengarkan apa yang akan keluar dari bibir seksi Anggara kekasih-nya. pasalnya ia tidak mengetahui apapun.
"iya waktu itu dia ngajak gue pacaran, tapi gue nolak karna gue udah mencintai seseorang, " ucap Anggara sambil menatap Ajeng yang tengah menatap-nya.
Ajeng yang di tatap seperti itu menjadi malu dan memanglingkan wajah-nya, sedangkan Kayla menggut-manggut tidak menyangja dengan aksi nekat sahabat kaka-nya itu.
"dan dia juga yang selama ini neror Ajeng, " lanjut Anggara.
penuturan Anggara membuat kedua gadis yang berada di hadapan-nya membola kan mata karna tidak percaya dengan apa yang disebutkan Anggara.
"serius? gila nekat banget sih dia. kan gue udah bilang ka jangan sahabatan sama dia lagi tapi kaka gk mau dengerin gue!, " omel Kayla kepada Anggara.
sedangkan Anggara acuh sambil terus memainkan rambut panjang Ajeng, Ajeng hanya diam mencerna kata-kata Anggara tadi.
"gk usah di pikirin sayang, lagi pula udah aku bilang kan jika pelaku-nya udah dapet hukuman-nya, " ucap Anggara menenangkan Ajeng.
Ajeng mengangguk mengerti lalu tersenyum yang di balas senyum juga oleh Anggara, sedangkan Kayla yang melihat adegan uwu itu memutar bola mata-nya malas.
"bisa gk sih gk usah mesra-mesraan di depan gue, " ujar Kayla kesal.
sedangkan kedua makhluk yang tidak tahu diri itu hanya mengacuhkan Kayla membuat Kayla semakin kesal di buat-nya.
bunda yang sejak tadi diam memperhatikan tersenyum, lalu ia meninggalkan ruang tamu untuk masuk kedalam kamar sebelum memasak makan malam.
...****************...
"bay the whay bunda, Anggara waktu kecil gimana sih? " tanya Ajeng yang sedang memotong sayur.
ya sekarang bunda, Ajeng dan Kayla sedang berkutat di dapur untuk memasak makan malam mereka.
"emmm kamu kepo yah? " goda bunda.
sedangkan Ajeng tersenyum dan mengangguk, terlihat dari pipi-nya jika Ajeng sedang malu. bunda menggeleng-geleng dan menjawab.
"ya Anggara anak-nya gk pecicilan sih dia rajin, penurut dan juga obsesi kepada pekerjaan, makanya gk aneh kalau liat dia cuma fokus sama kerjaan-nya aja, " jawab bunda sambil mengaduk sop.
"ummm, iya sih yang aku liat dia emang obsesi banget sama kerjaan, " ucap Ajeng dan memberikan sayuran kepada bunda.
"emmm harum banget bunda, aku mau coba boleh? " ucap Ajeng sambil mencium bau harum masakan sop iga itu.
__ADS_1
"boleh dong sayang, " jawab bunda sambil mengambil mangkuk kecil dan menuangkan sop untuk di coba Ajeng.
Ajeng mengambil mangkuk itu dengan senang, ia mencoba sop itu dan merasakan-nya, sungguh masakan bunda Anggara memang sangat enak tidak kalah dengan masakan mamah-nya.
"enak banget bunda, " ucap Ajeng sambil mengecap-ecap mulut-nya.
"ya udah sekarang kita tata, makanan-nya, " ucap bunda.
"ayam saus tiram-nya belum mateng bund, " ujar Kayla yang sejak tadi hanya diam.
"ya udah kamu matengin dulu bunda sama Ajeng mau nata yang udah mateng dulu, " jawab bunda.
Kayla mengangguk dan fokus kepada masakan-nya agar tidak gosong nanti-nya. Ajeng menata masakan hasil mereka bertiga di meja makan.
"udah nih bunda, " ucap Kayla datang dengan semangkuk ayam saius tiram-nya.
"ya udah taruh di situ bunda mau manggil ayah dulu, " jawab bunda dan setelah itu melenggang menuju kamar.
"gue panggil Anggara dulu yah, " ucap Ajeng dan langsung mendapat anggukan dari Kayla Ajeng meninggalkan Kayla yang masih menata lauk-nya.
Ajeng berjalan menuju kamar Anggara yang berada di lantai dua, setelah sampai di pintu berwarna hitam yang terbuka Ajeng masuk.
terlihat Anggara sedeng tidur, hal itu membuat Ajeng tidak tega untuk membangunkan namun kondisi Anggara yang belum makan tidak baik nanti ia akan kelaparan nanti malam.
"sayang bangun, " ucap Ajeng sambil menepuk pelan pipi Anggara.
Anggara membuka mata-nya dan langsung duduk ia mengucak mata-nya hal itu membuat Ajeng gemas.
"cuci muka terus kita makan, " suruh Ajeng yang langsung di angguki Anggara.
Anggara bangun dan kekamar mandi untuk cuci muka sedangkan Ajeng menunggu Anggara selesai cuci muka. setelah selesai cuci muka Anggara menghampiri Ajeng dan mereka turun ke lantai satu untuk makan malam bersama.
setelah sampai di ruang makan sudah ada kedua orang tua Anggara dan juga Kayla dan mereka duduk di kursi makan.
"wih ada menantu ayah, gimana keadaan kamu? " tanya ayah ketika Ajeng sudah duduk.
"alhamdulillah udah sehat ayah, " jawab Ajeng.
"ya udah yuk makan Anggara udah laper, " ujar Anggara yang sedari tadi diam.
"ck kamu ini, ya sudah nikmati makan kalian, " ucap ayah Anggara memulai makan malam.
makan malam ini di hiasi oleh canda tawa terkadang Kayla melontarkan lelucon yang selalu di tanggapi Ajeng atau Anggara yang cemburu karena di diamkan Ajeng.
sungguh makan malam yang sangat indah dah di keluarga Pambudi ini.
__ADS_1