
pagi ini Ajeng sudah siap dengan pakaian yang ia guna untuk kembali masuk kampus, tiga hari ia izin karena kecelakaan kecil membuat banyak tugas yang menumpuk semakin menumpuk.
kaki Ajeng sudah sembuh maka dari itu ia sangat senang untuk kembali masuk kampus namun juga malas karena tugas yang menambah menjadi dua kali lipat.
hari ini Ajeng di antar oleh Naya karena belum di perbolehkan membawa motor oleh keluarga-nya. setelah sampai di kampus Ajeng, Naya berpamitan untuk berangkat kekantor-nya.
setelah Naya benar-benar sudah menghilang dari pandangan Ajeng pun melangkah masuk kedalam gedung fakultas-nya.
Ajeng mengambil jurusan manajemen bisnis entah apa yang membuat-nya masuk kejurusan ini.
saat sudah sampai Kelas ia sudah di sambut oleh teriakan heboh dari Adeva dan Reina yang membuat seisi kelas menutup kuping karena terlalu keras-nya suara mereka berdua.
"Hua Ajeng lo akhir-nya masuk juga!! " teriak Adeva.
Ajeng memutar bola mata-nya dan berjalan kebangkitan yang biasa ia duduki, belum juga Ajeng duduk sudah di suguhi oleh pertanyaan brondong dari Reina.
"Jeng kaki lo beneran udah gk papa? masih sakit gk? kalau masih sakit izin aja, dari pada nanti lu ngerepotin, " ucap Reina panjang lebar.
"huftt... gue baik-baik aja lagian cuma keseleo gk bikin gue koma kali, " ujar Ajeng sinis.
"hehe... sorry, " ucap Reina.
tidak lama dari itu belum masuk berbunyi dan seorang dosen laki-laki masuk dan langsung memulai pelajaran hari ini.
...****************...
"huaaa capek juga yah, padahal cuma tiga hari doang gue gk ngampus-nya, " ujar Ajeng sambil meregangkan otot-otot-nya.
mereka bertiga sekarang sedang berada di kantin menikmati makan siang mereka sebelum pulang, kata-nya Ajeng kangen seblak bakso aci-nya bu mimin.
"Ck... asal lo tau kepala gue mau pecah tau gk sih!! pengen berhenti kuliah aja deh pengen cari sugar dady aja, " ujar Adeva ngawur.
pltak..
Reina menjitak dahi Adeva yang kenceng-nya subhanallah kayak mau mati... eh enggak bercanda.
membuat si empu meringis kesakitan dan menatap Reina sengit sedangkan Ajeng yang mencium bau-bau akan terjadi-nya pertikaian lebih memilih memisahkan mereka.
"Udah woy, mending makan dari pada ribut mulu entar tuh bakso aci adem jadi gk enak, " ujar Ajeng melerai.
__ADS_1
"Ck... awas lo ya, " ucap Adeva kepada Reina.
sedangkan Reina memeletkan lidah membuat Adeva semakin kesla namun tak urung ia memakan bakso aci-nya dari pada kena semprot Ajeng yang mulut-nya hampir sama pedes kayak bakso yang ia makan.
tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka dan berjalan kearah mereka.
setelah seseorang itu duduk di samping Ajeng mereka bertiga menoleh kearah orang itu, Adeva dan Reina audah memberikan senyum jahil kearah Ajeng.
sedangkan Ajeng masih terkejut dengan kehadiran orang itu yang tiba-tiba duduk di Samaping-nya dan tersenyum.... manis?
"Ehem... gimana kaki kamu Ajeng, " tanya Anggara sambil menatap lekat tepat di manik coklat Ajeng.
Ajeng kelabakan di tanya seperti itu dan aneh-nya kenapa ia harus se gugup ini? ia mengalihkan pandangan-nya ke bakso-nya yang sisa sedikit dan menoleh lagi kearah Anggara sangat dosen termenyebalkan.
"Kaki saya sudah baik-baik saja kok pak, " ucap Ajeng tersenyum kikuk.
"Syukurlah... lain kali hati-hati ya, " ucap Anggara tersenyum manis kepada Ajeng.
bukan-nya meleleh karena di senyumin oleh dosen idola ia malah bingung dosen-nya menghampiri mereka hanya ingin menanyakan itu? padahal kan lewat SMS kan juga bisa.
Ajeng tidak habis fikir. ia kembali menatap Anggara yang masih tersenyum kepada-nya membuat Ajeng jadi bergidik ngeri sendiri.
Anggara bangkit dan mengacak rambut Ajeng membuat Ajeng menegang di perlakukan seperti itu .setelah itu ia melenggang pergi meninggalkan ketiga gadis itu yang tengah terkejut.
untung saja kantin sepi tidak ada orang hanya mereka bertiga jadi Ajeng tidak akan menahan malu.
"Anjir itu serius pak Anggara? dia senyum terus... Lo ada hubungan apa sama dia? " tanya Adeva histeris sambil menatap Ajeng meneliti.
"gu-gue gk ada hubungan apa-apa sama dia, iya gk ada apa-apa kok, " ujar Ajeng jujur.
"Serius? " sekarang giliran Reina yang bertanya.
Ajeng mengangguk untuk meyakinkan kedua sahabat-nya, Adeva dan Reina percaya namun masih merasa aneh jika seperti ini seperti-nya dosen idola itu menyukai Ajeng..... mungkin?
"Eh tapi.. " ucap Reina menggantung sambil menatap kearah Ajeng.
"Tapi? " tanya Ajeng yang tidak mengerti dengan tatapan yang dilayangkan oleh Reina.
__ADS_1
"Ck... hari minggu kalian janjian? " tanya Reina to the point.
Adeva yang baru mengingat ucapan sang dosen tadi mengangguk semangat dan ikut menatap Ajeng penasaran.
"kalian... mau ngedate? " tanya Adeva kemudian.
"Ck... kg gue sama dia emang ada janji tapi bukan ngedate tau, " ujar Ajeng kesal.
"Terus apa kalau bukan ngedate munaroh? " tanya Adeva ngegas.
"Gue gk mau tau harus cerita! " tekan Reina menimpali.
"Huftt... jadi gini pak Gara ngajak gue jalan hari minggu nanti-
" WHT!!! LO-" teriak Adeva.
namun sudah terlebih dahulu di sumpal oleh bakso Reina yang masih tersisa, Adeva mendengus dan mengunyah bakso yang ada di mulit-nya.
"lanjutin gk usah dengerin dia, " ucap Reina kembali fokus kepada Ajeng.
"Maka-nya jangan disela kalau orang lagi ngomong... jalan bukan berarti gue ngedate sama dia tapi... itu atas permohonan maaf dia karna udah ngetawain gue pas jatoh bukan-nya nolongin dulu, gitu maimunah, " ucap Ajeng panjang lebar tidak lupa dengan sedikit mengegas.
"ouh gitu, " Reina menggut-manggut mengerti apa yang sudah di jelaskan Ajeng.
"menurut gue pak Anggara suka deh sama lo, " ucap Adeva tiba tiba.
"Ck... udah ah gue mah balik bay, " ujar Ajeng dan meninggalkan Reina dan Adeva.
"WOY TUNGGUIN, " triak Adeva dan Reina bersamaan dan ikut bangkit mengejar Ajeng yang sudah keluar dari kantin.
...****************...
"Ck... makin kesini lo makin jadi ya? tunggu ya pembalasan gue Ajeng, " ucap seseorang itu yang sedari tadi mengamati Ajeng dan kedua sahabat-nya dari jauh.
setelah itu ia beranjak pergi meninggalkan tempat tadi ia berdiri dan menuju kebelakang gedung fakultas.
di sana sudah ada yang menunggu-nya. setelah sampai di belakang gedung fakultas ia menghampiri seseorang yang sudah menunggu-nya.
"Kapan? " tanya seseorang itu menatap dari orang yang tadi beru saja menghampiri-nya.
__ADS_1
"Oke kita mulai, " ujar orang itu sambil tersenyum penuh arti.
dan seseorang itu bergidik ngeri melihat senyum orang itu namun tak ayal ia ikut tersenyum dengan apa yang akan terjadi kedepan-nya.