Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
Yeay Pulang


__ADS_3

pagi ini Ajeng tengah bersiap siap untuk pulang. mamah Ajeng bersama Naya memasukan pakaian Ajeng kedalam koper, setelah masuk semua Anggara membawa koper Ajeng ke mobil keluarga Ajeng.


Ajeng berjalan beriringan dengan mama dan juga calon mertuanya sedangkan Anggara mengikuti dari belakang sambil mngobrol bersama ayah dan juga calon mertuanya.


sedangkan Naya bersama calon suaminya, sudah berjalan duluan di depan. saat sudah berada di parkiran rumah sakit.


"mah, Ajeng biar sama Anggara aja, gk apa-apa kan? " tanya Anggara meminta izin.


sedangkan mamah dan yang lainnya tersenyum, mamah Ajeng mengangguk menyetujui.


"boleh, tapi jagan sampai buat Ajeng kecapean ya, " nasihat mamah.


Anggara mengangguk dengan matap, setelah itu ia menuntun Ajeng untuk masuk ke mobil-nya. setelah memastikan Ajeng duduk dengan nyaman, Anggara memulai setengah mobilnya.


dan masuk di bagian kemudi di samping Ajeng duduk. setelah melihat kedua orang tua nya dan juga Ajeng sudah meninggalkan parkiran rumah sakit.


Anggara menyalakan mesin mobilnya kalau meninggalkan parkiran Rumah Sakit menuju jalan raya yang lumayan padat.


Anggara mengendarai mobil dengan kecepatan rata-rata selama berjalan Iya terus menggenggam tangan Ajeng dan sesekali menciumnya.


cukup memakan waktu lama untuk menuju tempat yang sudah Anggara siapkan untuk Ajeng, sekitar 30 menit mereka baru sampi di tempat tujuan.


setelah memarkirkan mobilnya, Anggara turun dan berlari pelan memutari setengah mobilnya, lalu membukakan pintu untuk Ajeng.


Ajeng tersenyum menatap Anggara setelah turun, Anggara menyodorkan tangannya yang langsung di sambut hangat oleh Ajeng.


ternyata anggara mengajak Ajeng kesebuah rumah makan, yang pemandangannya langsung menuju ke danau.


Anggara tidak langsung mengajak Ajeng untuk makan karna waktu juga belum menunjukan waktu makan siang. Anggara menuntun Ajeng menuju salah satu bangku yang ada di pinggir danau.


"indah banget, kamu tau dari mana di sini ada rumah makan se asri ini? " tanya Ajeng sambil terus memperhatikan danau yang jernih itu.


"aku pernah kesini dulu, " jawab Anggara.


Ajeng menoleh dan mengangguk, ia kembali melihat kearah danau dan menyenderkan kepala-nya di bahu lebar Anggara.


Anggara tersenyum dan mengelus pucuk kepala Ajeng dan menikmati pagi yang cerah ini namun tidak panas bersama orang terkasih.


"mas ada yang jual gelembung sabun, " ujar Ajeng antusias.


"kamu mau? " tanya Anggara setelah melihat apa yang di tunjuk Ajeng.


Ajeng mengangguk dengan semangat, Anggara tersenyum dan bangkit menuju penjual gelembung sabun ia membeli dua gelembung sabun untuk Ajeng dan diri-nya.

__ADS_1


setelah membayar anggara kembali ke tempat Ajeng yang menunggu-nya dengan mata berbinar dan menyerahkan satu botol gelembung sabun bersama alat tiup-nya.


Ajeng sangat senang setelah di beri gelembung sabun oleh Anggara, sungguh sudah lama ia tidak bermain gelembung sabun.


Ajeng meniup gelembung sabut itu dan terbuat lah gelembung-gelembung sabun yang kecil maupun besar. Ajeng tertawa dengan bahagia Anggara yang melihat itu pun ikut bahagia.


ia juga meniupkan gelembung-gelembung itu, dan terkadang ia meniup gelembung itu menuju Ajeng jadilah Ajeng di tempeli oleh gelembung sabun itu.


sungguh bahagia Ajeng bisa bermain bebas seperti ini apa lagi bersama dengan yang sangat ia cintai, Ajeng benar-benar menikmati acara bermain mereka hingga cukup lama.


...****************...


"huftt... cape mas, " ucap Ajeng sambil terduduk di bangku.


"cape ya? mau makan? " tanya Anggara setelah duduk di samping Ajeng dan mengelap keringet Ajeng.


"mauuuu, " ucap Ajeng seperti anak kecil.


Anggara terkekeh melihat tingkah Ajeng yang sangat menggemaskan, rasa ia ingin segera menghalalkan Ajeng agara tidak ada siapa pun yang bisa mengambil Ajeng dari-nya.


"ya udah yuk, rumah makan-nya juga belum begitu ramai, " ucap Anggara.


Anggara mengajak Ajeng menuju rumah makan dan memilih tempat yang langsung berhadapan dengan danau yang bersih itu.


setelah mencatat pesanan pelayan itu pergi meninggalkan tempat Anggara juga Ajeng, Ajeng menyenderkan tubuh-nya kebelakang sungguh hari ini sangat menyenangkan dan juga melelahkan.


Anggara yang melihat Ajeng kelelahan menjadi merasa bersalah, pasalnya ia sudah berjanji untuk tidak membuat Ajeng kelelahan.


"maaf yah, kamu jadi kelelahan deh, " maaf Anggara sambil mengusap tangan Ajeng.


Ajeng menggeleng tidak menyetujui ucapan Anggara ia membalas genggaman Anggara pada tangannya.


"gk apa-apa kok, justru aku seneng banget bisa main kayak tadi hehe, " ucap Ajeng sambil terkekeh.


sedangkan Anggara menggeleng dan tersenyum bukannya marah karena di buat kecapean Ajeng justru malah menikmati-nya.


tidak lama dari itu palayan yang tadi datang dengan beberapa pelayan lainnya sambil membawa pesanan mereka.


setelah sajian makanan siap mereka berdua langsung makan dengan lahap karena sudah siang dan juga sudah lapar jadi mereka hanya terfokus kepada makanan mereka masing-masing.


15 menit kemudian mereka selesai makan, makanan mereka pun sudah habis tanpa sisa, setelah itu Anggara membayar makanan mereka dan mengajak Ajeng untuk pulang.


"udah kenyang? yuk pulang, " ajak Anggara.

__ADS_1


Ajeng mengangguk dan menggandeng tangan Anggara, Anggara menggenggam erat tangan Ajeng seakan-akan Ajeng akan hilang seperti anak kecil.


setelah sampai parkiran seperti biasa Anggara membukakan pintu untuk Ajeng lalu baru ia masuk ke bagian kemudi.


setelah memakai steal beat baru Anggara menyalakan mesin mobil dan meninggalkan parkiran rumah makan sederhana itu.


karena Ajeng yang sudah kelelahan dengan keadaan kenyang pun tertidur, Anggara yang melihat itu menepikan mobil-nya sebentar dan mengambil banyak leher di kursi penumpang belakang.


ia memasang kan-nya dengan sangat hati-hati agar Ajeng tidak terbangun dari tidurnya setelah sudah terpasang ia mengecup pelan kening Ajeng.


lalu ia kembali menyalakan mobil-nya dan berjalan menuju rumah Ajeng, untuk mengantar Ajeng.


30 menit kemudian mereka berdua sampai di kediaman Ajeng, Ajeng masih terlelap Anggara tidak enak membangunkan Ajeng jadi ia jadi ia menggendong Ajeng ala bridal style dan membawa Ajeng masuk.


mamah yang melihat Ajeng di gendong oleh Anggara langsung menghampiri dengan wajah yang terlihat sangat khawatir.


"nak Ajeng kenapa? " tanya mamah ketika sudah berada di hadapan Anggara.


"tidak apa-apa kok mah, Ajeng hanya tertidur, " ucap Anggara menenangkan.


mamah yang mendengar itu bersyukur lega ia tersenyum menatap calon menantunya dan menyuruh Anggara untuk membawa Ajeng menuju ke kamar-nya.


"syukurlah, ya sudah bawa Ajeng ke kamar-nya pintu yang warna biru soft yah, " ujar mamah memberi tahu.


Anggara mengangguk dan permisi untuk membawa Ajeng ke dalam kamar-nya. setelah memasuki kamar Ajeng, Anggara menidurkan Ajeng di kasur single sizenya.


setelah itu Anggara mengecup lama pucuk kepala Ajeng dan mengelus-nya. lalu ia bangkit dan meninggalkan Ajeng yang istirahat.


tidak lupa ia menutup pintu kamar Ajeng sebelum kembali kebawah. saat di bawah ia ketemu kembali mamah Ajeng ia meminta izin kepada mamah Ajeng untuk pulang.


"mah Anggara izin pulang yah, " izin Anggara.


"oh kamu mau pulang, sekalian bawa ini yah titip buat bunda kamu, " ucap mamah.


Anggara menerima dengan senang hati rantang yang di berikan mamah Ajeng tidak lama dari itu ayah Ajeng datang.


"kamu mau pulang? " tanya ayah.


"iya yah, Anggara pulang dulu yah, Assalamu'alaikum, " salam Anggara.


"waalaikumsalam, " jawab kedua orang tua Ajeng.


setelah itu Anggara keluar dari rumah Ajeng menuju mobil-nya dan meninggalkan rumah Ajeng untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2