
cahaya matahari memasuki sebuah kamar dari sela-sela gorden kamar, seorang gadis masih lelap dalam balutan selimut yang membalut sekujur tubuh-nya, alarm terus ia hiraukan sampai ada orang yang menyipratkan air ke wajah-nya.
"Busett dah dek, bangun oyy," ujar Naya membangunkan Ajeng sambil terus mencipratkan air dari gelas.
"eungh," lenguh Ajeng tanpa berniat untuk membuka mata-nya.
Naya menghela napas gusar, sulit juga untuk membangunkan adik-nya itu pikir Naya. Naya melangkah keluar kamar Ajeng ia menyerah membangunkan Ajeng.
saat sudah sampai bawah ia melihat Reina teman Ajeng sudah mengobrol bersama sang mama, tanpa pikir panjang Naya meminta tolong kepada Reina untuk membangunkan Ajeng yang sial-nya adik-nya sendiri.
Reina mengangguk menyetujui Naya mereka merencanakan sesuatu setelah kepergian mamah-nya, mereka berdua mengobrol kan tentang rencana apa yang akan mereka lakukan.
Reina mendapatkan ide cemerlang, ia memberitahu kepada Naya kaka Ajeng kepada rencana-nya, awal-nya Naya sempat kaget dengan apa yang di ucapkan Reina barusan tapi ia tetap menyetujui ide Reina teman Ajeng.
mereka berjalan kearah tangga untuk menuju ke kamar Ajeng yang letak-nya berada di lantai dua, saat sudah sampai Naya membuka pintu kamar yang bernuansa biru soft itu dengan perlahan dan memasuki kamar dengan mengendap-endap, mereka seperti maling yang ingin mencuri sesuatu.
Naya melihat ke arah Reina yang di balas anggukan oleh sang empu dan mengangkat jari-nya membentuk ok.
"satu..."
"Dua..."
"Ti... Ajeng bangun ada Anggara di bawah udah nungguin kamu tuh," ujar Naya sambil agak sedikit berteriak.
Ajeng awal-nya tidak memperdulikan teriakan sang kaka, tapi... saat mendengar nama orang yang paling ia tidak sukai itu membuat Ajeng membuka mata dan bangkit menjadi duduk sedangkan Naya dan Reina sudah tertawa terbahak-bahak melihat wajah panik Ajeng.
5 menit Naya dan Reina tertawa membuat Ajeng bingung sampai...
"Kalian berdua ngerjain gue ya?" ucap Ajeng dengan wajah yang sudah memerah.
"Hahaha sory sory," ujar Reina yang masih tertawa apa lagi melihat wajah teman-nya itu yang panik.
"Haha udah ah, gue mau kebawah dulu papay," Naya langsung lari keluar kamar sang adik dari pada ia akan terkena omelan Ajeng mending kabur pikir Naya.
sedangkan Ajeng sudah mendengus melihat Reina yang masih saja belum menghentikan tawa-nya, ia celingak-celinguk mencari keberadaan seseorang namun yang di cari tidak ketemu juga dari pada ia bingung lebih baik bertanya.
"Re, Adeva mana? kok gk ikut?"tanya Ajeng beruntun.
Reina yang mendengar nama-nya di panggil dan menghentikan tawa-nya sebelum menjawab pertanyaan dari Ajeng.
__ADS_1
"Dia gk ikut, kan kemarin dia bilang pas di cafe," ujar Reina santai sambil duduk di pinggir ranjang Ajeng.
"Gue punya salah apa ya sama dia? kenapa dia berubah jadi judes sama gue," ujar Ajeng lirih.
Reina yang melihat itu merasa iba, ia juga tidak tahu kenapa Adeva berubah bahkan hanya pada Ajeng saja sedangkan dengan-nya Adeva akan bersikap seperti biasa.
"Udah ah dari pada mikirin dia mending sekarang lo mandi, bau asem tau gk," ujar Reina sinis.
Ajeng cengengesan dan beranjak dari tempat tidur-nya berjalan memasuki kamar mandi, sebelum memasuki kamar mandi ia mengambil baju yang akan ia kenakan dan juga handuk, malu jika handuk sampai tidak terbawa.
setelah Ajeng menghilang dari balik pintu kamar mandi Reina membuka handphone-nya dan mengchat seseorang dan tetap saja balasan-nya tentu tidak bisa ia ada urusan.
10 menit sudah Ajeng di dalam kamar mandi, ia keluar dengan sudah berpakaian rapi, dengan kaos putih polos yang membalut tubuh-nya, celana jeans abu-abu yang membalut kaki jenjang-nya tidak lupa ia memakai kemeja untuk luaran kaos-nya dan juga tas hitam couple dengan Reina dan Adeva
Ajeng mengambil sepatu cats putih yang berada di pojok kamar-nya yang di mana letak sepatu berada. Sedangkan outfit Reina switer putih yang di masukan kedalam celana jeans warna biru yang menutupi kaki jenjang-nya tidak lupa tas hitam dan sepatu cats warna putih.
...Outfit ajeng...
...outfit Reina...
...****************...
sekarang mereka berad di mall terbesar yang berada di ibu kota jakarta ini, mereka berjalan menuju tempat jam tangan Ajeng ingin membeli jam tangan baru maka dari itu Ajeng mengajak Reina untuk ke toko jam dulu.
setelah mendapatkan yang ia inginkan sekarang mereka kembali melihat-lihat ke toko buku untuk membeli novel yang baru lounching beberapa hari lalu.
setelah mendapatkan novel yang mereka inginkan Ajeng dan Reina kembali berjalan mereka bingung mau kemana lagi sebelum makan siang.
"Nonton yuk," usul Ajeng.
"Ayok tapi nonton apaan?" tanya Reina sambil mengetukan jari telunjuk-nya di dagu.
"Eummm... horor aja gimana?"tanya Ajeng.
"jangan deh, gue gk mau nonton yang horor entar gue gk bisa tidur lagi," ujar Reina bergidig ngeri saat membayangkan menonton filem horor.
__ADS_1
Ajeng membuang nafas kasar ia bingung harus nonton apa, jika di paksa untuk nonton horor ia kasihan kepada Reina yang takut dengan filem horor.
"Dilan aja mau?" usul Reina dengan bersemangat.
"Oke deh ayok" ujar Ajeng menyetujui usul dari Reina. Mereka berjalan menuju tempat bioskop, saat sudah sampai Ajeng di suruh menunggu oleh Reina biar ia saja yang membeli tiket-nya.
"Lo tunggu di sini aja ya, biar gue yang belu," ujar Reina dan di angguki oleh Ajeng sebelum Reina pergi Ajeng memberikan uang untuk membeli tiket diri-nya.
setelah Reina mendapatkan apa yang ia mau, ia berjalan bersama Ajeng menuju teater yang akan menayangkan filem yang meraka tonton. filem di mulai Ajeng dan Reina terdiam sambil terus menonton terkadang Ajeng maupun Reina teriak di saat adegan soswet Dilan kepada Milea.
2 jam mereka menonton filem itu, mereka berdua keluar dari teater dan keluar dari lobi bioskop, Ajeng sudah duduk selama 2 jam di dalam membuat-nya pegal-pegal, ia meregangkan otot-otot tangan-nya.
"Makan dulu yuk," aja Reina.
"Yok," ujar Ajeng antusias, jujur ia sudah sangat lapar karena monton selama dua jam apa lagi tadi mereka tidak membeli makan untuk menyemil saat nonton.
mereka sampai si restoran jepang, mereka mencari tempat duduk dekat jendela setelah dapat mereka duduk dan memesan makan. Ajeng memesan shusi dengan tea lemon dan Reina Memesan Ramen dan tea lemon juga.
15 menit mereka makan akhir-nya selesai juga, mereka membayar makanan mereka dan pergi meninggalkan restoran mereka akan pulang, Ajeng dan Reina menuju tempat parkir yang berada di bawah, mereka kesini naik mobil milik Reina karena Ajeng malas membawa kendaraana alhasil ia menumpang dengan Reina.
saat sudah sampai lantai bawah Ajeng dan Reina berjalan santai sambil mengobrol ringan, sampai mereka tidak sadar Ajeng menabrak seseorang.
Bruk
"Eh maaf- maaf saya...
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Ciee kena gantung, hehe maaf lama up-nya ya? biasa author maaih sekolah jadi tugas dulu yang di utamakan. kayak-nya sih bakal jarang up paling 4 hari sekali itupun paling cepet hehe.
oh iya jangan lupa vote nya ya, btw ku kasih visual Reina, Ajeng sama Adeva ya.
...ADINDA AJENG KUSUMANINGRUM...
...REINA ANASTASYA GABRIEL...
__ADS_1
...ADEVA GRANIA MAHARDIKA...