Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
prepare liburan


__ADS_3

sekarang Anggara, Ajeng, Reina, dava, Adeva, satria dan Zaki sedang berada di rumah Ajeng untuk merencanakan apa saja yang akan mereka lakukan di vila nanti.


Anggara bisa ikut karena ia mengambil cuti tiga hari dan juga ia mengajak kedua teman-nya Satria dan Zaki, kenapa tidak ada kevin bukankah mereka bersahabat? jawaban-nya adalah karna Anggara gk mau Ajeng terluka lagi.


"Jeng serius itu temen laki lo? " tanya Adeva sambil melirik Satria juga Zaki.


"iya kenapa? " jawab Ajeng sambil menoleh kepada Adeva.


"cakep banget njir, " pekik Adeva tertahan.


"ck... giliran liat cogan (cowok ganteng) aja seneng lo, " ucap Ajeng seraya menyentil kening Adeva membuat yang di sentil mengaduh kesakitan.


"hey gk boleh kayak gitu sayang, " ujar Anggara seraya mengambil tangan Ajeng yang menyentil Adeva.


sedangkan Adeva sekarang sudah tertawa cekikikan karena di bela oleh Anggara, ia memeletkan lidah-nya kepada Ajeng dan Ajeng mau mengejar Adeva yang sudah lari namun di tahan oleh Anggara.


"lepasin mas, tuh orang kalau gk di kasih pelajaran gk bakal diem, " grutu Ajeng kepada Anggara.


"ya udah biarin aja sih... mending sekarang kita buat list aja, apa aja yang mau di bawa besok, " ujar Anggara menenangkan Ajeng.


akhirnya Ajeng memilih menurut kepada Anggara namun ada yang kurang di antara mereka...


"bentar... Reina sama dava mana dah?" tanya Ajeng sekembalinya Adeva duduk bersama mereka di ruang tamu rumah Ajeng.


"temen lo dua ada di belakang noh, " bukan Adeva yang menjawab melainkan Zaki teman Anggara.


sifat Zaki tidak dingin seperti Anggara dan Satria yang selalu diam dan itu terkadang membuat Zaki jengkel sendiri karena di diamkan.


"gue nanya Adeva anjir... lagian lo tau dari mana sih kak? " tanya Ajeng kemudian.


FYI Zaki dan Satria tidak mau di panggil pak karena usia mereka yang masih cukup muda jadi mereka sepakat untuk memanggil mereka berdua dengan sebutan 'Kak'.


"ho'oh, " timpal Adeva yang sedang mengunyah kripik kaca.


"lo berdua aja yang keasikan pacaran sampe temen sendiri gk di perhatiin, " ucap Zaki membuat Ajeng meloloskan mata sedangkan Anggara biasa-biasa saja.


"eh udah selesai? " tanya Reina yang tiba-tiba datang bersama sang kekasih.


"mulai aja belom... ini udah nanyain udah selesai, " ucap Adeva dan Ajeng barengan.


'oh ya, adek gue gk bisa ikut, " ucap Reina setelah duduk.


Ajeng dan Adeva mengangkat sebelah alias-nya... mengapa adek Reina tidak jadi ikut? bukan kah kemarin sepakat bakal ikut bersama adek-nya Adeva juga.

__ADS_1


"kenapa? " tanya Ajeng.


sedangkan ketiga laki-laki yang ada disana merasa menjadi kambing congek karena mendengarkan perdebatan ketiga perempuan itu.


tak terkecuali Anggara yang masih asik memainkan rambut Ajeng yang di biarkan tergerai begitu saja.


"adek gue ada ulangan dadakan kata-nya, " ucap Reina menjelaskan.


"EH... OH IYA ADEK GUE JUGA GK BISA IKUT, " teriak Adeva setelah mengingat pesan adik-nya.


plak


satu jitakan mendarat tepat di kening Adeva lagi-lahi membuat Adeva meringis kesakitan. kali ini pelaku-nya bukan Ajeng melainkan Reina.


"njir lo bisa gk seh gk usah teriak, " kesal Reina.


sedangkan Ajeng tertawa terbahak-bahak melihat kesengsaraan Adeva yang sudah dua kali terkena jitakan maut dari sahabat-nya.


"gk usah jitak kening gue juga kali, sakit tau, " ujar Adeva sambil mengelus kening-nya yang memerah.


"bodo, " ucap Reina dan memeletkan lidah-nya.


entah kenapa Dava hanya diam saja, seperti tidak perduli dengan perdebatan antara Adeva dan sang kekasih.


dan itu tidak luput dari perhatian Ajeng dan juga Anggara dan... Satria?


"ya udah, yuk, " ucap Ajeng sambil mengeluarkan alat tulis dan juga buku catatan.


untuk mencatat apa saja yang akan mereka beli dan juga kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan di puncak nanti-nya.


...****************...


sekarang mereka bertujuh tengah berada di mini market untuk membeli makanan yang akan mereka bawa besok.


Ajeng dan Anggara memilih-milih sosis juga daging sedangkan Reina, Adeva dan juga Dava memilih makanan ringan.


sedangkan Satria dan juga Zaki memilih membeli makanan siap saji dan juga beberapa es krim yang pasti-nya akan mereka makan setelah membayar.


"sosis-nya yang mana ya mas? yang dari daging sapi atau daging ayam? " tanya Ajeng seraya menunjukan dua sosis yang berbeda bahan.


"dua-dua-nya aja... biar lebih enak juga, " ujar Anggara dan langsung di angguki oleh Ajeng.


"beli jagung gk? " tanya Ajeng lagi setelah mengambil beberapa pack sosis.

__ADS_1


"beli lah, kan nanti mau Baroque an masa gk pake jagung, " ucap Anggara sambil mencubit hidung mancung Ajeng.


"iss iya gk usah nyubit kali, " ucap Ajeng dan meninggalkan Anggara.


ia berjalan terlebih dahulu kestan sayuran dan mengambil 5 pack jagung, karena isinya yang besar hanya ada 3 jagung saja dalam satu pack.


setelah mengambil jagung Ajeng melangkahkan kaki-nya menuju freezer untuk mengambil daging potong. setelah ke daging potong Ajeng melangkahkan kaki-nya.


menuju stan khusus jamur, ia mengambil beberapa jamur untuk di buat sayur mungkin, sedangkan Anggara ia setia mengikuti langkah kaki Ajeng dan terus mendorong troli yang sudah terisi.


"udah yuk mas, kita ke kasir paling yang lain juga udah pada selesai, " ucap Ajeng seraya memutar tubuhnya menghadap Anggara.


"enggak mau beli es krim? " tawar Anggara sebelum kembali berjalan.


mata Ajeng berbinar, ia menganggukan kepala dengan sangat antusias yang langsung mengundang kekehan dari Anggara.


"mau ayokk, " aja Ajeng dan berjalan meninggalkan Anggara menuju freezer khusus es krim.


Anggara mengikuti langkah Ajeng yang senang-nya bukan main setelah di tawari es krim. setelah sampai Ajeng mengambil beberapa es krim gagang maupun corn dan juga cup.


"mas yang bayar ya? " ucap Ajeng menatap Anggara.


"iya sayang... udah segini aja? " tanya Anggara.


"udah yuk, " ucap Ajeng sambil tersenyum dan mereka berjalan menuju kasir bersamaan dan berharap saja saat sudah sampai di kasir kedua sahabat dan juga teman Anggara serta kekasih Reina sudah menunggu di kasir.


setelah itu mereka langsung pulang setelah membayar semua belanjaan mereka yang terbilang sangat banyak.


...****************...


"makasih ya mas udah di belanjain es krim, " ucap Ajeng sambil memakan satu cup es krim.


"Sama-sama sayang, " ucap Anggara seraya mengelus pucuk kepala Ajeng yang masih fokus dengan es krim-nya.


"udah bilang sama mamah kalau besok mau kepuncak? " tanya Anggara sambil menyendok es krim-nya.


Ajeng mengangguk sekilas menatap Anggara dan kembali memakan es krim-nya. Ajeng memang seperti anak kecil jika memakan es krim pasti belepotan.


Anggara yang melihat itu di buat gemas dan ia membersihkan es krim yang berada di ujung bibir Ajeng membuat Ajeng membeku seketika dan pipinya berubah menjadi merah.


"hahaha... ya udah mas pulang ya udah sore juga nih, " ucap Anggara.


"ouh ya udah, " jawab Ajeng sambil memanglingkan wajah.

__ADS_1


Anggara bangkit dan berjalan lebih dulu kedepan dan di ikuti oleh Ajeng setelah sampai di depan mobil Anggara.


seperti biasa mereka saling berpesan untuk menjaga diri dan tiba-tiba Anggara memajukan wajahnya sampai....


__ADS_2