Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
Milih Gaun


__ADS_3

pagi ini Ajeng dan kedua sahabat-nya datang ke butik tempat kaka-nya memilih gaun pernikahan. di pernikahan Naya nanti saat akad warna dres sudah di tentukan putih dan juga abu-abu.


Ajeng dan kedua sahabat-nya di beri beberapa pilihan gaun untuk nanti mereka kenakan saat akad Naya.



nah gaun itu yang mereka pilih, sengaja mereka memilih dengan model yang sama. setelah selesai memilih gaun untuk mereka bertiga.


Ajeng membantu Naya mencarikan gaun untuk acara resepsi nanti. ada beberapa pilihan gaun yang mewah namun elegan, membuat Ajeng pun sulit untuk memilih yang mana.


"ini aja kali ka, " usul Ajeng sambil menunjuk gaun berwarna merah ati.


"jangan terlalu mencolok, " jawab Naya.


"kalau yang ini? "


"terlalu terbuka bagian dafa-nya, " ucap Naya tidak setuju.


Ajeng menghela nafas sungguh ia sangat bingung sebenarnya yang mau menikah siapa sih? dia atau kakanya? kenapa jadi Ajeng yang harus memilih gaun.


"ya udah tunggu di sini sebentar, " ucap Ajeng.


Naya hanya mengangguk ia mempercayakan Ajeng untuk memilih gaun karna selera Ajeng hampir sama dengan selera-nya meski selera Naya lebih bagus.


Ajeng melihat-lihat gaun yang di beri tahu oleh pemilik butik, ia terus memperhatikan gaun mana yang paling cocok tidak terbuka dan juga tidak terlalu tertutup.


dan pandangan Ajeng jatuh kepada salah satu gaun yang sederhana namun benar-benar terkesan sangat elegan.


"kaka bagaimana dengan yang ini? " tanya Ajeng.


"ini sangat cocok untuk mu, tidak terlalu terbuka dan terlalu tertutup, " lanjut Ajeng sambil mengajak Naya melihat gaun pilihan-nya.


"wah, emang kaka gk slaah ngajak kamu dek, " ucap Naya.



warna putih susu dengan bagian atas model Sabrina dan sedikit di beri brokat di bagian pinggul hingga dada sangat cocok dengan kulit sang kaka dan gaun itu juga tidak terlalu menonjol.


"gimana ka suka?! " tanya Ajeng.


"banget, makasih ya dek udah di pilihin gaun-nya kaka mau coba dulu sekalian panggil Leon buat coba baju," ucap Naya.


"oke, " jawab Ajeng.


lalu Ajeng meninggalkan Naya yang berganti pakaian mencoba gaun yang ia pilih, lalu ia memanggil calon kaka iparnya dan menyuruh untuk mencoba jas-nya.

__ADS_1


tidak lama dari itu Anggara menghampiri Ajeng ke butik. Ajeng yang melihat kedatangan sang kekasih langsung menghampiri dan memeluk-nya.


"kamu udah ada stelan-nya? " tanya Ajeng setelah melepas pelukan mereka.


"udah kok, udah di urus sama bunda, " jawab Anggara samabil tersenyum.


"ya udah duduk dulu deh, sekalian nunggu ka Naya sama bang Leon selesai coba baju, " ucap Ajeng dan mengajak Anggara untuk duduk di sofa yang sudah di sediakan.


tidak lama dari itu sosok Naya dan juga Leon datang dan di ikuti oleh kedua sahabat Ajeng yang entah dari mana.


"dari mana lo berdua? " tanya Ajeng sinis.


"yeuh lo yang ninggalin njir, " ucap Adeva kesal.


"ck udah deh, mending sekarang kita pulang gue laper, " keluh Reina.


"ya udah yuk pulang aja, " ucap Naya dan di angguki oleh semuanya.


Ajeng dan Anggara berjalan paling terakhir mengikuti mereka ber empat dari belakang. setelah sampai parkiran seperti biasa Anggara membukakan pintu untuk Ajeng.


"makasih, "


setelah Ajeng masuk baru Anggara ikut masuk dan menjalankan mobil-nya ikut dalam keramaian jalan raya.


"kamu gk milih dresscode yang terbuka kan sayang? " tanya Anggara memecah keheningan.


"iya aku gk pilih dress yang terbuka kok, paling cuma bagian pundak aja karna model Sabrina, " jawab Ajeng menjelaskan.


"bagus deh, yang boleh tubuh kamu cuma aku calon suami kamu, " ucap Anggara kemudian.


Ajeng mendelik tidak suka menatap horor kepada Anggara, sungguh ia tidak menyangka jika Anggara ternyata mesum.


"aku gk nyangka ternyata kamu mesum, " ucap Ajeng geleng-geleng.


Anggara terkekeh mendengar penuturan Ajeng, ia mengambil sebelah tangan Ajeng dan di bawa untuk ia genggam dan ia cium punggung tangan-nya.


"aku gk mesum sayang, yang namanya laki-laki melihat hal-hal seperti itu pasti juga akan tergoda sayang, " ucap Anggara menjelaskan.


"aku tahu, tapi gk usah gitu juga kali, " jawab Ajeng kesal.


"hehe udah gk usah di bahas yang penting nanti saat acara pakain kamu sopan biar gk narik perhatian banyak tamu laki-laki, " ujar Anggara memberi pengertian.


"iya aku paham kok, " ja2ab Ajeng sambil mengangguk dan tersenyum menatap Anggara yang fokus menyetir.


"mau makan dimana sayang? " tanya Anggara lagi.

__ADS_1


"mie ayam aja, lagi pengen makan mie ayam aku hehe, " jawab Ajeng sambil terkekeh.


"oke siap kita meluncur haha, " ucap Anggara di akhiri tawa.


15 menit kemudian mereka sampai di tempat mie ayam langganan Ajeng, bukan hanya harga yang murah namun kualitas rasa masakan-nya sangat enak.


"mang mie ayamnya dua ya, " ucap Ajeng kepada mamang penjual mie ayam.


"siap neng Ajeng, segera di buatkan, " jawab mamang penjual sambil mengacungkan kedua jempol-nya.


"sebentar lagi kamu udah mulai skripsi sayang jadi harus rajin belajar, " ucap Anggara memulai kembali obrolan mereka.


"iya aku tahu, tenang aja mas, " jawab Ajeng.


"bagus kalau begitu, " ucap Anggara dan mengacak pelan rambut Ajeng membuat Ajeng kesal.


tidak lama kemudian pesanan mereka datang dan mereka mulai menikmati makan siang sederhana mereka. Ajeng makan dengan sangat lahap membuat makan-nya berantakan dan terdapat saus di pipi Ajeng.


Anggara yang melihat itu mengambil selembar tisu dan mengelap pipi Ajeng yang terkena saus, Ajeng yang di perlakukan seperti itu malu sendiri.


"hehe makasih mas, " ucap Ajeng sambil kembali membersihkan sisa saus.


"makan-nya pelan-pelan gk akan ada yang minta, " ujar Anggara di akhiri kekehan.


"abisnya aku udah laper hehe, " jawab Ajeng.


"ya udah habisin abis ini kita kerumah aku, " ucap Anggara.


Ajeng mengangguk dan kembali memakan mie ayam-nya, 5 menit kemudian makanan mereka habis tanpa sisa, Anggara membayar makanan mereka dan mengajak Ajeng untuk pergi.


"kita ngapain kerumah kamu? " tanya Ajeng setelah mobil kembali berkendara di jalan.


"bunda kangen sama kamu dan hari ini juga adiku pulang dari Amerika, " jawab Anggara.


"kamu punya adik? " tanya Ajeng terkejut.


Anggara mengangguk menjawab pertanyaan Ajeng sedetik kemudian...


plak.


"aw kenapa kamu mukul aku sih? " tanya Anggara kesal.


"kamu gk pernah kasih tahu kalau punya adik yeuh, " jawab Ajeng kesal.


"ya maaf aku lupa sayang, " ucap Anggara terkekeh.

__ADS_1


dan hal itu pun malah semakin membuat Ajeng kesal, membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di rumah Anggara.


setelah sampai Ajeng dan Anggara langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumah yang di sambut dengan hangat oleh bunda dan juga... adik perempuan Anggara yang baru pulang dari Amerika.


__ADS_2