Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
Dosen Baru


__ADS_3

pagi ini Ajeng dan kedua sahabat-nya sudah berada di dalam kelas yang sudah mulai ramai. dengan tidak semangat ia mengharuskan datang karena akan ada informasi tentang skripsi nantinya.


tidak lama dari itu bel masuk berbunyi, yang awal-nya kesal ramai menjadi hening ketika Anggara dosen manajemen bisnis datang dan membawa seorang wanita yang sangat cantik di belakang-nya.


lalu ia menjelaskan kedatangan-nya dan memperkenalkan wanita cantik itu kepada semua mahasiswa dan mahasiswi sedangkan Ajeng menatap aneh kepada Anggara yang terlihat sangat akrab dengan dosen baru itu.


"baiklah silahkan anda perkenalkan diri anda, " ucap Anggara sambil tersenyum.


bahkan Ajeng tidak pernah melihat Anggara tersenyum sangat manis kepada wanita lain selain diri-nya dan juga ibunda Anggara. namun ia tidak mau berfikir negatif terlebih dahulu dan mendengarkan perkenalan dosen baru itu.


"baik trima kasih pak, baik anak-anak perkenalkan nama saya Floryn saya dosen baru di sini dan saya sebagai asisten pak Anggara, " ucap dosen baru itu (Floryn) memperkenalkan diri.


Ajeng sempat terkejut saat mendengar perkenalan itu, namun ia dengan cepat langsung mengubah wajah terkejut-nya dengan tatapan datar. sejak masuk kedalam kelas Anggara enggan menatap-nya meski hanya sebentar.


setelah perkenalan singkat itu kelas pun di mulai, Anggara menjelaskan konsep sedangkan Floryn memperhatikan Anggara dari sudut belakang kelas dan memperhatikan seluruh isi kelas.


sungguh hari ini Ajeng benar-benar bad mood, karena sedari semalam Anggara benar-benar sulit di kabari dan setiap ia menelepon pasti selalu di panggilan lain dan lebih parah-nya Anggara datang dengan wanita cantik alis dosen baru sekaligus asisten-nya.


Ajeng benar-benar tidak fokus dengan materi hari ini, Adegan dan juga Reina yang melihat keanehan dari sahabat-nya itu hanya mengetinyit bingung, apakah mereka berdua sedang bertengkar?


selama sekitar 4 jam pelajaran berlangsung akhirnya pelajaran pun selesai, sebelum keluar Anggara menyempatkan menatap Ajeng yang tengah sibuk membereskan buku-nya namun bukan tatapan biasa yang ia layangkan.


sedangkan Adeva yang melihat tatapan nyalang dari Anggara kepada Ajeng benar-benar kesal. sebenarnya ada apa di antara mereka berdua? setahu-nya mereka berdua sedang tidak berantem.


"eh ke kantin dulu yuk, gue mau makan bakso aci, " ucap Ajeng.


kedua sahabat Ajeng mengangguk tanda setuju lagi pula perut mereka sudah berteriak meminta segera di isi, lalu mereka bertiga berjalan ke kantin beriringan.


ketika sudah berada di kantin mereka bertiga seperti biasa memilih tempat di pojok dan sekarang giliran Adeva yang memesan makanan. setelah memesan makanan sekitar 15 menit kemudian Adeva datang dengan satu nampan isi pesanan merek.

__ADS_1


mereka makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara sama sekali karena lebih fokus mengisi perut mereka yang sudah sangat keroncongan.


setelah mereka selesai makan mereka tidak langsung memutuskan untuk pulang melainkan menetap di kantin sambil bercanda gurau.


saking asik-nya mereka bercanda mereka sudah menghabiskan waktu 2 jam hanya untuk duduk di kantin. Ajeng melihat ke handphone-nya tidak ada notifikasi dari Anggara.


dengan inisiatif-nya Ajeng menelepon Anggara namun tidak di angkat sampai ke 3 kalinya Ajeng menelepon Anggara baru mengangkat telepon-nya.


"kamu di mana mas? " tanya Ajeng ketika telepon sudah tersambung.


"aku udah di rumah... maaf yah, " ucap Anggara menyesal.


"kenapa kamu gk bilang sama aku? " tanya Ajeng lagi.


"maaf sayang, tadi aku harus nganterin Floryn dulu pulang jadi gk sempet kabarin kamu, "


Ajeng yang mendengar itu mood nya semakin hancur, jujur ia sangat kecewa saat Anggara tidak jujur kepada-nya bahkan ia tidak izin dulu kepada Ajeng. tanpa menjawab lagi Ajeng langsung mematikan telepon-nya sepihak.


mereka yakin Ajeng akan cerita jika mood-nya sudah membaik dan mereka kembali melanjutkan mengobrol mereka hingga pukul 3 sore mereka baru pulang ke rumah masing-masing.


Ajeng saat sudah sampai rumah ia langsung menuju kamar-nya, rumah terlihat sepi mungkin mamah sedang arisan dan juga sekarang sudah tidak ada Naya membuat Ajeng sedikit merasa kesepian.


setelah sampai kamar Ajeng langsung melempar asal tas-nya dan menuju kamar mandi untuk melakukan ritual manfi-nya karena keadaan badan yang sangat lengket membuat-nya sangat tidak nyaman.


10 menit kemudian Ajeng keluar dengan hanya menggunakan jubah mandi, ia menuju ke lemari dan mengambil pakaian santai-nya lagi pula ia tidak akan kemana-mana jadi tidak perlu berpakaian rapih pikir Ajeng.


setelah memakai pakaian-nya Ajeng berjalan menuju kasur-nya dan merebahkan diri disana, ia menatap langit-langit kamar-nya menerawang jauh dengan perubahan sikap Anggara yang sangat tiba-tiba.


Ajeng hanya bisa tersenyum kecut saat mengingat perkataan Anggara yang bilang jika ia lupa untuk mengabari-nya dan memilih mengantar dosen baru atau asisten-nya.

__ADS_1


Ajeng menghela nafa, ia memilih untuk bangun dan mengambil handphone-nya yang berada di dalam tas. saat ia membuka handphone-nya ada notifikasi pesan dari Kevin.


Ajeng yang kepo kevin mengirimkan sebuah foto kepada-nya langsung ia buka dan berapa terkejut-nya ia ketika melihat foto itu ada seorang laki-laki dan perempuan yang sangat ia kembali tengah makan siang bersama.


dan seketika semuanya hancur hati Ajeng hancur untuk kedua kali-nya, ia menangis dalam diam sambil melihat cincin yang tersemat di jari kelingking-nya.


sepertinya kali ini Ajeng harus mengikhlaskan lagi, ia bertekat untuk tidak mengganggu orang itu lagi dan saking kelelahan karena terus menangis Ajeng tertidur dengan keadaan mata yang sembab.


...****************...


"haloh, " ucap Anggara.


".... "


"aku udah di rumah... maaf yah, "


".... "


"maaf sayang, tadi aku harus nganterin Floryn dulu jadi gk sempet ngabarin kamu, "


tidak ada balasan dari sebrang telepon dan tiba-tiba telepon mati dari sebelah pihak, Anggara menghela nafas pelan dan kembali memakan makan siang-nya.


"pacar kamu mas? " tanya Floryn.


"enggak bukan, " jawab Anggara cepat.


"ouh... ya udah lanjutin makan-nya mas, " ucap Floryn lagi.


Anggara mengangguk dan kembali melanjutkan makan-nya tanpa ia sadari ada seseorang yang memotret dan juga mendengarkan percakapan mereka berdua.

__ADS_1


orang itu mengepalkan tangan-nya dengan kuat lalu ia mengirim foto itu kepada seseorang dan setelah itu orang itu pergi meninggalkan kedua sejoli itu dengan perasaan yang sangat emosi.


__ADS_2