Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
Pagi yang cerah di mulai dengan skripsi yang meresahkan


__ADS_3

Mereka bertiga, Ajeng, Adeva dan juga Reina sudah berada di kelas entah apa yang membuat mereka berangkat sepagi ini. mungkin karena sudah di kasih tugas untuk skripsi.


"anjirr sumpah semalem gue ngurusin skripsi pusing banget anjirr!" keluh Adeva.


"gk cuma lo doang anjirr, " timpal Reina kesal.


"hehe gue belom ngerjain skripsi.. " cengenges Ajeng.


"buset... oh iya lagi ada masalah ya, jadi gimana hasil-nya? " tanya Adeva kemudian.


Ajeng tersenyum menatap kedua sahabat-nya yang sudah teramat kepo dan terbesit ide untuk menjahili mereka berdua. ia tersenyum jahil.


"jadi...


gantung Ajeng.


" apan anjir cepetan!, " kesal Reina.


dan tiba-tiba suara bel menginterupsi dan dosen langsung masuk kelas dan memulai pelajaran.


"jadi... dosen udah dateng hehe, " jawab Ajeng.


sedangkan Adeva dan Reina yang di kerjai oleh Ajeng hanya bisa mendengus kesal karena dosen manajemen bisnis alis Anggara sudah datang bersama asisten-nya.


dan mereka bertiga fokus dengan apa yang si jelaskan oleh Anggara. sedangkan Anggara tidak fokus menjelaskan karena dari semalam Ajeng benar-benar tidak bisa di hubungi dan ia bersyukur saat melihat Ajeng pagi ini.


dengan keadaan baik-baik saja. ia akan menemui Ajeng nanti setelah jam kelas selesai. sedangkan Floryn asisten Anggara ter memperhatikan kegelisahan Anggara yang terus melirik kearah salah satu mahasiswi.


2 jam kemudian kelas selesai, semua mahasiswa dan mahasiswi kelas Ajeng langsung berbondong-bondong keluar kelas sedangkan Ajeng dan kedua sahabat-nya akan menuju perpustakaan kampus.


mereka akan meminjam buku untuk kebutuhan skripsi mereka. saat menuju perpustakaan handphone Ajeng terus menerus berdering, Ajeng sempat melihat siapa sangka penelepon ternyata Anggara mantan kekasih-nya.


ia lebih memilih mendiamkan handphone-nya dan mengobrol dengan kedua sahabat-nya sambil berjalan menuju perpustakaan. setelah sampai perpustakaan mereka bertiga mencari buka yang mereka butuhkan.


setelah mereka mendapatkan apa yang mereka cari, mereka menuju ketempat penjaga perpus dan meminta izin untuk meminjam buku. setelah itu mereka bergegas untuk pulang karena hari juga mulai panas.


"makan dulu yuk sebelum pulang, " ajak Ajeng.

__ADS_1


"hayuk... laper gue, " ucap Adeva setuju.


sedangkan Reina hanya mengangguk tanda setuju tiba-tiba ada yang memberhentikan jalan mereka berdua, ada seseorang yang menghalangi jalan mereka dan orang itu yang sekarang tengah Ajeng hindari.


"Ajeng... bisa kita bicara sebentar? " tanya Anggara.


sedangkan Ajeng hanya diam menatap datar kepada Anggara sungguh ia sangat sakit hati mendengar orang yang paling ia cintai malah memilih bersama orang lain.


"mau bicara apa lagi? kan udah jelas toh... kalau mau minta maaf mending gk usah, saya udah maafin bapak kok... so jangan ganggu saya lagi, " ucap Ajeng tanpa melihat kearah Anggara.


setelah itu Ajeng mengajak kedua sahabat-nya yang hanya diam menatap sinis kepada Anggara untuk segera pergi dari sana, mood Ajeng benar-benar hancur ketika bertemu dengan Anggara lagi.


sedangkan Anggara menatap kepergian Ajeng dengan perasaan bersalah, jujur dalam hati terdalam-nya ia masih sangat menyayangi Ajeng namun di sisi lain ia juga mulai menyukai Floryn.


entah ia harus memilih yang mana ia bingung, namun Ajeng sudah mundur apakah ini peluang atau bencana untuk-nya? kalau begitu mungkin ini peluang untuk-nya mendekati Floryn lebih jauh.


Ajeng dan kedua sahabat-nya langsung tancap gas menuju cafe yang biasa mereka datangi untuk makan siang mereka. setelah sampai di tujuan mereka memilih tempat yang paling pojok tempat favorit mereka.


setelah itu mereka memesan makan siang dan makan dalam diam.


...****************...


sedangkan Naya yang sedang main ke rumah menutup kuping-nya karena mendengar suara cempreng dari sang adik, sedangkan mamah hanya bisa menggeleng melihat tingkah anak bungsu-nya yang tidak pernah berubah.


"waalaikumsalam... bisa gk sih dek gk usah teriak? " tanya mamah ketika Ajeng sudah duduk di hadapan-nya.


"waalaikumsalam... tau nih, ini rumah bukan hutan tau, " timpal Naya kesal.


"hehe maaf... " ucap Ajeng cengengesan sambil mengangkat dua jari tanda peace.


"kaka tumben di sini kenapa? " tanya Ajeng sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.


"kepooo, " jawab Naya.


sedangkan Ajeng sekarang yang sudah di landa kepo terus menerus bertanya kepada kaka-nya itu. entah apa yang di dalam otak Ajeng namanya juga anak mau main ke rumah orang tua salah? 😒


"namanya anak mamah, ya kalau main kesini berarti kangen sama mamah, " jawab mamah.

__ADS_1


"ihh masa kaka gk kangen sama aku sih? " tanya Ajeng kesal.


"ngapain kangen sama kamu... mending sana mandi bau matahari tahu, " ucap Naya sambil menutup hidung.


Ajeng langsung mencium baju-nya dan tersenyum memamerkan gigi putih-nya, setelah itu ia langsung lari menuju kamar untuk mandi tidak lupa ia izin dulu sebelum masuk kamar. tentunya sambil berteriak.


"adik kamu tuh, " ucap mamah.


"lah... anak-nya mamah tuh, " ucap Naya tidak Terima.


"ah udah ah mamah mau buat disertt, " ucap mamah dan langsung melenggang pergi menuju dapur.


sedangkan Naya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah mamah-nya dan ia kembali melanjutkan acara menonton televisi sambil menyemil makanan.


...****************...


"dia siapa Gar? " tanya Zaki kepada Anggara.


"calon, " jawab Anggara singkat.


"Ajeng mau lo kemanain? " tanya Satria menimpali.


Anggara hanya diam mendengar pertanyaan dari Satria. Satria yang melihat sahabat-nya hanya diam tersenyum sinis, ia menepuk punggung Anggara dan membisikan sesuatu.


"gue harap lo gk akan nyesel bro!" bisik Satria.


lalu Satria meninggalkan Anggara, Floryn dan juga Zaki disalah satu club mewah di ibu kota. lalu di susul juga oleh Zaki yang sama membisikan sesuatu kepada Anggara.


"udah putus? so Ajeng buat gue... sayang cewe sebaik dan sehebat dia di sia-siain! " ucap Zaki lalu pergi meninggalkan Anggara berdua saja.


sedangkan Anggara sudah mengepalkan tangan-nya ketika mendengar ucapan dari Zaki, ia tidak akan membiarkan siapa pun mengambil Ajeng dari-nya. namun ia kembali mengingat jika mereka berdua sudah tidak memiliki hubungan apapun.


sedangkan Floryn mengelus dada bidang Anggara secara sensual dan membisikan sesuatu yang jelas membuat Anggara terkejut, dengan cepat Anggara menolak mentah-mentah karena ia akan memberikan itu kepada istri-nya nanti.


"kenapa sih? kita kan udah pacaran salah ya kalau aku minta itu? " tanya Floryn sensual.


"apa kamu sering melakukan itu?! " tanya Anggara dengan tidak percaya.

__ADS_1


sedangkan Floryn mengangguk membenarkan. lalu dengan cepat Anggara bangkit dan dengan segera meninggalkan Floryn di tempat itu, rasa bersalah kepada Ajeng semakin menyerah di hati-nya.


ia salah memilih dan sekarang ia harus apa? apakah Ajeng akan memaafkan-nya dan kembali bersama-nya lagi? entahlah sekarang Anggara hanya membutuhkan tempat yang tenang untuk menenangkan diri-nya.


__ADS_2