BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 17. Kepergok pulang bersama.


__ADS_3

Seharian ini Bunga menemani Rosi di lokasi syuting, keseruan di lokasi syuting membuat Bunga sedikit melupakan beban hidupnya, dan setelah sore tiba Bunga dan Rosi baru pulang ke rumah.


Sementara Rex yang kemarin dinas ke Bogor, sore hari ini baru saja tiba sampai di rumah, koper berisikan baju milik Rex diambil alih oleh pelayan dibawa masuk ke dalam.


"Putraku Rex kamu sudah pulang." Ibu Erasa memeluk Rex, dua hari tidak bertemu putranya hati merasa rindu, karena biasa sama-sama.


"Di rumah sepi, Bu?" Rex sedikit menengok ke dalam rumah, tidak melihat Rosi atau pun Ayah, saat ini mereka berdua masih berdiri di teras.


Ibu Erasa memegang lengan Rex. "Ayah masih kerja, Bunga menemani Rosi di lokasi syuting, tadi pagi Rosi mengajaknya," jelas Ibu Erasa, yang tanpa Ibu Erasa sadari ucapannya itu mematik api marah dalam hati Rex, Ibu Ersa tidak tahu bila Rex tidak suka dengan kedekatan Bunga dengan Rosi.


Sebenarnya kedekatan itu wajar karena Rosi adalah adik iparnya, namun Rex tidak mempedulikan apa pun status itu, intinya semua laki-laki, Rex tidak suka Bunga dekat dengan semua laki-laki.


Wajah Rex yang selalu dingin tidak membuat Ibu Erasa curiga bila pria itu saat ini sedang marah.


"Ayo masuk, Nak?" Baru saja mau melangkah masuk ke dalam rumah, tiba-tiba mendengar suara deru mobil yang memasuki pelataran rumah, Rex dan Ibu Erasa menoleh ke belakang bersamaan.


Rosi dan Bunga yang saat ini berada di dalam satu mobil, belum menyadari bila di teras rumah sudah ada dua orang yang menunggu mereka datang.


Bunga dan Rosi sama-sama menyembul keluar dari dalam mobil masih ada tawa kecil, keduanya sepanjang jalan menuju pulang membahas hal lucu, membuat Bunga terus tertawa.


Keduanya berjalan bersama untuk memasuki rumah, senyum dan tawa yang tadi begitu merekah kini berangsur-angsur memudar di wajah Bunga, berubah ketakutan saat matanya menangkap sosok pria yang saat ini sedang berdiri di samping Ibu Erasa, lengkap dengan tatapan tajam pria itu ke arahnya.


Dia sudah pulang, dia pasti tadi melihat senyum-senyum aku bersama Rosi, dia pasti marah, haduh bagaimana ini, lihatlah dia sampai menatap aku setajam itu, batin Bunga yang perlahan membawa kepalanya menunduk.


"Hei Bunga kemarilah, suami pulang kamu harus menyambutnya." Ibu Erasa menarik tangan Bunga, kemudian disatukan dengan tangan Rex. "Sekarang temani suami kamu istirahat di dalam kamar." Ibu Erasa sedikit mendorong tubuh Bunga dan Rex untuk segera masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Ibu tolong aku Bu, jangan suruh aku masuk ke dalam kamar bersama anakmu yang mengerikan ini! lihatlah dia begitu kuat mencengkram tanganku Bu, batin Bunga seraya terus mengikuti langkah kaki Rex, yang saat ini pria itu memegang tangan Bunga menariknya untuk terus mengikuti langkahnya.


Rex saat ini terlihat begitu mengerikan, Bunga sampai tidak berani menatap wajah pria itu, dan sepanjang berjalan menuju kamar Bunga terus menundukkan kepalanya.


Baru saja pintu kamar dibuka, Bunga yang belum siap apa-apa, tiba-tiba tubuhnya dilempar ke atas ranjang dengan kasar.


Brukk!


Ah! Bunga terkejut yang saat ini posisinya berbaring di atas ranjang, tidak merasakan sakit di badan, tapi merasakan sakit di hati, saat tiba-tiba Rex berada di atas tubuhnya, Pria itu menarik rambut Bunga.


"Ah! Tuan sakit," ucap Bunga dengan meringis kesakitan, Rex sedikit mengendurkan tarikannya di rambut Bunga.


Bunga matanya terpejam air matanya sudah mengalir membasahi pipi, Bunga tubuhnya gemetar, benar-benar rasa takut menyerangnya saat ini.


"Kenapa kamu tidak menuruti perintah aku, hah!" Rex sedikit menarik rambut Bunga lagi, supaya Bunga mau menjawab.


Sekarang Bunga merasa tubuhnya sedikit ditindih, Bunga melengos saat hembusan nafas Rex menerpa wajahnya.


"Jangan membuat aku marah Bunga, kali ini kamu aku maafkan, jika sampai kamu tidak berubah dan tetap melakukan hal yang sama, aku akan benar-benar menghukummu!"


Bunga hanya bisa mengangguk kecil dan air mata semakin deras membasahi pipi, mendengar ucapan Rex yang penuh penekanan.


Bunga merasakan ranjangnya bergerak, bertanda Rex sudah menjauh dari atas ranjang, Bunga perlahan membuka mata, menarik selimut lalu menggigit ujung selimut itu dengan derai air mata.


Kau marah hanya aku dekat dengan adikmu sendiri, padahal kami tidak miliki hubungan apa pun, sebenarnya perasaan seperti apa yang kamu miliki untuk aku, batin Bunga di tengah tangisnya.

__ADS_1


Sementara Rex, pria itu kini tengah berada di ruang kerjanya, setelah keluar dari kamarnya, kini Rex menatap telapak tangannya yang baru saja menarik rambut Bunga.


Rex memukul tangannya itu dengan tangan satunya, merasakan sakit juga, yang mungkin tidak seberapa dengan sakit yang Bunga rasakan.


Dalam hati kecilnya, Rex tidak suka melihat Bunga dengan pria lain dalam arti dirinya cemburu, karena Bunga sama Rex hubungannya sangat dingin, tidak sehangat yang Rex lihat bila Bunga sedang sama Rosi.


Tanpa Rex sadari, semua itu penyebabnya adalah dirinya sendiri, yang terlalu bersikap dingin seolah membuat jarak yang tidak bisa digapai.


"Aku hanya tidak suka, iya aku hanya tidak suka, ini bukan cemburu, ini bukan cemburu!"


Arghhhh!


Rex frustasi sendiri dengan pikiran yang saat ini memenuhi otaknya, Rex menyangkal bahwa apa yang dirinya rasakan saat ini sebatas tidak suka bukan cemburu.


Rex mengurung diri di ruang kerja sampai malam tiba, Bunga sudah membersihkan diri, setelah mandi wajah Bunga tampak terlihat lebih segar.


Bunga malam ini tidak turun ke bawah untuk makan malam bersama, karena masih takut dengan Rex.


Dan sepertinya takdir sedang ingin bermain-main dengan Bunga, saat dirinya ingin menghindari Rex, ternyata pria itu malah masuk ke dalam kamarnya, Bunga pura-pura fokus menyisir rambut seolah tidak melihat Rex yang baru datang.


Saat mendengar suara pintu kamar mandi yang ditutup dengan kencang, Bunga memegangi dadanya, niat nya tadi tidak ingin makan malam bersama, tapi setelah ada Rex di kamarnya, Bunga milih keluar dan ikut makan malam.


Setelah makan malam berlalu dan semua orang sudah nampak pada tidur, Rex belum tidur masih duduk di ruang kerjanya, Rex terus memikirkan caranya menjauhkan Bunga dari Rosi.


Ibunya tadi sudah bercerita padanya bila Bunga sudah keluar dari kerjanya.

__ADS_1


Dan hal ini menjadi kesempatan baik untuk Rex memutuskan ingin pindah rumah, karena ini jalan satu-satunya supaya Bunga dan Rosi jarang bertemu.


__ADS_2