BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 7. Ahir pekan.


__ADS_3

Bunga hanya menatap nanar pintu yang kembali di tutup oleh Rex dari luar.


Dia adalah Daddy kamu Nak? meski bukan Daddy kandungmu, tapi dia akan menjadi Daddy kamu selamanya, maafkan Mommy yang belum bisa membuat Daddy kamu mencintai kamu, sampai tega membuat Mommy jatuh.


Bunga mengusap air matanya, memposisikan duduk di sofa yang benar, karena tadi dalam posisi jatuh berbaring di atas sofa.


Bunga tertunduk masih dengan menangis, selain hatinya yang sakit atas perlakukan Rex, kondisi Bunga yang lagi hamil, membuat dirinya gampang bersedih, mudah untuk menangis.


Merasa tidak ingin larut-larut dalam kesedihan, Bunga kembali berjalan menuju ranjang dengan langkah terseok-seok.


Sampai di ranjang, Bunga duduk di pinggiran ranjang, lalu membuka perban di telapak kakinya, setelah perban terlepas sempurna, seketika Bunga bisa melihat telapak kakinya kembali mengeluarkan darah.


Bunga menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa perih itu, karena saat ini Bunga kembali memberikan obat di telapak kakinya. Setelah selesai memberi obat, Bunga kembali memperban telapak kakinya.


Berbaring di atas ranjang seraya menarik selimut untuk menutup tubuhnya sampai batas leher. Bunga langsung tertidur karena sudah merasa mengantuk serta tubuhnya yang lelah.


Hari-hari selanjutnya Bunga masih merasakan telapak kakinya sakit, Ibu Erasa juga sampai merasa khawatir, Bunga kesusahan berjalan hingga tidak masuk kerja, Ibu Erasa membawa Bunga ke rumah sakit untuk mengobati kaki Bunga, Ibu Erasa yang sangat menyayangi Bunga malah menjadi perawat khusus untuk Bunga, Rex yang melihatnya saja sampai tersentuh hatinya.


Dengan rasa sayang dan cinta Ibu Erasa merawat Bunga, telapak kaki Bunga ahirnya sembuh setelah dua hari dari pengobatan di rumah sakit.


Dan pagi ini adalah ahir pekan, Ibu Erasa yang melihat Bunga sudah bisa berjalan sungguh sangat bahagia, dan ingin mengajak Bunga jalan-jalan.

__ADS_1


Saat ini semua sedang berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi. Rosi yang baru datang menarik kursi di samping Bunga dan duduk di sana, sementara Rex duduk di sebelah ibunya, pria itu saat ini sedang minum teh hangat, sedangkan Ayah Ciko duduk di kursi utama, sebagai kepala rumah tangga.


Piring sudah berada di depan masing-masing, Ibu Erasa mengambil nasi lebih dulu untuk suaminya serta lauk dan sayur, kemudian mengambil untuk dirinya sendiri.


Sekarang berganti Rosi yang memegang centong nasi, Bunga hanya bisa menunggu gilirannya meski sudah merasa lapar banget.


Namun tiba-tiba, Rosi meletakkan nasi di piring Bunga, bukan di piring miliknya.


"Nasi untuk kakak ipar," ucapnya, yang kemudian mencapit ikan goreng."Wanita hamil sangat bagus bila sering memakan ikan," timpalnya lagi seraya meletakkan ikan goreng di piring Bunga. "Banyakin sayur juga sangat bagus untuk ibu hamil," ucapnya lagi yang juga memindahkan sayur ke piring Bunga.


Selama membantu Bunga mengambilkan sarapan pagi, Rosi wajahnya tersenyum ramah, Bunga tersentuh dengan sikap baik adik iparnya itu.


"Makanlah Kaka ipar," ucap Rosi seraya menoleh menatap Bunga, yang malah diam saja belum mau memakannya, namun kini Rosi sedang mengambil nasi dan lauk serta sayur untuk dirinya sendiri.


"Dari dokter Ayah," jawab Rosi sembari menyuap nasi campur lauk ayam goreng.


Ayah Ciko manggut-manggut, sembari menyuap makanan ke dalam mulut, Ayah Ciko melirik putra pertamanya Rex, pria itu hanya diam saja tetap fokus dengan makannya, sepertinya tidak tersinggung sama sekali dengan obrolan ini.


Selama beberapa Minggu ini pernikahan putranya yang terjalin, selalu Ayah Ciko perhatikan, hanya perhatikan saja tidak sampai mencampuri urusan mereka berdua, karena Ayah Ciko yakin bila Rex bisa mengambil keputusan yang tepat di masa depan.


Saat ini boleh tidak mencintai, atau tidak peduli, tapi cinta bisa datang seiring waktu berjalan, Ayah Ciko berharap dalam hatinya, bila Rex dan Bunga nantinya bisa saling mencintai, sembari terus menyuap nasi sarapan pagi Ayah Ciko terus menatap Rex.

__ADS_1


Sarapan pagi sudah selesai, Rex kini sudah berdiri mau melangkah pergi dari tempat tersebut, namun tiba-tiba pergelangan tangannya di pegang Ibu Erasa. "Rex, kamu bisa temani Ibu belanja di Mall, Nak?"


Rex menatap Ibunya kemudian berganti menatap Bunga dan Rosi. "Aku tidak bisa Ibu, pergilah dengan Rosi," ucap Rex dingin seraya melepas tangan Ibunya, yang kemudian langsung melenggang pergi.


Ibu Erasa hanya bisa menghela nafas panjang mendapat penolakan dari Rex, Rosi yang tidak ingin melihat ibunya bersedih, langsung buka suara.


"Ibu, ayo Ibu mau kemana? Rosi akan mengantar kemana pun Ibu mau pergi?" Rosi tersenyum seraya mengusap punggung tangan Ibunya.


"Ayo? bila begitu kita bersiap sekarang," ucap Ibu Erasa dengan semangat. "Bunga, kamu ikut ya sayang?" Ibu Erasa langsung berdiri berjalan menghampiri Bunga, dan langsung mengajak Bunga menuju kamar untuk bersiap.


Bunga sudah mandi, jadi hanya perlu berganti pakaian saja, sembari membawa tas kecil, setelah itu keluar kamar, di dalam kamar tadi ada Rex yang lagi duduk di atas ranjang, mata pria itu masih terus fokus dengan ponselnya, Bunga sibuk jalan ke sana ke mari, pria itu tidak peduli, menengok pun tidak.


Kini Bunga dan Ibu Erasa sudah berada di depan mobil, Rosi membukakan pintu mobil untuk dua wanita yang ia jaga, Ibu Erasa dan Bunga tersenyum, menutup pintu mobil kembali, setelah Bunga dan Ibu Erasa masuk ke dalam. Yang kemudian di susul Rosi yang duduk di kursi kemudi, saat ini Rosi yang akan menyetir mobil.


Selama perjalanan suasana di dalam mobil mencari, ada canda tawa dari Ibu Erasa dan juga Rosi, Bunga hanya sebagi pendengar setia, sesekali Bunga juga ikutan menimpali.


Karena saat ini masih pagi, sekitar pukul setengah sepuluh, mobil menuju taman ragunan, hanya hiburan biasa, melihat hewan-hewan di dalam sana.


Berbagai macam jenis hewan hampir ada di sana, Bunga memberi makan monyet dengan pisang, banyak hewan juga yang sempat di beri makan, sampai tiba siang hari, sudah merasa lelah, kini berganti menuju mall, yang akan makan siang sekalian nanti di sana.


Mobil sampai hanya menempuh waktu tiga puluh menit, mereka bertiga masuk ke dalam mall bersamaan, sebelum belanja keperluan, mereka menuju restoran terlebih dahulu, ada ibu hamil kasian bila harus menahan lapar.

__ADS_1


Restoran KFC, menu makanan siang hari ini adalah ayam goreng krispi, sembari makan mereka bertiga juga diselingi pembicaraan yang menimbulkan suara tawa.


Bunga dalam hati merasa bahagia, karena diperlukan baik oleh mereka, kecuali Rex suaminya yang masih bersikap dingin dan sombong dengannya, mengingat itu Bunga merasa sesak dalam hati.


__ADS_2