
Tujuh bulan kemudian.
Tidak terasa waktu yang sudah Bunga jalani hidup bersama Rex sudah berbulan-bulan lamanya.
Pahit asam manis kehidupan telah Bunga lalui, hingga saat ini Bunga sudah merasa terbiasa akan semua itu.
Kesehariannya hanya menjalankan kewajiban sebagai istri, menurut tidak pernah membantah.
Tidak berani menyalakan api amarah suaminya, yang sampai sejauh ini masih bersikap sama, angkuh dan tidak perhatian.
Bunga tidak mengeluh apa pun yang sedang dirinya rasakan, mau pun tengah malam tiba-tiba lapar, Bunga akan memasak sendirian, tidak membangunkan suaminya.
Semenjak dua bulan terakhir, Rex sudah mau tidur bersama Bunga, berawal Bunga sakit demam tinggi, pria itu mengurusnya sampai Bunga sembuh.
Meskipun komunikasi antara Bunga dan Rex masih terbilang buruk, yang jarang tegur sapa, hanya bila ada hal penting maka Rex akan bertanya pada Bunga.
Apa pun perubahannya walau pun sedikit demi sedikit, Bunga akan tetap mensyukuri, meski terkadang hatinya ingin serakah bisa dicintai Rex.
Tidak bisa dipungkiri bila Bunga mulai mencintai suaminya itu, dan ingin dibalas cinta pula.
Selain Rex juga tampan dia adalah suaminya, yang sudah sepantasnya Bunga mencintai Rex.
Bahkan Bunga sampai datang ke makam Kevin sang mantan kekasihnya, ayah dari bayinya, hanya karena meminta restu bila Bunga mulai mencintai suaminya.
Kevin akan tetap berada di hati Bunga, tidak mungkin akan terlupakan, posisinya tidak akan tergantikan, tetap yang pertama yang pernah Bunga cintai setelah ayahnya.
Hanya saja sekarang keadaan yang berbeda, Bunga miliki suami, tentu sudah sepantasnya Bunga mengikhlaskan masa lalunya dan membuka hati untuk lembaran baru.
Wanita cantik itu berusaha tersenyum selalu, dalam keadaan apa pun, belajar kuat dan tegar, semua kesendirian yang dirasakannya mengajarkan untuk mandiri, tidak pernah mengeluh dan mengaduh pada suami. Begitulah hari-hari yang bunga lalui selama ini.
Dan seperti hari ini, Bunga melakukan pekerjaan rumahnya dengan tersenyum, sembari memasak menyiapkan sarapan pagi, Bunga mengusap perutnya yang sudah mulai membesar.
Saat ini kandungannya memasuki delapan bulan, bila mengikuti umumnya usia kehamilan, maka bulan depan Bunga akan melahirkan anak pertamanya.
__ADS_1
Tidak terasa masakan pun kini sudah matang, Bunga menyajikan di atas meja makan, menutupinya dengan tuding makanan.
Bunga tersenyum setelah lelahnya memasak terbayar dengan hasil masakan yang dibuat khusus untuk suami.
kwetiau goreng adalah menu makanan kesukaan Rex, walau tidak banyak, tapi Bunga juga sedikit tahu makanan kesukaan Rex.
Pelan-pelan Bunga mencari tahu apa pun yang Rex sukai dan yang tidak Rex sukai, niatnya sudah bulat ingin dicintai Rex, membuat pria itu jatuh cinta padanya.
Orang bilang mengatakan berawal dari masakan, seseorang bisa berubah jadi cinta, Bunga berharap menjadi wanita salah satunya.
Tepat pukul tujuh pagi, Rex mendatangi ruang makan, sudah lengkap dengan pakaian kerja, hanya saja dasinya belum dirinya pasang.
Bunga yang melihat dasi belum terpasang, tangannya gemas ingin memasangkan, tapi tidak punya keberanian.
Sejak di dalam kamar tadi, Rex sudah mencium aroma masakan lezat, dan ternyata benar saja, saat membuka tuding makanan ada kwetiau goreng kesukaannya.
Rex langsung menyantapnya tanpa mempedulikan Bunga yang juga duduk di sana, ikut sarapan juga.
Aku bahagia Kak, meski hanya bisa melihat kamu memakan makanan masakan aku, semoga suatu hari cintaku terbalas, maafkan aku yang kini mencintaimu, batin Bunga sembari menyuap makanan ke dalam mulut.
Ya seperti itulah selama ini setiap harinya, mungkin sikap cuek dan dingin tidak berubah, hanya ibarat mengucap satu kata saja, bagaikan beban berat baginya.
Tapi Bunga memaklumi, intinya pelan-pelan berjalan pasti, Bunga menerima dengan ikhlas, menanti dengan bahagia, siap membuka tangan untuk memeluknya.
...----------------...
Versi yang dirasakan Rex selama tinggal bersama Bunga.
Awal niat mengajak Bunga pindah rumah, hanya karena marah melihat Bunga dekat dengan adiknya, tanpa disadari itu disebut cemburu, hanya saja belum menyadari.
Satu hari mulai tinggal berdua saja, melihat wajah ketakutan Bunga setiap kali wanita itu melihatnya, Rex sadar sudah pernah melakukan kekerasan fisik saat masih tinggal di rumah orang tuanya, dan berpikir bila Bunga takut karena hal itu.
Meski Rex tidak bisa merubah wajah datarnya dan suara dinginnya menjadi ramah tamah, perlahan-lahan sudah tidak melihat wajah ketakutan Bunga lagi, meski Rex tidak tahu penyebab Bunga tidak takut lagi itu apa?
__ADS_1
Meski kadang Rex membentaknya memarahinya, tapi Bunga sudah tidak pernah lagi masang wajah takut, yang dilihat Rex gadis itu selalu tersenyum, wajahnya nampak berseri, tanpa makeup tapi terlihat cantik.
Kesabaran Bunga, diam-diam menyentuh hati Rex, mulai mengakui bila Bunga wanita luar biasa, mulai mengagumi kesabaran yang Bunga miliki.
Sudah mulai menyukai, bahkan tidak sekedar menyukai wanitanya, tapi juga masakan yang Bunga buat.
Namun lagi-lagi Rex masih menyangkal bahwa itu semua bukan perasaan cinta, tapi hanya sekedar peduli.
Kadang sok bersikap cuek tidak peduli saat mau pergi, tapi hatinya ingin Bunga memanggil namanya.
Hal yang selalu Rex lakukan bila di ruang kerjanya, duduk bekerja sembari memeluk baju Bunga, aroma wangi baju itu membuat pikirannya tenang, baju yang Rex curi saat dijemur Bunga.
Apa kah ini masih disebut bukan cinta? apa kah ini masih dibilang sekedar rasa peduli? padahal jelas-jelas saja Rex bucin sampai mencuri baju milik Bunga di bawa ke tempat kerja.
...****************...
Dering ponsel berbunyi, Rex yang sedang duduk di kursi kerjanya, segera menyambar hp dan mengangkat ponselnya.
"Rex cepatlah pulang nanti malam acara tujuh bulanan kehamilan Bunga," suara Ibu Erasa di sambungan telepon.
"Baik, Bu. Rex akan segera pulang." Setelah berkata demikian, sambungan telepon dimatikan, Rex kembali sibuk kerja masih ada satu jam lagi untuk waktu dirinya pulang cepat.
Acar tujuh bulanan hanya membagikan makanan bagi orang yang kurang mampu, berupa makanan mentah juga ada makanan matang, serta sedikit uang.
Dan semua itu sudah terselesaikan, dibantu beberapa orang suruhan Ayah Ciko, dan saat ini semua keluarga Ayah Ciko sedang berkumpul di ruang tengah menunggu Rex pulang.
Tepat pukul lima sore, Rex sampai di apartemen, kedatangannya di sambut kedua orang tuanya, Rex memeluk mereka berdua.
"Putraku yang baik, ayo peluk istri kamu katakan terimakasih, dan bicaralah dengan calon anak kalian, usap perut Bunga," ucap Ibu Erasa dengan lembut sembari menangkup wajah Rex, pria itu hanya diam mematung, bingung harus bagaimana.
Sementara Bunga yang mendengar ucapan Ibu Erasa malah jadi malu-malu sendiri, karena ini akan menjadi pertamanya Rex mengusap perutnya.
Tidak ingin melihat Ibunya kecewa yang terlihat penuh harap, ahirnya Rex melakukan perintah ibunya.
__ADS_1
Rex berdiri di depan Bunga yang saat ini juga berdiri, entah apakah Bunga salah merasakan, tapi yang pasti saat ini Bunga merasakan dipeluk erat serta pelukan hangat yang diberikan Rex.
Aku mencintaimu Kak, batin Bunga sudut matanya meneteskan air mata.