BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 31. Melawan Gea.


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan malam, Rex dan Bunga saat ini sedang duduk di atas ranjang, mereka berdua sedang melihat nama-nama bayi di google.


Kepala Bunga di pundak Rex, tangan keduanya saling menggenggam sembari menggenggam satu hp.


"Menurut Kak Rex bagus yang mana?" tanya Bunga sembari matanya terus melihat nama-nama bagus di google.


"Semua bagus aku juga bingung."


"Iya, semua bagus, kalo nama Korea gitu bagus tidak?" Bunga melirik ke atas wajah Rex.


"Jangan nama-nama Korea lah, kan kita orang Indonesia."


Bibir Bunga mengerucut tajam. "Kak Rex, tidak apa-apa lah, kan bagus."


Rex menciumi puncak kepala Bunga. "Sudah tidak ada nama korea-korea an, sekarang ayo tidur sudah malam."


Rex mendorong wajah Bunga dengan wajahnya, kemudian mencium bibir Bunga penuh menuntut.


Menarik selimut sampai batas leher, meraih saklar lampu dimatikan menjadi remang temaram.


Selimut bergerak-gerak entah sedang apa orang di dalam sana.


Keesokan harinya.


Bunga yang saat ini sedang belanja di supermarket, mau membeli kebutuhan rumah yang sudah habis, ditemani dua pelayannya.


Keranjang yang pelayan bawa masih belum penuh, baru beberapa barang yang masuk, karena baru sampai.


Bunga menuju ke arah beras-beras, mengambil satu dimasukkan ke dalam keranjang, kemudian berjalan lagi ke arah minyak goreng, mengambil empat biji kemudian dimasukkan ke dalam keranjang.


Bunga tertarik ingin membeli parfum, Bunga mengajak dua pelayannya untuk berjalan ke arah parfum.


Bunga melihat-lihat parfum di depannya, setelah menemukan yang cocok Bunga mau mengambilnya, botol parfum itu sudah Bunga pegang, namun tiba-tiba dalam waktu bersamaan ada konsumen lain juga memegang botol parfum tersebut, kini tangan mereka saling memegang.


Bunga menoleh melihat siapa orangnya, alangkah terkejutnya setelah melihat orang tersebut adalah Gea.

__ADS_1


Gea juga sama-sama terkejutnya melihat Bunga ada di depannya saat ini, bahkan sama-sama menginginkan parfum yang sama.


"Maaf, ambillah jika kamu mau," ucap Bunga, kemudian mau berlalu dari tempat tersebut, perasaannya tidak nyaman berlama di sana.


"Tunggu."


Suara Gea menghentikan langkah Bunga, kini kembali menoleh ke belakang.


Gea meletakkan parfum tadi ke ranjang yang dipegang oleh pelayan Bunga. "Aku tidak sudi memakai parfum yang botolnya sudah kamu pegang!" bicara ketus dengan wajah sinis.


Bunga hanya beristighfar dalam hati, ucapan Gea benar-benar menyakiti hati. "Anda bisa mengambil parfum botol yang lain, tidak harus botol yang sudah saya pegang tadi."


"Itu tidak perlu! bagiku semua sama saja, awalnya aku menyukai parfum itu, setelah aku tahu kau juga menyukai, aku tidak sudi membeli parfum yang sama dengan punyamu!"


"Terserah Anda mau bicara apa, aku mau pergi."


Lagi-lagi langkah Bunga harus terhenti saat Gea menahannya, kini Gea memegang lengan Bunga, Gea mendekati Bunga dan berbisik di telinga Bunga, "Bersiaplah sebentar lagi kau akan menjanda, karena aku akan merebut kak Rex dari tanganmu." Gea menjauhkan wajahnya seraya tersenyum sinis.


Gea melipat kedua tangannya di depan dada, dirinya sangat yakin bila Bunga akan langsung terpengaruh ucapannya tadi, karena tujuan Gea, perlahan-lahan ingin merusak rumah tangga Rex besama Bunga.


Bunga tertawa, menertawakan ucapan Gea yang terdengar lucu baginya, Gea menyipitkan matanya menatap tidak percaya melihat Bunga yang saat ini malah tertawa, terkejut juga.


Bunga menatap intens ke arah Gea, tawanya sudah berhenti berganti senyum menyebalkan. "Anda sepeti wanita yang kekurangan laki-laki di dunia ini, mengapa harus menyukai yang sudah beristri? bila yang masih lajang banyak di luaran sana."


"Anda malah memilih untuk merendahkan harga diri Anda sendiri," lanjut ucapan Bunga masih disertai senyum menyebalkan.


Gea marah mendengar ucapan Bunga yang begitu menampar dirinya, Gea tidak terima dibilang seperti itu oleh Bunga.


"Kamu!" Gea mengangkat tangannya bersiap mau menampar pipi Bunga, namun dengan segera Bunga menahan tangan Gea dan menghempaskan tangan itu.


"Ini tubuh saya, Anda tidak berhak main menyakiti tubuh orang lain!" bentak Bunga seraya menunjuk wajah Gea.


"Jika Anda tidak suka dengan perkataan saya, lalu perkataan yang pantas seperti apa untuk wanita yang mau merebut suami orang, hah!" Bunga mendorong bahu Gea, seraya matanya melotot.


"Jika Anda ingin disebut seorang ratu dan dihargai, bukan seperti ini cara Anda, cintai pria yang masih lajang, bukan pria yang sudah beristri."

__ADS_1


Jleb! langsung menusuk hatinya Gea.


Bunga pergi dengan tatapan kesal ke arah Gea.


Gea mengepalkan tangannya menatap benci ke arah Bunga, tidak ada keburukan baginya untuk mencintai Rex dan siap akan merebut pria itu.


"Lihat saja, aku akan buat wanita hamil itu menyesal, karena sudah berani mengataiku seperti itu!" Gea bicara marah, tidak terima, kemudian milih pergi dari tempat itu, tidak jadi membeli parfum.


Dua pelayan yang tadi berdiri di samping Bunga mendengar juga melihat seperti apa kejadian tadi, merasa bangga dengan Bunga karena berani melawan pelakor itu, pikir dua pelayan itu.


Tapi juga kasihan dengan Bunga, disaat wanita hamil tidak boleh stres tapi malah mendengar ucapan tidak mengenakan dari pelakor itu, pikir dua pelayan itu lagi.


Mereka berdua tidak bertanya milih diam, cukup menemani Bunga belanja, keranjang belanjaan kini sudah penuh terisi barang-barang yang mau dibawa pulang.


Bunga membayar tagihannya menggunakan kartu black card, sebuah kartu yang pelayan sendiri hanya tahu jumlah uang yang tidak ternilai di dalamnya.


Dua pelayan ketir-ketir ingin bisa memakainya juga, tapi cuma angan-angan saja, mana bisa pelayan menggunakan kartu black card, siapa juga yang ngasih pikirnya, suami saja di kampung kerjanya cuma nyangkul, kok black card black card segala pikirnya.


Setelah transaksi dilakukan, semua barang belanjaan di bawa ke mobil, sopir mobil juga membantu membawa masuk ke dalam mobil.


Bunga bersama satu pelayan duduk di belakang, satu pelayan lagi duduk di depan bersama sopir.


Mobil mulai melaju menuju apartemen, Bunga melihat ke arah jalanan, pelayan di sebelahnya memerhatikan Bunga yang tampak melamun.


Tiba-tiba hp bunga berbunyi bertanda ada pesan masuk, Bunga membuka hp nya, ternyata pesan masuk dari My love, Rex yang kirim pesan.


"Belanja yang banyak tidak usah takut akan habis uangnya, bila habis aku isi lagi kan aku kerja, aku capek juga buat kamu💖."


Bunga senyum-senyum sendiri membaca pesan masuk dari Rex, seketika kesedihannya beberapa menit lalu hilang, Bunga meyakinkan hatinya bahwa Rex tidak akan berpaling dengannya.


Tiba-tiba pesan masuk lagi.


"Sampai rumah langsung istirahat, aku tidak mau anak dan istriku kecapean, tunggu aku pulang, peluk cium dari jauh 💖."


Senyum Bunga melebar, bibi pelayan yang duduk di sampingnya ikutan senyum juga.

__ADS_1


__ADS_2