
Pagi hari ini Bunga dan Rex berangkat ke kota Bogor, belum terencana akan nginap di sana berapa lama, setelah masalah di sana selesai, Rex dan Bunga akan segera pulang ke Jakarta.
Dan ternyata keberangkatan Rex ke Bogor di dengar Gea, saat Rex bicara dengan ayahnya di sambungan telepon, Gea menguping pembicaraan mereka.
Dan pagi ini juga Gea berangkat ke Bogor, dengan alasan mau mengunjungi rumah temannya, padahal untuk merusak liburan Rex dan Bunga.
Gea tidak akan biarkan Rex dan Bunga nyaman di sana, Gea akan buat Bunga tidak betah dan pulang lebih dulu.
Sementara itu mobil yang Rex kendarai saat ini sedang berhenti di pom bensin, Bunga melihat ada penjual nasi uduk, Bunga mau nasi uduk itu, setelah mobil diisi bahan bakar minyak, Rex kembali melajukan mobilnya berhenti tepat di depan penjual nasi uduk.
Bunga membeli nasi uduk itu satu bungkus, karena Rex tidak mau.
Setelah mendapatkan nasi uduk, mobil kembali melaju, hanya kurang beberapa radius meter sudah sampai di tempat tujuan.
Mereka akan menuju hotel penginapan, hotel tersebut tidak jauh dari tempat pabrik milik Rex.
Setelah sampai di hotel, Rex mengajak Bunga masuk ke dalam, melakukan transaksi penyewaan kamar pada receptionist, setelah mendapat kunci membuka pintu, Rex dan Bunga menuju lantai tempat kamarnya berada.
Sampainya di lantai sepuluh, Rex dan Bunga segera mencari nomor kamar 233, setelah menemukan kamar itu, Rex segera membukanya.
Bunga dan Rex masuk ke dalam, Kamar yang Rex sewa ini jendelanya mengarah ke wisata alam yang indah di Bogor.
Saat Bunga membuka jendela, seketika angin sejuk masuk ke dalam dan menerpa wajahnya.
Rex meminggirkan koper yang tadi dibawanya, Rex segera bersiap untuk menuju pabriknya yang lagi bermasalah.
"Kamu di sini saja ya, aku tidak lama nanti akan pulang lagi ke sini," ucap Rex, Bunga yang tadi berdiri membelakangi Rex langsung berbalik dan berjalan mendekati Rex.
"Hati-hati di jalan, aku tunggu kamu pulang." Bunga memeluk Rex.
Rex membalas pelukan Bunga, mencium pipi dan kening Bunga sebelum ahirnya Rex keluar dari dalam kamar.
Saat Rex keluar dari gedung hotel, Gea yang mobilnya baru sampai, tidak jadi membuka pintu mobil, Gea terus memperhatikan Rex sampai Rex menjalankan mobilnya kembali.
Gea tidak jadi masuk ke dalam hotel, Gea milih mengikuti mobil Rex, untuk mengetahui kemana pria itu akan pergi.
Setelah perjalanan sepuluh menit, Rex menghentikan mobilnya tepat di depan anak cabang Wijaya Company.
__ADS_1
Saat Rex masuk ke dalam perusahaan itu, Gea hanya memperhatikan dari dalam mobil, tidak ada niat untuk ikut masuk ke dalam, karena tidak mau bila sampai Rex tahu bila dirinya mengikuti sampai Bogor.
Di dalam anak cabang perusahaan Wijaya Company, Rex langsung mengadakan meeting bersama petinggi perusahaan yang berkerja di sana.
Membahas mengenai alat dalam pabrik itu memang harus di ganti karena rusak, apa lagi bahan properti sangat di perlukan, hari ini juga masalah pembelian mesin baru langsung clear.
Cukup lama Rex membahas masalah dalam perusahaan ini, ternyata banyak masalah-masalah lain juga yang harus di selesaikan.
Sementara Gea milih pergi dari tempat tersebut, menuju hotel lagi, karena harus melakukan pesanan kamar sebelum Rex tiba di sana lagi.
Setelah mobil Gea sampai di hotel, Gea segera masuk ke dalam, dan setelah mendapat kunci untuk kamar sewanya, Gea segera mencari tempat kamarnya berada.
Saat Bunga keluar kamar, sekelebat bayangan seperti melihat Gea, tapi hatinya berkata tidak mungkin bila Gea ada di hotel dengannya.
Tanpa mereka sadari, kamar Gea dan Bunga berada dalam satu lantai.
Pukul enam sore, Rex kembali pulang, Bunga sudah menyiapkan air hangat untuk Rex mandi.
"Bagaimana meetingnya?" tanya Bunga seraya membantu melepas jas yang melekat di tubuh Rex.
"Semua lancar," ucap Rex seraya melepas jam tangan mewahnya setelah jas yang ia pakai berpindah di tangan Bunga.
Sebelum benar-benar membuka pintu kamar mandi, Rex kembali menoleh ke arah Bunga. "Malam ini temani aku bertemu klien ya, di restoran hotel di bawah sana."
"Baik," jawab Bunga, yang kemudian Rex langsung masuk ke dalam.
Satu jam kemudian.
Rex dan Bunga kini sudah berjalan di restoran yang ada di hotel ini, di kursi yang letaknya di ujung sana, ada pria yang yang melambaikan tangan ke arah Rex.
Rex dan Bunga segera menuju ke sana, dia adalah klien yang mau Rex temui sekarang ini.
"Selamat malam Tuan Mudir."
"Selamat malam juga Tuan Rex."
Mereka berdua berjabatan tangan, Rex dan Bunga ikut duduk di sana, Rex memperkenalkan bahwa Bunga adalah istrinya.
__ADS_1
Tuan Mudir tidak masalah dengan adanya kehadiran Bunga, kemudian mereka berdua langsung berbicara yang menjadi tujuan mereka bertemu.
Saat Rex dan kliennya saling bicara, Bunga melihat ke sekeliling restoran ini, yang baru dirinya lihat, tiba-tiba matanya menangkap sosok yang sangat Bunga kenali.
Gea, seperti Gea? batin Bunga yang kemudian pamit pergi sebentar, Bunga mau memastikan orang yang dilihatnya tadi beneran Gea.
Bunga segera berjalan cepat mengejar Gea yang saat ini sedang berjalan ke kamar mandi.
Bunga segera meraih tangan Gea sebelum wanita itu membuka pintu kamar mandi.
Deg.
Gea terkejut saat balik badan mendapati Bunga bahkan saat ini tangannya di pegang Bunga.
Gea menghempaskan tangan Bunga.
Bunga menunjuk wajah Gea. "Mau apa kau ke sini, hah!" bentak Bunga disertai tatapan curiga.
Gea menepis tangan Bunga yang menunjuk wajahnya. "Apa hotel ini milk elo, terserah aku mau datang ke sini!" Gea membuka pintu kamar mandi.
Bunga terdiam masih mencerna ucapan Gea ada benarnya juga, berpikir mungkin dirinya yang terlalu khawatir bila Gea akan mengganggu rumah tangganya.
Bunga kembali lagi ketempat Rex bersama klien, saat Bunga sampai di sana, pembicaraan Rex bersama kliennya sudah selesai.
Tuan Mudir pamit pergi, saat ini tinggal Rex dan Bunga yang duduk di sana.
"Lihatlah ke sana." Rex menolehkan wajah bunga untuk melihat ke atas.
"Apa?" tanya Bunga yang seketika matanya berbinar melihat bunga-bunga api di langit sana.
Rex menciumi pipi Bunga.
"Maaf ya belum bisa mengajak kamu pergi jalan-jalan," ucap Rex dengan tangan memeluk Bunga dari arah samping.
"Ini sudah jalan-jalan kan?" Bunga tersenyum, Rex kembali menciumi pipi Bunga.
Kedua tampak bahagia saling melempar senyum, Gea yang berdiri di ujung sana, mengepalkan tangan saat melihat kemesraan Rex dan Bunga.
__ADS_1
Gea kemudian pergi dengan rasa kemarahan dalam hati.