BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 53. Butuh penjelasan.


__ADS_3

Kemudian ada seorang dokter dan dua perawat yang masuk ke ruang rawat Noumi, Rex membantu Noumi berbaring di atas ranjang, setelah itu membiarkan Noumi diperiksa dokter.


Rex mengambil pisau yang tadi ia lempar ke pojokan ruangan itu, Rex membuangnya ke tong sampah supaya Noumi tidak mengambil lagi.


Noumi saat ini tertidur setelah dokter menyuntikkan obat penenang.


Rex pergi dari rumah sakit untuk mencari Bunga, saat Rex tiba di luar rumah sakit mencari Bunga yang siapa tahu masih berada di area sini, ternyata tidak menemukan Bunga.


Rex menuju parkiran mobilnya mau menemui Bunga di apartemen yang mungkin saja Bunga sudah pulang.


Bunga ternyata sembunyi di balik pohon hias di rumah sakit, Bunga melihat mobil Rex yang baru saja melintas pergi.


Saat ini Bunga tidak mau bertemu Rex, Bunga mau menenangkan diri lebih dulu, Bunga kemudian berjalan meninggalkan area rumah sakit, tidak tahu tujuan mau kemana, Bunga hanya mengikuti kakinya yang terus melangkah yang diikuti air matanya yang terus mengalir tidak mau henti.


Di sepanjang jalan raya yang tidak tahu tujuan mau kemana, Bunga terus menangis. Kejadian barusan yang Bunga lihat membuat hatinya sakit, meski Bunga sadar diri disini Bunga yang salah, tapi tetap saja cinta tidak bisa salah, karena tidak ada satu pun orang yang tahu pada siapa akan jatuh cinta.


Dan sekarang Bunga mencintai Rex tidak hanya sekedar menjadikan sebagai ayah pengganti tapi Bunga benar-benar tulus mencintai Rex.


Dan setelah tahu kekasih lama Rex kembali dan sedang pria itu jaga di rumah sakit sampai tidak jujur pada Bunga, bagaimana mungkin Bunga tidak hancur hatinya melihat kenyataan ini.


Kak Rex belum mencintaiku, gumam Bunga terus menerus mengatakan Rex belum mencintainya yang semakin membuat Bunga menangis pilu.


Di sepanjang jalan yang banyak kendaraan yang lalu lalang, Bunga tidak peduli terus berjalan, sampai tiba-tiba Bunga merasakan bayinya menendang perutnya, Bunga baru sadar bahwa sedari tadi Bunga terus melamun.


"Anakku," ucap Bunga lirih sembari menggigit bibir bawahnya, Bunga mencari tempat duduk, yang kebetulan di depan sana ada halte, Bunga berjalan ke sana dan beristirahat di sana.


Bunga mengusap dadanya yang terasa sesak di dalam sana, disertai air mata yang terus membanjiri pipi tidak mau henti. Bunga tidak tahu apa yang harus Bunga lakukan.


Rasanya sakit luar biasa yang tidak bisa Bunga jelaskan, tanpa tahu harus melakukan apa, Bunga hanya ingin menangis.


Aaaaaa!


Teriak Bunga seolah mengeluarkan sakit di dalam dadanya, sakit tidak berdarah yang dialaminya. Bunga semakin menangis tergugu.

__ADS_1


Di tempat lain.


Rex mencari Bunga di apartemen, saat membuka pintu kamarnya tidak menemukan Bunga.


"Bunga ... Kamu di mana Bunga ..." teriak Rex memanggil Bunga, membuka ruang ganti tidak ada Bunga, membuka kamar mandi juga tidak ada Bunga.


Hah dimana Bunga? Batin Rex bingung tidak menemukan Bunga.


Rex keluar kamar dan memanggil semua pelayannya. Tidak lama kemudian lima pelayannya datang.


"Apa kalian tahu dimana Bunga?" tanya Rex sama semua pelayan di depannya.


Salah satu dari mereka menjawab, "Tadi pamit sama saya Tuan katanya mau keluar."


"Menjelaskan tidak mau pergi kemana?" tanya Rex lagi karena penasaran.


"Tidak Tuan," jawab Pelayan itu yang memang tidak menjelaskan apa pun tadi.


Rex menghela nafas berat.


Rex menyeka air matanya, Bibi Eka dan pelayan yang lainnya juga memperhatikan hal itu.


"Tuan Rex apa Bunga dalam bahaya?" tanya Bibi Eka hatinya merasa cemas, meski dahulu pernah jahat sama Bunga, tapi sekarang Bibi Eka sudah mulai sadar bahwa perbuatannya dulu itu salah, dan sekarang di saat dirinya susah, Bunga lah yang menolongnya memberikan tempat tinggal.


Rex tidak menjawab dan langsung pergi begitu saja, Rex mau mencari Bunga lagi. Rex tidak mau terjadi hal buruk sama Bunga.


"Bunga sekarang pasti bersedih dan menangis, ini semua salahku salahku!" umpat Rex kesal sama dirinya sendiri dan langsung berlari keluar setelah lift terbuka. Sampainya di dalam mobil Rex segera menjalankan mobilnya.


Sembari menyetir mobil Rex melihat sekeliling jalan siapa tahu melihat Bunga, sungguh saat ini Rex sangat khawatir.


"Sayang kamu dimana aku khawatir sama kamu dan bayi kita."


Argh!

__ADS_1


Semua salahku!


Saat ini Rex hanya bisa menyesali perbuatannya karena tidak jujur dari awal sama Bunga, dan penyesalan ini tidak berarti apa-apa karena Bunga sudah terlanjur tahu apa yang dirahasiakannya.


Duarr!


Suara petir menggelegar di atas langit. Tidak lama kemudian turun hujan deras membasahi bumi.


"Bunga." Satu nama itu seketika Rex ucapkan saat mendapati cuaca alam yang buruk, tengah malam dalam keadaan hujan deras angin kencang serta suara petir di langit bersahut-sahutan.


Pencarian Bunga semkin sulit dalam keadaan cuaca alam yang seperti ini, Rex berhati-hati menjalankan mobilnya karena tidak ingin kecelakaan apa lagi banyak kendaraan juga yang masih beroperasi.


Tapi ditengah cuaca buruk ini Rex tidak menyerah akan terus mencari Bunga sampai ketemu.


Di tempat lain.


Bunga baru saja menginjakkan kakinya di lantai lobby apartemen. Baju yang Bunga pakai hanya basah sedikit, karena Bunga pulang menggunakan taksi.


Tapi apa bila diperhatikan tampilan Bunga jujur berantakan, rambut panjangnya yang kusut, serta wajahnya tampak pucat.


Namun karena mereka orang yang di lobby tidak saling kenal jadi tidak ada yang tegur sapa. Bunga langsung berjalan melewati mereka dan menuju lift.


Di dalam lift Bunga bersandar di dinding Lift, sisa-sisa air matanya masih terlihat jelas, Bunga hanya menunduk supaya orang yang saat ini berada di dalam lift juga tidak memperhatikannya.


Setelah lift terbuka, Bunga segera melangkah keluar, sampainya di depan pintu apartemen Bunga langsung menekan tombol password dan setelah terbuka Bunga langsung masuk ke dalam.


Untung di ruang tengah tidak ada siapa-siapa, mungkin para pelayan sudah pada tidur pikir Bunga.


Sampainya di dalam kamar Bunga langsung mandi, berendam di dalam bak mandi selama lima belas menit untuk menenangkan pikirannya yang lagi kacau.


Air matanya masih ada yang jatuh mengalir melalui sudut matanya, hanya sekedar mengingat kejadian tadi, sesakit itulah yang Bunga rasakan.


"Aku tidak akan melarang andai Kak Rex jujur, aku tahu Nona Noumi butuh Kak Rex untuk kesembuhannya, tapi kenapa harus tidak jujur, apa karena Kak Rex tidak mencintai ku."

__ADS_1


Bunga bergumam sendiri mencari jawaban atas semuanya, namun malah membuatnya semakin sakit karena yang bisa menjawab hanya Rex hanya dia yang tau alasannya.


__ADS_2