
Setelah selesai makan malam dilanjut obrolan di ruang keluarga yang damai, menurut semua orang damai, kecuali Gea, wanita itu merasa dalam neraka begitu panas karena melihat Bunga yang terus bergelayut mesra di lengan Rex.
Lihat saja besok akan aku balas tidak kalah panas! batin Gea marah dengan tatapan tajam ke arah Bunga.
Bunga tersenyum-senyum saja merasa berhasil membuat Gea merasakan marah meradang, malahan saat ini Bunga mendekatkan wajahnya ke pipi Rex, membuat Gea semakin tidak terima.
Malam ini Rex tidak menginap, meski Ibu Erasa memintanya, tepat pukul sepuluh malam, mereka berdua pergi pulang.
Setelah Rex dan Bunga pergi, Gea segera masuk ke dalam kamar, membanting pintu dan menguncinya.
Gea marah-marah di dalam kamar, merasa semua rencananya gagal total.
"Aku benci sama Bunga, aku benci sama dia!" teriak Gea sembari beratakin alat makeup sampai berjatuhan di lantai.
Tidak puas hanya itu saja, Gea memecahkan vas-vas bunga di dalam kamarnya.
Gea terus berteriak-teriak dengan air mata yang bercucuran di pipi, sakit rasanya melihat pria yang dicintainya selama ini dipeluk wanita lain.
"Kak Rex aku mencintaimu ..." Gea berteriak yang saat ini duduk di pinggiran ranjang, matanya masih terus menangis.
Cukup lama Gea menangis, sampai tidak terasa ahirnya tertidur.
Keesokan paginya.
Gedung Wijaya Company.
Gea yang melihat seorang cleaning servis, mau mengantar teh hangat ke ruang Sekertaris Zee, Gea hadang.
"Em aku boleh minta tolong?" tanya Gea sembari mengambil alih nampan yang wanita cleaning servis itu pegang.
"Bisa," jawab wanita itu.
"Tolong ambilkan saya minuman di pantry."
Wanita cleaning servis itu langsung berjalan pergi, Gea tersenyum penuh arti, kemudian menaburkan sesuatu ke teh hangat itu.
Menunggu beberapa saat, wanita itu kembali lagi, menyerahkan botol Aqua ke tangan Gea, kemudian menerima nampan yang Gea berikan.
__ADS_1
Gea tersenyum seraya berlalu dari lantai tersebut, sementara wanita cleaning servis itu langsung membawa masuk teh hangat ke dalam ruang kerja sekertaris Zee.
Setelah wanita cleaning servis pergi, Sekertaris Zee meminum teh hangat itu, cuaca yang dingin-dingin akan terasa nikmat bila minum yang hangat-hangat.
Setelah beberapa saat, sekertaris Zee merasa perutnya sakit, melihat arlojinya, bahwa sebentar lagi akan ada meeting di luar, sekertaris Zee langsung pergi ke kamar mandi, tidak lama kemudian keluar dari sana, sudah merasa enakan, namun tiba-tiba sakit lagi, masuk ke kamar mandi lagi.
Masuk keluar masuk kamar mandi sampai berkali-kali, kini tubuh Sekertaris Zee mulai terasa lemas.
Hp nya bunyi telepon dari Rex.
"Maaf Tuan saya sedang sakit," jawab sekertaris Zee di sambungan telepon.
Rex langsung mematikan sambungan telepon, dan segera berjalan ke ruang kerja sekertaris Zee, sampai di sana Rex melihat Sekertaris Zee yang wajahnya sudah tampak pucat.
"Jika begini aku tidak bisa memaksa kamu ikut denganku," ucap Rex setelah melihat keadaan Sekertaris Zee separah itu.
"Maafkan saya Tuan, yang tidak bisa menjaga kesehatan saya." Sekertaris Zee merasa bersalah.
"Baiklah tidak apa-apa, sekarang kamu ke rumah sakit lah."
Sekertaris Zee mengangguk, sembari memegangi perutnya yang terasa sakit.
Tiba-tiba Gea datang, kini sedang berdiri di ambang pintu, bibirnya tersenyum melihat sekertaris Zee sakit, tapi Gea pura-pura perhatian.
"Sekertaris Zee, Anda sakit?" tanya Gea kini sudah berdiri di samping Rex.
"Oh, ya. Hari ini Kak Rex ada meeting bersama klien kan, lalu bagaimana jika sekertaris Zee sakit?"
Rex hanya diam, Sekertaris Zee juga diam tidak miliki usul.
"Ah, Kak. Bagaimana jika aku saja yang saat ini menemani Kak Rex, susah lho Kak persentase itu, tidak mungkin kan jika Kak Rex seorang CEO, akan persentase sendiri."
Ucapan Gea membenarkan semuanya, karena tidak mungkin Rex akan persentase sendirian, tidak ada pilihan ahirnya Rex mengijinkan Gea untuk menggantikan sekertaris Zee untuk sementara.
Gea makin puas dalam hatinya, kali ini rencananya berhasil, senyum-senyum sendiri sembari berjalan di belakang Rex yang saat ini menuju lift.
Keluar dari lift lantai satu langsung menuju mobil yang sudah disiapkan di luar sana, hari ini Rex pergi membawa sopir, biasanya sekertaris Zee yang akan menyetir.
__ADS_1
Empat puluh menit, mobil yang membawa mereka sudah sampai di sebuah restoran. Rex berjalan masuk ke dalam, Gea berjalan di belakang Rex.
Mereka masuk ke ruang VVIP, di dalam sana sudah ada klien yang menunggu. Rex segera duduk di sana, Gea juga ikut duduk di sebelahnya.
Setelah satu jam, meeting pun selesai, mereka semua saling berjabat tangan tanda meeting saling disetujui.
Rex dan Gea pergi lebih dulu, saat melewati jalanan ruang restoran, Gea tiba-tiba kesandung membuat Gea menabrak Rex dan langsung Rex tangkap karena reflek.
"Maaf Kak, maaf." Gea kembali ke posisi tegap, Rex membantunya.
Rex kemudian melanjutkan perjalanannya, Gea melihat ke arah orang di ujung sana seraya mengedipkan sebelah matanya, sebelum ahirnya menyusul langkah kaki Rex.
Di apartemen.
Bunga yang saat ini sedang bersantai di dalam kamarnya, tiba-tiba ada bunyi pesan masuk, Bunga membuka hp nya dan melihat pesan masuk itu.
Akankah terkejutnya Bunga saat melihat Rex memeluk Gea, dan tempatnya itu berada di restoran.
Bunga mau menelpon nomor yang baru mengirim pesan itu, namun kini nomor Bunga sudah di blokir.
Aku yakin semua ini adalah akal-akalan Gea, pasti ini rekayasa, bila tidak? mungkin Gea pura-pura jatuh dan kak Rex membantunya.
Semua sudah direncanakan sedemikian rupa, bahkan sampai menyewa orang lain untuk memfotonya, hah cara lama seperti di sinetron-sinetron.
Bunga milih tidak terpengaruh dengan foto tersebut, Bunga akan mencari tahu kebenarannya, tidak harus langsung menuduh suaminya salah, karena belum tentu Rex tahu.
Apa lagi Bunga sudah tahu bila Gea licik, dan akan merebut Rex yang pernah Gea ucapkan satu hari yang lalu.
Terkadang memang seperti itu, seribu cara akan dilakukan oleh mereka yang ingin memiliki sesuatu, jika itu adalah baik tidak masalah, namun yang diraihnya jelas tidak baik, merebut suami orang, di dengar saja sudah buruk, apa lagi jika sampai terjadi.
Rex yang saat ini sudah sampai di ruang kerjanya, menghubungi Sekertaris Zee, menanyakan keadaan Zee, ternyata wanita itu kini sudah mulai membaik, tapi masih berada di rumah sakit.
Setelah obrolan dengan sekertaris Zee, Rex mematikan sambungan telepon, kemudian sibuk bekerja lagi, setelah tiba sore hari, Rex langsung pulang, namun sebelum Rex keluar dari perusahaan, Gea memanggil Rex menghentikan langkah pria itu.
"Kak, boleh aku pulng bareng sama, Kak Rex."
"Maaf, jalur jalan rumah kita beda, aku harus segera sampai rumah."
__ADS_1
Setelah bicara Rex langsung berlalu, meninggalkan Gea yang marah atas penolakan Rex.