BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 45. Kenapa tidak jujur.


__ADS_3

"Hei kenapa mayun-mayun begitu bibirnya?" tanya Rex sembari meraih dagu Bunga untuk melihatnya.


Bunga menggelengkan kepala, kemudian berganti senyum lagi.


Sehari ini Rex tidak pergi sama sekali, menemani Bunga di apartemen, mereka melakukan kegiatan senam ibu hamil, dan juga masih banyak kegiatan lainnya yang mereka lakukan seharian ini.


Dan ketika tiba malam hari, setelah makan malam, Rex dan Bunga berbaring di atas ranjang, mereka siap mau tidur.


Bunga baru saja tertidur dan masuk ke alam mimpi, namun tiba-tiba mendengar dering ponsel milik Rex, Bunga jadi bangun lagi, dan mendengarkan yang Rex bicarakan dengan orang di sambungan telepon.


"Baik saya akan ke sana sekarang," ucap Rex setelah mendapat pemberitahuan dari orang yang ada di sambungan telepon.


Setelah telepon mati, Rex menoleh ternyata Bunga terbangun. Siapa? ada apa? pertanyaan yang Rex artikan dari pandangan mata Bunga.


"Aku harus pergi sekarang, kamu lanjut tidur lagi ya," ucap Rex yang kemudian mencium kening Bunga.


Bunga masih mau bertanya siapa orang yang telpon tadi, namun Rex sudah keburu pergi.


Kenapa Kak Rex tidak jujur mau kemana? kenapa hanya mengatakan mau pergi saja tanpa jelas tujuannya kemana? batin Bunga penuh tanya-tanya.


Bunga ahirnya milih tidur, meski ada sedikit dugaan negatif namun Bunga berusaha melawan dengan perasaan yang positif.


Sementara itu Rex yang telah menempuh perjalanan tiga puluh menit, kini mobilnya sudah sampai di area parkiran rumah sakit.


Rex langsung berjalan cepat menyusuri koridor rumah sakit, dan setelah tiba di ruang rawat Noumi, Rex langsung masuk ke dalam.


Di dalam sana masih ada dua suster yang menemani Noumi, ternyata wanita itu sedang menangis saat ini.


Setelah Rex duduk di pinggiran ranjang, Noumi langsung memeluk Rex, menangis tersedu-sedu di sana.


Dua suster kemudian pergi dari ruangan tersebut.


Apa yang dirasakan Noumi saat ini intinya takut, takut sekali saat mengingat pria jahat yang sudah menyiksanya di Amerika, meski pria itu adalah suaminya secara agama saja, namun sekarang Noumi tidak menganggap suami lagi, karena sudah tidak tinggal di sana.


Pernikahan paksaan yang terjadi itu menimbulkan bekas luka yang tidak bisa Noumi lupakan.

__ADS_1


Bahkan dirinya tidak bisa bercerita dengan siapa pun, termasuk dengan Rex juga Noumi tidak bisa bercerita.


Noumi takut dan khawatir bila Rex akan menjauhinya, biarlah Rex tetap mengira bahwa dirinya masih gadis, dengan seperti itu Noumi bisa kembali lagi dengan Rex, meneruskan hubungan dahulu yang pernah terhenti karena dirinya milih pergi ke Amerika.


Noumi semakin menangis saat mengingat betapa bodohnya dirinya yang sudah percaya sama manajernya, hanya karena dipamerin akan membantu impian Noumi akan terwujud, sampai harus menolak lamaran Rex saat itu.


Menyesal? itulah yang Noumi rasakan saat ini, andai mungkin menerima lamaran Rex waktu itu, pasti sekarang sudah bahagia, dan yang pasti tidak akan pernah merasakan trauma yang mendalam seperti ini pikir Noumi.


Noumi terus menangis di pelukan Rex, Rex sampai merasakan kemeja yang ia gunakan saat ini terasa basah terkena air mata Noumi.


Rex mengusap rambut panjang Noumi, meski rambut panjang itu tidak seindah dan selembut dahulu, Rex berpikir mungkin Noumi saat ini tidak bisa perawatan rambut.


Cukup lama Noumi menangis di pelukan Rex, sampai akhirnya wanita itu tertidur, Rex membaringkan perlahan tubuh Noumi, kemudian Rex tidur di sofa yang kemarin malam tempat dirinya tidur


Setelah pagi tiba.


Bunga yang baru bangun tidur, sebelum matanya terbuka, tangannya meraba-raba tempat Rex tidur di sampingnya, namun Bunga merasakan tempat itu kosong, perlahan Bunga membuka mata.


Kak Rex belum pulang, aku pikir tadi malam Kak Rex kembali pulang, ternyata dia menginap lagi, sebenarnya ada apa sih, aku merasa Kak Rex miliki rahasia yang tidak boleh diketahui oleh aku, batin Bunga mulai berperasaan negatif.


Namun perasaan negatif itu hanya sesaat, Bunga segera beristighfar untuk membuang perasaan negatif nya.


Setelah selesai mandi, dan juga berpakaian rumahan, Bunga keluar kamar, menuju ruang tamu dan duduk di sana.


Bunga melamun memikirkan Rex, barusan di telpon hp nya tidak aktif, Bunga mau menyusul tapi tidak tahu alamatnya dimana, karena semalam Rex tidak memberitahu tujuannya kemana.


Bunga bersandar sembari menghela nafas panjang, bingung saat ini yang Bunga rasakan.


Sementara itu Gea yang saat ini berada di perusahaan Wijaya Company, baru saja sampai di sana.


Gea pagi ini ingin menemui Rex yang kebetulan ada berkas yang harus Rex tandatangani, ini kesempatan bagi Gea untuk bisa masuk ke ruang kerja Rex.


Gea yang saat ini sudah berdiri di depan pintu CEO, merapihkan lagi rambut panjangnya dan menyemprotkan lagi parfum ke bajunya, setelah yakin sudah rapi dan juga wangi, Gea mengetuk pintu itu.


Namun sampai berkali-kali tidak ada sahutan dari dalam.

__ADS_1


Apa Kak Rex belum datang? mana mungkin biasanya dia pagi-pagi sudah sampai, batin Gea yang jadi penasaran.


Ahirnya Gea milih pergi, beranggapan mungkin Rex berangkat kerja siangan.


Setelah Gea dari dalam lift dan keluar dari sana mau menuju ruang Presdir, namun belum sampai masuk ke ruang tersebut, melihat Paman Ciko ada di luar pintu sedang bicara dengan sekertarisnya Paman A'an


"Kamu gantikan kerjaan Rex, karena hari ini Rex belum bisa datang ke perusahaan, masih di rumah sakit," ucap Presdir Ciko.


Sekertaris A'an mengangguk, kemudian pamit ijin pergi.


Kak Rex di rumah sakit? siapa yang sakit? apa mungkin Bunga? batin Gea bertanya-tanya sendiri.


Gea menunduk saat sekertaris A'an lewat depannya.


Gea berjalan mendekati Presdir Ciko.


"Paman, kemana kak Rex? tadi saya mau ke ruang kerjanya, namun tidak ada suara yang menyahut dari dalam."


"Rex di rumah sakit."


"Em Paman, boleh saya tahu di rumah sakit mana?" tanya Gea lagi dengan tatapan memohon.


Ciko menghela nafas panjang. "Galih Medical."


Setelah menjawab Ciko masuk ke dalam ruang kerjanya.


Gea kemudian langsung pergi dari tempat tersebut, kini tujuannya mendatangi rumah sakit Galih Medical, itu adalah rumah sakit untuk keluarga Wijaya, tentu Gea mengetahui tempatnya.


Setelah tiba di ruang kerjanya, Gea meletakkan file yang tadi ia bawa di atas meja, kemudian menyambar tas kerjanya, dan langsung pergi dari sana.


Gea segera berjalan cepat setelah keluar dari dalam lift menuju parkiran mobilnya.


Setelah berada di dalam mobil Gea segera melajukan mobilnya, menuju rumah sakit Galih Medical.


Tidak membutuhkan waktu lama cukup tiga puluh menit, mobil yang Gea kendarai sudah sampai.

__ADS_1


Gea segera berjalan masuk ke dalam menuju receptionist untuk menanyakan pasien yang mau ia temui.


Namun Gea menepuk jidatnya setelah ingat tidak tahu nama pasien yang Rex jaga.


__ADS_2