BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 61.Baby moon.


__ADS_3

Satu Minggu kemudian.


"Semoga ibu ada di rumah ya? Kita minta doa, supaya besok berangkat baby moon ke Bali lancar," ucap Bunga sembari bergelayut mesra di lengan Rex, mereka berdua baru saja keluar dari dalam lift, yang saat ini berjalan ke parkiran mobil, mau pergi ke rumah Ibu Erasa.


Jadi mereka besok mau berangkat ke Bali untuk baby moon, benar-benar keterlaluan mereka! Bersenang-senang di atas penderitaan aku, aku tidak akan biarkan semua itu terjadi, batin Noumi tersenyum semirk.


Ya, Noumi ada di apartemen Rex untuk mengintai mereka, ingin tahu apa yang mereka lakukan, dengan menyamar Noumi berada di sana, kini berhasil mendapat informasi langsung dari bibir Bunga, yang Noumi dengar dengan telinga sendiri.


Melihat Rex dan Bunga pergi, Noumi ikut pergi dari sana, untuk menjalankan rencananya yang berikutnya.


Di dalam mobil Rex.


Bunga menoleh melihat Rex yang sedang menyetir mobil. "Besok kita di Bali mau berapa hari?"


Rex tampak berpikir. "Berapa ya? Kamu maunya berapa hari?"


Bunga memanyunkan bibirnya . "His ditanya malah balik tanya."


Rex tergelak tawa. "Aku ngikut kamu."


Bunga tampak berpikir. "Kalau aku minta satu bulan memang kamu mau?"


Hahah. Rex tertawa. "Bisa-bisa pulang dari sana dimarahin sama Presdir Ciko."


Kali ini Bunga ikutan tertawa, saat Rex memanggil Ayah Ciko dengan sebutan Presdir terdengar lucu, karena Rex anaknya.


"Ya sudah aku mau tiga hari saja, bisa kan?"


Rex mengangguk cepat. "Pasti aku bisa." Menoleh ke arah Bunga seraya tersenyum.


Menjalankan mobil dengan saling bicara tidak terasa sudah sampai di rumah Ayah Ciko, saat mobil Rex memasuki gerbang dan terparkir di halaman rumah, pelayan datang menyambut.


Rex dan Bunga berjalan masuk ke dalam rumah bersama, belum sempat duduk di kursi ruang tengah, Ibu Erasa sudah muncul dengan suaranya yang terdengar bahagia melihat anak dan menantunya berkunjung ke rumah.


"Bunga ... Rex kalian datang." Suara Ibu Erasa yang saat ini menuruni anak tangga, sampainya di lantai satu langsung memeluk Bunga dan berganti memeluk Rex.


Kemudian semuanya duduk, pelayan datang memberikan minuman untuk mereka.


"Ibu, besok kami mau ke Bali. Minta do'a dari Ibu," ucap Bunga setelah pelayan pergi.

__ADS_1


"Ada acara apa di sana?" tanya Ibu Erasa ingin tahu.


Bunga tidak langsung menjawab, Bunga dan Rex saling pandang kemudian saling melempar senyum.


"Kami mau baby moon, Bu." Setelah bicara Bunga menunduk, sungguh saat ini merasa malu, padahal sih tidak masalah tapi entah kenapa Bunga jadi malu.


Ibu Erasa tersenyum, tangannya mengusap lengan Bunga. "Tidak usah malu, Ibu do'a kan semoga lancar sampai tujuan."


Bunga mengangkat kepalanya menatap wajah Ibu Erasa. "Terimakasih, Bu?"


Ibu Erasa mengangguk, beralih menatap Rex. "Di sana nanti kamu harus jagain Bunga, pulang tidak bawa oleh-oleh untuk Ibu tidak apa-apa? Yang penting kalian pulng dengan keadaan selamat dan sehat," tutur Ibu Erasa untuk keduanya.


"Iya Bu," ucap Rex dan Bunga bersamaan.


Dan setelah obrolan tersebut mereka juga mengobrol kan hal lain, seharian ini Rex dan Bunga berada di rumah Ibu Erasa, hari ini Rex tidak masuk kerja. Sudah masuk ke jadwal liburnya, Ayahnya sudah memberi ijin.


Sore hari Rex dan Bunga pulang ke apartemen.


Kini mereka sedang berkemas di dalam kamar, Bunga tidak meminta bantuan pelayan, Bunga urus sendiri keperluannya, karena tidak banyak yang mau dibawa.


Saat ini Rex berada di ruang kerjanya, Bunga tidak tahu apa yang pria itu lakukan saat ini, Bunga fokus berkemas.


Satu koper milik Rex yang satunya lagi koper milik Bunga, semua barang sudah Bunga masukkan, tapi Bunga mencoba meneliti lagi kali aja ada yang tertinggal.


"Sepetinya tidak ada yang ketinggalan, semua sudah cukup," ucap Bunga setelah memeriksanya.


Saat ini waktu masih pukul enam sore, Bunga yang tadi belum sempat mandi kini mau mandi lebih dulu, setelah selesai menyiapkan pakaian di dalam koper.


Rex keluar dari ruang kerjanya, berjalan menuju kamarnya, baru masuk kamar suara gemercik air menyambut pendengarannya, Rex menduga Bunga sedang mandi.


Rex memasukkan berkas yang ia ambil dari ruang kerja ke dalam koper miliknya, itu adalah berkas penting yang akan Rex kerjakan nanti di Bali.


Rex kemudian melepas jam tangannya dan menyimpannya ke dalam laci khusus jam tangan.


Pintu kamar mandi terbuka, Rex menoleh ternyata Bunga sudah selesai mandi. Bunga terlihat segar dan cantik setelah mandi, Rex terus memandanginya.


"Kenapa hayo lihat-lihat," goda Bunga sembari berjalan mendekat.


Rex langsung memeluk Bunga setelah wanita itu berada di depannya.

__ADS_1


"Kamu belum mandi," protes Bunga saat mendapat pelukan dadakan dari Rex.


"Habisnya kamu gemesin, aku tidak bisa apa bila tidak memelukmu," ucap sembarang Rex, Bunga hanya menyebikkan bibirnya.


Setelah Rex melerai pelukannya, pria itu mencium bibir Bunga sekilas. "Aku mandi," ucapnya sebelum berlalu.


Bunga tersenyum setelah Rex berjalan ke kamar mandi. Bunga segera memakai baju dan mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.


Saat Rex keluar dari dalam kamar mandi, Bunga sudah cantik, yang saat ini sedang duduk di kursi depan meja rias. Bunga berdandan di sana.


Rex tersenyum melihat Bunga sembari berlalu masuk ke ruang ganti, di sana sudah ada baju yang Bunga siapkan untuk Rex.


Pukul delapan malam.


Bunga dan Rex saat ini makan malam, tadi juga Bunga dan Rex sudah mengatakan sama pelayan bahwa besok mereka akan pergi ke Bali. pelayan tidak ada yang keberatan, hanya Ayu yang merasa iri ingin ikut tapi tidak diajak.


Setelah makan selesai, Rex dan Bunga masuk ke dalam kamar, malam ini mereka berdua tidur lebih awal, karena besok pagi akan berangkat ke Bali.


Malam panjang terlewati kini pagi telah tiba. Rex dan Bunga sudah bangun juga sudah selesai bersiap.


Mereka berdua saat ini sedang sarapan, karena Bunga lagi hamil besar, Rex tidak ingin Bunga kelaparan.


Bahkan Rex meminta pelayan untuk membuatkan bekal makanan untuk Bunga bawa, ternyata calon Daddy itu begitu perhatian. Padahal bisa saja beli aja makanannya, tapi menurut Rex masakan buatan pelayan lebih bersih.


Pukul delapan pagi Bunga dan Rex pergi meninggalkan apartemen, mereka menggunakan taksi online untuk mengantarnya ke Bandara.


Mobil berjalan santai tidak ada tanda-tanda bahaya sama sekali, karena Rex memintanya tidak usah buru-buru.


Saat ini mobil mulai memasuki jalan yang lurus naman di depan sana ada pertigaan, tapi arah bandara tetap jalan yang lurus itu.


Namun siapa sangka mobil dari arah tikungan pertigaan yang melaju cepat dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke mobil taksi yang Rex dan Bunga tumpangi, tepat saat taksi tersebut di depan jalan pertigaan.


Brukk!!


Hantaman keras itu seketika membuat mobil taksi berguling-guling ke arah jurang karena berhasil menabrak pembatas jalan sampai patah.


Aaaaa! teriak mereka di dalam mobil sembari merasakan mobil terus berguling-guling sampai jatuh ke bawah, untung tertahan oleh pohon besar apa bila tidak masuk ke danau.


Sementara mobil yang menabrak tadi juga tidak selamat yang ikut masuk ke jurang, langsung terbakar meledak karena tempat penampungan bahan bakar minyak bocor.

__ADS_1



__ADS_2