BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 52. Luar biasa terkejut.


__ADS_3

Di dalam kamar Bunga menangis sepuasnya. Sampai ahirnya tangis itu berhenti saat merasakan perutnya sakit.


Sayang tenanglah maafkan Mommy yang banyak pikiran pasti kamu tidak nyaman ya, batin Bunga sembari mengusap perutnya.


Bunga berbaring di atas ranjang berusaha untuk tidur tapi ternyata tidak bisa tidur, perasaan Bunga tidak enak terus kepikiran Rex.


Bunga jadi bingung apa kah harus datang ke rumah sakit yang tempo lalu di katakan oleh Gea. Saat ini Bunga semakin penasaran dengan teman yang Rex jaga, karena sudah berhari-hari tapi belum sembuh juga.


Bunga penasaran dengan penyakit teman Rex itu, dan bertanya-tanya dalam hati kenapa harus Rex yang menjaga? mengapa tidak keluarganya.


Setelah lama berpikir dan sudah yakin dengan keputusannya Bunga ahirnya milih mendatangi rumah sakit Galih Medical, Bunga ingin melihat kebenarannya di sana.


Antara siap dan tidak siap untuk melihat yang sebenarnya, tapi Bunga penasaran dan rasa ingin tahu Bunga saat ini tidak bisa dikendalikan, Bunga berpikir harus kesana dan melihat apa yang terjadi.


Bunga membawa tas kecil yang biasa Bunga bawa, tidak lupa juga membawa hp dan dompet.


Di ruang tengah Bunga berpamitan sama pelayannya yang lagi beberes di sana bahwa dirinya mau keluar.


Sampainya di luar apartemen, Bunga memesan taksi online, tidak lama kemudian mobil taksi tiba, Bunga segera masuk. Setelah mobil berjalan, jantung Bunga merasakan debaran kuat, tapi Bunga tetap terus melanjutkan niatnya untuk ingin tahu dan membiarkan mobil tetap melaju ke rumah sakit.


Selama dalam perjalanan Bunga selalu menguatkan hatinya, entah hal baik atau buruk yang akan ia lihat nanti, dirinya harus kuat. Karena dengan inilah nantinya Bunga bisa mengambil keputusan yang tepat untuk kedepannya.


Bunga belum tahu apa kah ia akan mundur andai Noumi kembali, namun semua itu tergantung sama Rex, andai pria itu milih kembali ke Noumi, Bunga tidak akan melarang karena sadar dirinyalah yang orang ketiga.


Hanya membayangkan saja ternyata begitu sakit di hati Bunga sembari menyeka air matanya yang terus membanjiri pipinya tiada henti.

__ADS_1


Sampai ahirnya tidak terasa mobil sudah sampai di rumah sakit Galih Medical. Saat kaki Bunga mau melangkah keluar dari dalam mobil rasanya begitu berat, ingin berbalik dan masuk ke dalam mobil tapi bagian hatinya mengatakan bahwa Bunga harus mengetahui semuanya.


Dengan kembali meyakinkan hatinya Bunga ahirnya dengan mantap melangkah keluar dari dalam mobil, dan berjalan cepat masuk ke dalam rumah sakit, layaknya tidak miliki keraguan.


Sampainya di meja receptionist Bunga menanyakan pasien bernama Noumi, menunggu beberapa saat karena suster sedang mencari, dan setelah ketemu suster tersebut memberitahu ruang rawat Noumi.


Hati Bunga semakin bergemuruh hebat campur sesak sampai sulit untuk bernafas rasanya, baru mengetahui nama Noumi salah satu pasien di rumah sakit ini, Bunga rasanya sudah tidak mampu, padahal tadi hatinya sudah berdoa berharap tidak ada yang namanya Noumi. Tapi apa ini? Bunga menggelengkan kepalanya.


"Maaf Bu," suara seseorang yang mau bergantian bicara dengan receptionist menyadarkan lamunan Bunga.


Bunga menggeser tubuhnya mempersilahkan orang tersebut, Bunga mengatur nafas untuk membuat dirinya tenang setelah merasa lebih tenang Bunga melanjutkan jalannya menuju ruang rawat Noumi.


Di dalam rumah rawat Noumi.


"Noumi jangan nekat aku mohon sadarlah!" teriak Rex yang merasa panik melihat Noumi mau mencoba bunuh diri.


Rex tidak tahu apa yang terjadi dengan Noumi, sejak tadi ia sampai di sini Noumi sudah menangis-nangis dan sudah susah payah Rex tenangkan namun wanita itu bukannya tenang malah menjadi.


Dan sekarang malah memegang pisau mencoba bunuh diri, Rex bingung harus mencegah bagaimana, apa bila dirinya memaksa mendekat khawatir Noumi malah langsung menyakiti tubuh Noumi sendiri.


Rex mencoba lebih tenang dan bicara dengan suara lebih lembut. Rex mengulurkan tangannya. "Noumi ayo berikan pisau itu untuk aku."


Noumi menggeleng dan masih mengarahkan pisau itu ke perutnya, air matanya terus mengalir deras di pipi, apa yang Rex lakukan seolah Noumi tidak dengar.


Rex berlahan maju, Noumi saat ini sudah berdiri membentur dinding, saat tadi Noumi brutal sampai melepaskan selang infus, Noumi begitu nekat, sampai membuat Rex ketakutan.

__ADS_1


Kenapa sedari tadi aku berakting tapi tidak membuatmu bicara cinta sama aku Rex? Apa sekarang kamu tidak cinta sama aku? Apa sudah ada wanita lain di hati kamu yang menggantikan aku? Aku tidak benar-benar mau bunuh diri tapi aku hanya ingin mendengar kamu bicara cinta sama aku, batin Noumi yang kini tampak melamun tidak fokus dengan niatnya.


Dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh Rex, dengan cepat Rex merebut pisau di tangan Noumi dan membuangnya asal.


"Rex!" Noumi berteriak marah campur menangis dan mau mengambil pisau itu lagi namun dengan segara Rex memeluk Noumi dan kini tubuh mereka sama-sama terduduk di lantai.


Noumi menangis dalam pelukan Rex, meski hatinya hanya pura-pura mau bunuh diri, tapi Noumi merasa takut apa bila Rex sudah miliki wanita lain, karena sejak tadi Rex tidak pernah mengatakan cinta.


Aku tidak mau kehilangan kamu Rex, setelah aku sembuh aku akan membuat kamu harus menikah dengan aku, batin jahat Noumi disertai seringai tipis.


"Noumi aku mohon jangan seperti ini, jangan membuat aku khawatir," ucap Rex yang begitu jelas Noumi dengar bahkan siapa pun yang berdiri di ruangan tersebut pasti mampu mendengar dengan jelas suara Rex.


Bunga yang sedari tadi berdiri di depan pintu setelah membuka pintu itu matanya langsung melihat pemandangan yang menyayat hati.


Rex tidak mendengar saat pintu dibuka karena tadi fokusnya menenangkan Noumi.


Dan setelah mendengar ucapan Rex yang tidak mau Noumi membuatnya khawatir, hati Bunga seketika hancur, air matanya yang tadi sudah tidak terbendung kini semakin banjir membasahi pipinya.


Bunga menggigit bibir bawahnya supaya tangisnya tidak menimbulkan suara, hatinya tidak sanggup melihat Rex memeluk Noumi, sakit bagaikan di tusuk ribuan jarum, rasanya tidak karuan sampai tidak bisa dijelaskan, hanya air mata sebagai perwakilan perasaanya saat ini.


Bunga berjalan mundur untuk pergi, namun siapa sangka di belakang Bunga ada suster yang membawa nampan berisi gelas minum dan bubur, punggung Bunga menabraknya dan menyebabkan jatuh.


Pyaarrrrr!


Rex menoleh saat mendengar suara pecahan gelas, dan seketika Rex terkejut saat melihat Bunga yang kini tengah menutup mulutnya wanita itu terlihat gemetar dan takut, namun belum sempat Rex menghampiri, Bunga sudah lebih dulu pergi dengan berlari.

__ADS_1


__ADS_2