BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 60. Sudah lega.


__ADS_3

Di dalam mobil Bunga memeluk Rex, mobil masih berhenti di parkiran belum Rex jalankan.


"Hei kenapa menangis?" Rex mengusap rambut Bunga dengan sayang, wanita itu saat ini sedang menenggelamkan wajahnya di dada Rex.


"Kak Rex, jangan tinggalkan aku ya." Tubuh Bunga bergetar.


"Jangan khawatir aku tidak akan pergi, sekarang ayo pulang jangan menangis lagi," ucap Rex dengan lembut, setelah Bunga posisi duduk tegap, Rex mencium kening Bunga.


Setelahnya Rex memasangkan sabuk pengaman untuk Bunga, tidak lama kemudian mobil Rex jalankan.


Sementara itu di dalam rumah sakit Galih Medical, tepatnya di ruang rawat Noumi, ternyata tadi saat perbincangan Rex dan Noumi juga Bunga. Gea menguping di luar, dan saat Rex sama Bunga keluar. Gea sembunyi.


Dan wanita itu saat ini sedang tersenyum penuh kemenangan, berdiri di ambang pintu seraya menatap Noumi yang masih duduk dibatas ranjang pasien dalam keadaan berantakan.


Noumi menangis terisak, rasa tubuhnya seketika menghangat, begitu berat menerima kenyataan ini, belum bisa menerima keputusan Rex yang mengakhiri semua, sedangkan tujuannya pulang ke Indonesia adalah Rex. Dan pria itu kini mengatakan berakhir.


Aaaaa! Noumi berteriak menangis meraung.


Gea yang melihat Noumi seperti itu langsung tertawa keras.


Hahahah!


Mendengar suara tawa nyaring dalam ruangannya, Noumi langsung menatap ke arah sumber suara, ternyata Gea yang saat ini berdiri di ambang pintu.


Tangis Noumi seketika berhenti berganti tatapan tajam mengarah ke Gea. Tapi wanita yang di tatap tajam tidak merasa takut sama sekali.


Gea masih disertai tawa renyah, berjalan mendekati Noumi dengan langkah anggunnya.


Hahah! "Benar-benar pemandangan yang sangat indah." Gea bertepuk tangan.


Tawa Gea benar-benar membuat Noumi terhina, meski Noumi tahu tujuan Gea untuk menjatuhkan dirinya, tapi Noumi tidak terpancing dengan ucapan Gea. Noumi mengepalkan tangannya sembari terus menatap wajah Gea.


Gea sedikit menundukkan wajahnya untuk lebih dekat menatap wajah Noumi. "Kamu tahu aku sangat bahagia melihatmu seperti ini."


Haha! Tertawa lagi.


Noumi yang geram langsung mengangkat tangannya mau menampar Gea, tapi Gea dengan cepat menjauhkan wajahnya.


"Jangan buru-buru mau menampar wajah aku."

__ADS_1


Hahaha! Tertawa lagi.


Amarah Noumi seolah sudah di ubun-ubun siap meledak, kesal melihat tingkah Gea yang menyebalkan.


"Diamkan tawamu!" bentak Noumi yang sudah tidak tahan ditertawai Gea, di saat dirinya sedang benar-benar hancur.


Gea langsung tersenyum menyebalkan. "Ha kenapa? Bukankah harusnya kamu senang dengan melihat aku tertawa kamu bisa ikutan tertawa." Di ahir bicara Gea tertawa lagi.


"KELUAR! teriak Noumi kini suara tingginya naik 180 derajat sampai terdengar dari luar. Noumi sangat marah, tidak bisa diajak becanda, karena tahu tujuan Gea hanya ingin menertawainya.


Dan melihat Noumi yang marah seperti itu malah membuat Gea semkin tertawa keras. Gea suka sekali dan puas, memang ini tujuannya membuat Noumi marah.


"Gak sia-sia usaha gue, tadinya gue pikir Bunga yang akan ditinggalkan Kak Rex, eh taunya elu yang dibuang, haha."


Tangan Noumi terkepal mendengar ucapan Gea. "Apa maksudmu!" bicara dingin.


"Maksudku, tentu aku ingin membuat kalian tidak ada yang menjadi milik Kak Rex, hanya aku yang menjadi satu-satunya wanita untuknya." Gea tersenyum miring.


Noumi langsung melempar bantal ke arah Gea.


Hahah! "Kenapa tidak terima," sindir Gea.


Hahah! Tertawa kencang lagi sembari berjalan pergi dari ruangan tersebut meninggalkan Noumi sendiri.


Aaaaa!


"Kalian semua jahat! Jahat ..." teriak Noumi meluapkan kekesalannya setelah Gea pergi.


Noumi kembali menangis sendirian meratapi nasibnya yang sudah tidak miliki siapa-siapa, hancur sudah harapan dan hidup Noumi saat ini, tidak tahu harus bekeluh sama siapa.


"Rex ... Kenapa kamu tinggalkan aku, kenapa ..."


"Kenapa kau tidak sekalian membunuh aku!" teriak Noumi lagi yang semakin histeris.


"Kamu tega sama aku Rex, kamu tega ..." teriak Noumi lagi dengan kencang sampai dokter dan perawat datang ke ruangan Noumi.


"Nona tenanglah," pinta dokter yang menangani sakit Noumi, sembari memegangi tangan Noumi.


"Lepaskan! Lepaskan aku!" Noumi memberontak.

__ADS_1


Perawat memegangi tangan Noumi kuat, dokter segera menyuntikkan obat penenang, dan tidak lama kemudian Noumi sudah tertidur.


Dokter kemudian memeriksa keadaan Noumi, sebelum perawat pergi membenahi Noumi yang terlihat berantakan.


"Sepertinya pasien sedang terkena depresi lagi dokter," ucap salah satu perawat saat berjalan keluar bersama dokter.


"Ada masalah yang kembali memicu pasien seperti itu lagi." Perawat yang satunya ikutan menimpali.


Mereka terus membicarakan Noumi sampai tiba di ruang rawat pasien lain baru diam.


Sementara itu saat ini Rex dan Bunga sudah sampai di apartemen, sekarang sudah malam hari, Rex meminta Bunga tetap di dalam kamar, makan malam nanti akan Rex bawa masuk ke dalam kamar.


Saat ini Rex baru selesai mandi dan setelah berpakaian Rex keluar dari dalam kamar menuju meja makan untuk ambil makanan.


Rex makan lebih dulu di sana, setelah selesai Rex ambilkan nasi lauk juga sayur ke dalam piring untuk dibawakan ke Bunga.


Rex kembali masuk ke dalam kamar sembari membawa piring penuh makanan juga air putih.


Ayu yang diam-diam memperhatikan Rex sampai melongo tanpa di sadari.


"Ada ya pria ko baik banget kayak gitu, pengen disasain satu saja buat aku juga." Ayu berhalu. Bukannya lanjut bekerja malah asyik menghayal.


"Bunga beruntung banget tidak seperti aku." Ayu miris membayangkan nasibnya. Mata Ayu terus menatap ke arah kamar Bunga, lihatlah Ayu tidak fokus elap meja.


Bibi Eka yang melihat putrinya melamun saat bekerja, apa lagi hampir saja membuat vas bunga mau jatuh, Bibi Eka langsung mendekat memegangi vas bunga.


"Ayu! Kamu kerja yang benar dong, ini kalau jatuh Ibu tidak punya uang untuk ganti!"


Ayu sampai jingkat tiba-tiba mendapat makian ibunya, padahal tadi lagi asyik-asyiknya melamun.


"Ih Ibu kenapa sih harus teriak-teriak, kan itu sudah Ibu pegang tidak akan jatuh lah," protes Ayu tidak terima diomelin Bibi Eka.


"Ayu! kamu jangan bodoh! Ini apa bila tidak ibu pegang vas bunga pasti sudah jatuh!" Bibi Eka memaki Ayu lagi dan kemudian pergi, hanya stres yang di dapat bicara sama Ayu.


Wajah Ayu ditekuk kembali kerja lagi.


Sementara di dalam kamar, Rex saat ini sedang menyuapi Bunga. Padahal Bunga ingin makan sendiri, tapi Rex tetap memaksa mau menyuapi, alhasil Bunga terima pasrah.


Mereka berdua saling pandang dengan tersenyum, sama-sama merasa bahagia dan kelegaan, sekarang sudah tidak ada lagi yang ditutup-tutupi, Rex sudah tidak merasa bersalah lagi.

__ADS_1


Setelah Bunga selesai makan, Rex memeluk Bunga.


__ADS_2