
Pagi hari setelah Rex selesai mandi dan berpakaian kerja, Bunga berdiri di depan Rex memasangkan dasi untuk suaminya, saat tangan Bunga ingin menjauh karena dasi sudah terpasang rapi, tapi dengan segera Rex menahan tangan Bunga, Rex menggenggamnya.
"Mulai sekarang pasangkan terus dasi untukku." Menarik sedikit ujung bibirnya seraya menatap lekat wajah Bunga, perlahan membawa tangan Bunga ke depan hidungnya dan menciuminya.
Bunga senyum malu-malu mendapat perlakuan manis dari Rex.
"Aku tidak apa-apa, kan? tidak sarapan di rumah," ucap Rex setelah kembali berdiri tegap namun masih menggenggam tangan Bunga.
"Tidak apa-apa." Bunga tersenyum manis, nyess seketika hati Rex merasa sejuk melihat senyum manis Bunga, mungkin ini yang dinamakan ridho istri membuat hati suami tentram.
Rex mengajak Bunga berjalan keluar kamar menuju pintu keluar, berjalan dengan merengkuh pinggang Bunga.
"Aku berangkat, hati-hati di rumah," ucapnya setelah berdiri di ambang pintu luar kamar apartemen.
Bunga mengangguk.
Rex mencium dalam kening Bunga, sebelum ahirnya pergi untuk bekerja, Bunga terus memandangi punggung tegap suaminya sampai sembunyi di balik pintu lift.
Tadi saat bangun tidur Rex sudah menjelaskan pada Bunga, bila pagi ini akan menjemput sepupunya yang datang dari luar negeri, perintah dari Ibu Erasa, itu lah alasannya tidak sarapan di rumah, khawatir sepupunya kelamaan menunggu.
Bunga kembali masuk ke dalam, mengunci lagi pintunya, Bunga yang tidak punya kegiatan, dari pada hanya berdiam diri, beberapa hari ini menyibukkan diri dengan membuat sepatu rajut buat sang buah hati.
Sementara itu Rex yang saat ini mengendarai mobil menuju bandara, bibirnya sedari tadi keluar dari apartemen terus mengulas senyum, merasakan bahagia, tangannya yang tadi ia gunakan untuk menggenggam tangan Bunga sesekali Rex letakkan di depan dada, seolah sedang menggenggam tangan Bunga dan memberi tahu detak jantungnya.
Hah sepertinya aku sudah gila, gumamnya seraya terkekeh geli.
Tidak lama kemudian mobil pun sampai di bandara, Rex segera masuk ke dalam untuk menjemput keponakannya, tidak lama setelah Rex masuk, ada seorang gadis berkaca mata hitam rambut merah gelombang, tinggi semampai, melambaikan tangan ke arah Rex.
Rex sedikit tidak mengenali saat melihat gadis itu, karena perubahannya begitu jauh, lima tahun lalu masih kecil sekarang sudah makin tinggi dan bisa dandan.
Bahkan berpakaian bak kostum barat, hanya menggunakan baju crop bila tangannya diangkat pusarnya akan kelihatan, dan tadi terlihat ada tindiknya di pusar gadis itu.
Namun setelah gadis itu memanggil namanya, Rex baru tahu bila dia adalah keponakan yang ditunggu.
"Kak Rex ...."
Rex berjalan mendekati gadis itu, gadis itu juga berjalan mendekati Rex, keduanya bertemu di tengah jalan, dan gadis itu langsung menghambur memeluk Rex.
__ADS_1
"Kak aku kangen sudah lama tidak bertemu Kakak," ucap gadis itu terlihat begitu bahagia, dengan suaranya yang manja tangannya masih memeluk pinggang Rex.
Hem. Rex tersenyum kecil.
Gadis itu kembali memeluk Rex, sebelum ahirnya Rex mengajak untuk segera pergi karena Rex mau segera berangkat kerja.
"Kak Rex, kapan-kapan temani Gea nonton bioskop ya, seperti dahulu," ucap Gea setelah kini keduanya berada di dalam mobil yang sedang melaju.
Rex menoleh dan tersenyum, kembali fokus menyetir.
"Kaka Rex tetap sama seperti dahulu ya." Menoleh ke arah Rex. "Irit bicara." Lanjutnya kemudian di susul tawa.
Hahah.
Rex hanya menarik sedikit ujung bibirnya.
Tidak lama kemudian mobil sampai di kediaman Ayah Ciko.
"Gea ..." teriak Ibu Erasa saat melihat Gea menyembul dari dalam mobil, Ibu Erasa yang masih berdiri di teras segera berjalan mendekati Gea.
"Tante ...."
"Gimana study kamu di Hongkong sayang?" tanya Ibu Ersa sembari mengajak Gea masuk ke dalam rumah, namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar suara Rex.
"Ibu aku kembali ke kantor ya, banyak kerjaan soalnya," terang Rex, Ibu Erasa mengangguk namun Gea ekspresinya berubah sedih setelah mendengar ucapan Rex.
Ibu Erasa kembali mengajak Gea untuk masuk ke dalam, namun Gea belum mau masih ingin melihat mobil Rex sampai pergi, Ibu Erasa menurut.
Mobil Rex melesat pergi, gerbang mulai di tutup lagi, dengan wajah lesu Gea bersama Ibu Erasa masuk ke dalam rumah.
"Kenapa kak Rex malah pergi tidak mau mengobrol dulu sama kita di sini Tante," ucap Gea dengan sendu, wajahnya terlihat sangat sedih.
Kini mereka sudah duduk di ruang tengah tempat bersantai.
Ibu Erasa membelai rambut Gea. "Kamu pasti rindu sekali dengan kakakmu itu ya, dia memang lagi sibuk, lain waktu kan bisa ketemu lagi," hibur Ibu Erasa, Gea mengangguk terpaksa.
Gea mulai semangat lagi, duduk tegap menatap Ibu Erasa. "Tante benarkan di perusahaan paman Ciko ada lowongan kerja, aku mau jadi sekertaris kak Rex."
__ADS_1
"Yang pasti nanti di coba dulu, ok."
Gea mengangguk cepat dan tersenyum.
Setelah kamar Gea sudah dibersihkan, Ibu Erasa mengajak Gea untuk masuk ke dalam kamarnya, supaya Gea bisa istirahat.
"Wah Tante kamarku tidak berubah ya sejak dulu," ucap Gea setelah sampai di dalam kamar seraya meletakkan tas kecilnya di atas meja.
Dari cat dinding, foto-foto masa SMP yang terpasang di dinding, almari dan semuanya, bahkan boneka Barbie juga masih ada, kini sudah terlihat jelek, warnanya mulai pudar, meski di simpan di dalam almari.
"Iya ... Tante tidak berani merubah-rubahnya karena takut kamu marah."
"Makasih Tante aku memang suka begini."
"Sekarang kamu mau mandi dulu atau mau makan?"
"Mau mandi dulu Tante," jawab Bunga tersenyum.
Ibu Erasa mengangguk kemudian melenggang pergi, sekarang tinggal Gea sendirian, gadis itu segera mandi, dan ingin segera mengobrol lagi dengan Ibu Erasa.
Tiga puluh menit Gea sudah selesai semuanya kini sudah berpakaian rapi keluar kamar mencari Ibu Erasa.
Ternyata yang di cari sedang berada di ruang makan menyiapkan makan untuk Gea.
"Tante repot-repot sama Gea," ucapnya setelah melihat meja penuh makanan yang sudah dihangatkan.
"Tidak apa-apa, Tante senang kok."
Gea memeluk Ibu Erasa, sebelum ahirnya menarik kursi dan duduk di sana.
Gea mulai mengunyah makanan. "Tante nanti malam Kak Rex makan di rumah, kan? aku ingin kak Rex makan bareng aku."
Ibu Erasa mengangguk, setelah Gea selesai makan dan kembali ke kamarnya, Ibu Erasa menghubungi Rex untuk nanti malam datang ke rumah.
Setelah tiba malam hari, pukul tujuh malam, Rex datang ke rumah Ayah Ciko, ikut makan malam di sana, Gea begitu senang bisa makan bersama keluarga dari Pamannya.
Sementara Bunga saat ini duduk di ruang makan sendirian menunggu Rex pulang, di atas meja sudah tersaji masakan kesukaan Rex, sesekali melihat jam tangannya, matanya terus melihat ke arah pintu, yang sedari tadi belum terbuka juga.
__ADS_1
Dimana dia? tumben belum pulang jam segini, batin Bunga khawatir.