BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 35. Melabrak Gea.


__ADS_3

Pagi ini Rex mengajak Bunga berangkat ke kantor, awalnya Bunga menolak karena bila dirinya sampai ke kantor, pasti akan ada gosip baru tentang dirinya dari mereka teman cleaning servis dulu yang tidak suka pada Bunga.


Tapi Rex memaksa Bunga, Bunga juga tidak mengerti apa tujuan Rex mengajaknya untuk ikut ke kantor, pria itu tadi hanya bilang supaya makin semangat kerja karena ditemani istri.


Gombal banget ucapannya, tapi Bunga ahirnya menuruti, soal nanti akan ada gosip, Bunga akan hadapi, lagian ucapan pedas sudah sering Bunga dengar dan sekarang Bunga sudah kebal.


Gedung Wijaya Company.


Bunga dan Rex baru saja sampai, Bunga menggelengkan kepala saat mau keluar mobil, mengingatkan Rex bahwa nanti pasti akan ada omongan tidak sedap bila para karyawan melihat bos pimpinannya jalan dengan wanita mantan cleaning servis, yang dahulu pernah bekerja di perusahaan ini.


Rex menggenggam tangan Bunga, menatap teduh ke arah Bunga, seolah meyakinkan bahwa semuanya tidak apa-apa.


Bunga ahirnya menurut, kemudian keluar dari dalam mobil seraya tangannya terus di genggam oleh Rex.


Rex dan Bunga mulai berjalan menuju pintu masuk perusahaan, di depan sana sekuriti penjaga pintu masuk langsung membukakan pintu saat melihat bosnya datang.


Namun matanya juga mendelik melihat wanita yang saat ini berjalan disamping bosnya, bahkan tangan bosnya menggenggam tangan wanita itu terus.


Itu bukannya Bunga karyawan cleaning servis di perusahaan ini juga yang sudah keluar, kok bisa bersama Tuan Rex, dan apa itu? perut Bunga buncit, Bunga hamil? mereka berdua menikah! oh aku ketinggalan berita, tapi aku rasa memang tidak ada berita pernikahan Tuan Rex.


Sekuriti tersebut terus bertanya-tanya dalam batinnya seraya terkejut juga, apa lagi saat Bunga melewati di depannya, jelas terlihat bila Bunga sedang hamil.


Bunga juga tahu bila sekuriti tadi pasti terkejut melihat dirinya, namun genggaman erat tangan Rex membuat Bunga tenang.


Dan benar saja apa yang tengah Bunga khawatirkan pasti kehadirannya bersama Rex akan membuat banyk karyawan terkejut.


Tidak hanya teman cleaning servis yang barusan papasan dengannya, sampai karyawan yang jabatannya tinggi pun ikut terkejut.


"Itu Bunga serius Bunga!"


"Itu Bunga cleaning servis kan!"


"Dia hamil! dan Tuan Rex-," tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat melihat Rex menggenggam tangan Bunga.


"Ini pasti mimpi!"


Plak! Ah sakit!

__ADS_1


"Wah hebat Bunga, keluar dari perusahaan langsung mepet bos dan sekarang jadi Nyonya," ucap musuh bebuyutan Bunga di perusahaan.


"Wah pasti dia pakai Semar mesem!" Senyum mengejek dan menatap remeh.


Suara-suara gosip membicarakan di belakang Bunga terus berlanjut, sembari berkerja mereka terus menjulid Bunga.


Sementara itu Bunga saat ini sudah berada di dalam ruang kerja Rex, Bunga duduk berdiam diri di sofa, sementara Rex mulai sibuk bekerja.


Tidak lama kemudian Zee datang dengan memberikan beberapa file yang harus Rex tandatangani saat ini juga.


Zee tersenyum saat melihat Bunga.


Setelah Rex selesai menandatangani, Zee kembali mengambil file tersebut. "Tuan, proposal yang kemarin sudah saya kirimkan, dan barusan saya mendapat dua proposal dari dua perusahaan."


"Kamu cek saja lebih dulu, dan nanti kabari saya lagi," ucap Rex yang langsung mendapat anggukan kepala Zee.


Zee pamit undur diri setelah urusannya selesai.


Setelah Zee pergi Rex kembali melanjutkan pekerjaannya.


Sungguh aku tidak menyangka miliki suami setampan dia, apa lagi sampai kita? aaa Bunga tidak melanjutkan pikirannya saat mengingat pergumulan panas yang ia lakukan sama Rex hampir tiap malam.


Wajah Bunga bersemu merah mengingat itu semua, makin membuatnya tidak menyangka seolah ini bukan nyata.


Ketukan di pintu langsung menyadarkan Bunga dari lamunannya.


Rex mempersilahkan masuk, dan seketika pintu terbuka lebar, orang yang mau masuk tersenyum manis melihat ke dalam sana, namun perlahan senyum itu meredup saat melihat ada Bunga juga di ruang ini.


Gea, mau apa lagi wanita penggoda itu, batin sengit Bunga saat melihat Gea datang ke ruangan Rex.


Ah sial sial! kenapa harus ada wanita itu sih di ruangan Kak Rex, batin Gea yang juga kesal, namun dengan langkah anggun Gea berjalan masuk ke dalam, menatap sinis ke arah Bunga sebelum ahirnya meletakkan satu file di atas meja Rex.


File itu hanya perlu tanda tangan dari Rex, setelah Rex tandatangani, Gea mengambil lagi dan segera keluar tanpa sepatah kata pun.


Niat hati mau berlama di dalam sana jadi gagal setelah ada Bunga di ruangan tersebut. Gea milih keluar, dipaksa di dalam juga pasti tidak akan membuahkan hasil pikirnya yang sudah terlanjur kesal.


Tidak lama setelah Gea keluar, Bunga ijin keluar sebentar, dan Rex mengijinkan tanpa bertanya mau kemana?

__ADS_1


Ternyata Bunga menyusul Gea, Bunga melihat Gea masuk ke dalam lift menuju lantai tiga belas.


Bunga juga segera masuk ke dalam lift dan menuju lantai tiga belas, baru saja Gea keluar dari dalam lift, Bunga juga ikut keluar dari lift sebelah.


Bunga terus mengikuti Gea sampai wanita itu masuk ke ruang kerjanya, dan sebelum Gea benar-benar menutup pintu, Bunga menahan pintu itu, kini Bunga ikut masuk ke dalam sama-sama berada dalam ruangan Gea bekerja.


"Elo ngapain ngikutin gue, hah!" sentak Gea karena tidak suka melihat Bunga.


Bunga tersenyum sinis. "Cuma mau ngingetin pelakor seperti kamu!"


"Jaga bicara elo ya, gue bukan pelakor!" Bela Gea pada dirinya sendiri karena tidak terima dibilang pelakor.


"Pergi dari ruangan kerja gue, pergi?" sentak Gea lagi, namun tidak membuat Bunga takut.


Bunga malah tersenyum, rambut lurusnya yang tadi dibiarkan tergerai indah, kini Bunga kumpulkan jadi satu ia bawa ke sisi kiri, seketika tanda bekas kecupan di leher Bunga terpampang dan Gea melihat itu semua.


Mulut Gea tanpa sadar menggangga dengan tangan terkepal, cemburu sakit jadi satu melihat tanda kecupan di leher Bunga.


"Elo mau pamer, iya elo mau pamer, kan!" Gea menekan bahu Bunga dengan kasar.


Dengan segera Bunga memegang kuat tangan Gea yang memukul bahunya, kemudian Bunga pelintir tangan Gea kebelakang, sampai Gea mengaduh kesakitan.


"Bunga lepas! Bungan lepas!"


Ahh! Sakit!


Bunga tidak peduli dan semakin melintir tangan Gea kebelakang dengan sekuat tenaga Bunga.


Gila wanita sialan itu begitu kuat tenaganya, ah sakit!


"Bunga lepas! caramu bisa membuat tangan aku patah!"


Bunga melepaskan dan sedikit mendorong Gea, membuat tubuh Gea terhuyung ke depan hampir jatuh.


"Nona Gea yang terhormat! ingat ucapan saya! saya tidak akan biarkan Anda merebut ayah dari bayi saya! dan saya bisa bertindak lebih kejam dari ini pada Anda!"


Selesai bicara dengan marah, Bunga keluar dari ruang tersebut seraya membanting pintu, membuat Gea yang masih meringis kesakitan terlonjak kaget, Gea menatap benci ke arah pintu yang dibanting Bunga.

__ADS_1


__ADS_2