BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 44. Tiba-tiba Noumi histeris.


__ADS_3

Semalaman Rex tidur di rumah sakit, saat pagi hari tiba, Rex terusik tidurnya saat mendengar suara isak tangis, Rex menoleh ke ranjang pasien, ternyata di sana Noumi sedang duduk sembari menangis.


Rex langsung berjalan mendekati Noumi.


"Noumi, kamu baik-baik saja kan?" tanya Rex sembari menangkup wajah Noumi. Mata keduanya langsung bertemu.


Noumi terkejut saat melihat wajah Rex, pria yang selama ini ia rindukan, yang ia sebut dalam doa-doanya untuk bisa kembali dipertemukan dengan Rex.


Dengan air mata yang mengalir sudah tidak terbendung lagi, perlahan Noumi mengangkat tangannya menangkup wajah Rex.


"A-apa a-aku ti-tidak bermimpi?" tanya Noumi dengan suaranya yang terdengar lemah.


Jemari tangan Rex menghapus air mata Noumi. "Ini nyata, aku adalah Rex.


Seketika Noumi langsung memeluk Rex setelah mendengar jawaban Rex, Noumi sangat bahagia ahirnya bisa bertemu dengan pria yang dulu dicintainya, setelah melewati proses perjalanan panjang untuk bisa kembali ke Indonesia.


Rex membiarkan Noumi memeluknya dan menangis di sana, walau perasaannya saat ini sudah berbeda tidak sebahagia dulu jika sedang dipeluk Noumi.


Sebelum Rex mencintai Bunga, sempat berpikir pasti akan bahagia saat melihat Noumi kembali pulang, tapi ternyata saat ini tidak.


Rex merasa biasa saja, karena dihatinya saat ini hanya ada nama Bunga seorang.


Setelah Noumi mulai tenang, Rex duduk di pinggiran ranjang sembari menatap wajah Noumi yang pucat itu.


"Rex aku bahagia bisa bertemu kamu," ucap jujur Noumi sembari tersenyum campur menangis.


"Kau masih tampan saja seperti dahulu, sepertinya kau tidak berubah, tidak seperti aku."


Rex terkekeh mendengar ucapan Noumi barusan.


"Kamu kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Rex, yang ingin tahu permasalahan yang sudah Noumi lewati, namun wajah Noumi seketika berubah ketakutan seperti orang histeris sehabis pernah disiksa.


Ah! tidak tidak!


Teriak Noumi sembari menutup telinganya.

__ADS_1


Rex langsung memegangi tangan Noumi. "Noumi tenanglah, ada apa sebenernya."


Namun Noumi tidak bisa langsung tenang, Noumi malah teriak-teriak tidak jelas, dari wajahnya terlihat sangat ketakutan, seolah didepannya itu bukan Rex yang Noumi kenal.


Rex tidak bisa membiarkan ini berlanjut lama, Rex langsung menekan tombol darurat yang tidak lama kemudian dokter dan perawat masuk ke ruang Noumi.


Pergi! Pergi! teriak Noumi, berusaha menepis tangan Rex.


Dokter segera menyuntikkan obat penenang untuk Noumi, dan seketika Noumi tertidur. Dokter mulai memeriksa keadaan Noumi.


Sementara itu Rex menunggu di depan ruangan tersebut. Rex duduk sesekali mengusap wajahnya dengan kasar, sungguh Rex merasa bingung dengan keadaan Noumi.


Bila dilihat Noumi sampai ketakutan seperti itu, pasti saat Noumi berada di Amerika, wanita itu mendapat perlakuan buruk.


Namun saat Rex mau bertanya pada Noumi langsung, rasanya tidak memungkinkan, tadi saja Rex berusaha mau bertanya malah tidak mendapat jawaban apa pun dan malah menimbulkan Noumi ketakutan.


Apa yang terjadi di sana, gumam Rex.


Pintu ruang rawat terbuka, Rex berdiri menghampiri dokter.


"Sepertinya pasien mengalami gangguan mental, mungkin miliki pengalaman buruk, jika boleh bisa jangan ditanya-tanya hal-hal yang membuat pasien ketakutan lagi," terang dokter sebelum ahirnya pergi.


Setelah dokter dan dua perawat di dalam keluar, Rex kembali masuk ke ruang rawat Noumi.


Rex semkin kasihan melihat keadaan Noumi, yang berbaring lemah di atas ranjang, yang kemudian tanpa sengaja arah mata Rex melihat jam dinding.


Rex langsung terkejut melihat pukul tujuh pagi saat ini. Sudah sejak kemarin melupakan Bunga hanya mengurusi Noumi.


Rex berjalan ke arah sofa, mengambil hp nya di sana, Rex membuka hp ada dua panggilan dari Bunga, juga ada banyak pesan masuk dari Bunga.


Kemarin hp Rex diatur dalam mode diam, jadi tidak mendengar suara hp nya bunyi, karena di rumah sakit tidak mau mengganggu pasien, dan kemarin sejak habis menghubungi Zee, Rex tidak memegang hp lagi, hp nya ia letakkan di sofa.


Hah maafkan aku Bunga, gumam Rex merasa bersalah karena sudah abaikan Bunga.


Rex segera keluar dari rumah sakit, tujuannya pulang saat ini, Rex yang sudah berada di dalam mobil yang sedang melaju, mengendarainya dengan cepat, ingin segera sampai rumah, Rex takut Bunga marah.

__ADS_1


Barusan Rex balas melalui pesan masuk, tapi hanya centang satu, bertanda Bunga belum aktif.


Tiga puluh menit, mobil yang Rex kendarai tiba di apartemen, Rex segera masuk ke dalam gedung, menuju lantai kamarnya berada.


Tiba di sana, Rex segera menekan tombol password dan setelah pintu terbuka Rex masuk ke dalam.


Rex langsung berjalan menuju kamarnya, membuka pintu dan langsung netra matanya melihat sosok cantik yang sedang duduk di kursi meja rias.


Bunga yang melihat Rex datang melalui cermin, langsung bangkit dari duduknya, berbalik melihat Rex.


"Kak Rex," ucap Bunga, hatinya merasa senang karena Rex ahirnya pulang, semalaman Bunga khawatir sampai tidur tidak nyenyak, tapi wanita calon ibu itu tetap berusaha berpikir positif.


"Aku belum mandi tidak bisa memelukmu, aku mandi dulu," ucap Rex dengan tersenyum.


Bunga mengangguk.


Sembari menunggu Rex selesai mandi, Bunga kembali berlanjut mengepang kecil-kecil rambutnya, entah mengapa hari ini pengen dandan seperti ini, mungkin bawaan calon bayi perempuan pikir Bunga.


Lima belas menit kemudian, Rex sudah selesai mandi, tapi Bung belum juga beranjak dari kursi meja rias.


Rex geleng-geleng kepala melihat rambut Bunga yang banyak kepang rambut kecil-kecil, terlihat lucu dan menggemaskan.


Rex yang belum pakai baju hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang, tiba-tiba memeluk Bunga dari belakang, bibir lembut pria itu mengecup-ngecup leher Bunga sampai meninggalkan jejak kepemilikan.


"Kak Rex."


Mendengar suara Bunga Rex menghentikan kegiatannya itu. Sembari terkekeh Rex berjalan menuju ruang ganti di sana sudah ada baju yang Bunga sudah siapkan.


Tidak lama kemudian Rex keluar dari ruang ganti sudah memakai baju, Bunga sudah beranjak dari kursi meja rias, kini sedang duduk di atas ranjang sembari bersandar dan memeluk guling.


Rex menyisir rambutnya di depan cermin, namun matanya melihat ke arah Bunga yang berada di atas ranjang, bibir merah Bunga serta rambut yang dikepang banyak, wajahnya yang bulat. Benar-benar terlihat lucu.


Rex kemudian menghampiri Bunga duduk di sebelah Bunga sembari melingkar kan tangannya di pinggang Bunga. "Maaf semalam aku tidak pulang karena menemani teman aku yang sedang sakit di rumah sakit."


Jadi kak Rex tidak pulang bukan bekerja, batin Bunga sedikit kecewa, karena apa Rex sampai abaikan dirinya padahal di sana hanya menemani temannya saja.

__ADS_1


__ADS_2