BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 55. Sakit perut.


__ADS_3

Kesalahpahaman sudah selesai, hari ini Bunga menjalani hari dengan tenang tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan. Apa lagi setelah semalam saling berjanji bahwa akan saling jujur apa pun itu. Bunga merasa bahagia.


Pagi ini setelah sarapan pagi Rex berangkat ke kantor, Bunga dengan ditemani suster calon pengasuh baby nya nanti, juga pemandu senam ibu hami, Bunga melakukan senam ibu hamil.


Ada berbagai macam gerakan senam hamil, antara lain: senam untuk kaki, senam dengan duduk bersila, senam untuk pinggang, cara tidur yang nyaman, latihan saat persalinan, hingga cara untuk memperlancar ASI. Semua gerakan ini menjadi satu rangkaian gerakan yang dilakukan pada saat senam hamil.


Tujuan dan indikasi senam hamil.


Senam hamil dapat dilakukan oleh setiap ibu hamil yang sehat dan tidak mengalami komplikasi kehamilan. Tujuan dari senam hamil antara lain adalah untuk:


Meredakan nyeri punggung


Mencegah sembelit (konstipasi)


Menurunkan risiko komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional dan preeklamsia


Menjaga berat badan agar tetap ideal selama kehamilan


Memperkuat jantung dan melancarkan aliran darah


Melancarkan persalinan, terutama persalinan melalui ******


Melatih dan melancarkan pernapasan


Melatih posisi melahirkan yang baik


Saat ini Bunga sedang melakukan senam hamil dengan cara duduk pada bola senam, setiap gerakannya diawasi pemandu senam.


Senam hamil ini bermanfaat untuk melenturkan otot panggul guna mempermudah persalinan. Untuk melakukan senam ini, duduklah di atas bola dengan posisi kaki menyentuh lantai dan jaga posisi punggung agar tetap lurus.


Selanjutnya, lakukan gerakan ke kanan dan ke kiri atau sebaliknya. Ibu juga dapat membuat gerakan memutar menggunakan bola senam.


Kemudian Bunga berganti gerakan yang kedua yaitu jongkok dengan bola senam.


Gerakan ini diawali dengan membuka kaki selebar bahu dan membelakangi dinding, kemudian letakkan bola senam di antara dinding dan punggung. Selanjutnya, turun secara perlahan hingga lutut membentuk sudut 90 derajat. Kembalilah ke posisi awal dan ulangi sebanyak 10 kali.


Kegiatan senam hamil hari ini cukup sampai di digerakkan dua itu saja, apa bila ibu hamil kelelahan juga tidak baik.


Pemandu senam segera pulang setelah tugasnya selesai.

__ADS_1


Bunga beristirahat duduk di ruang makan, Bunga minum air putih di sana, mulai sekarang untuk pola makan Bunga dan minum Bunga yang melayani adalah suster Ola, calon pengasuh bayi nanti.


"Apa Nyonya mau makan?" tanya Ola karena saat ini sudah pukul sebelas siang, barang kali Bunga sudah lapar, karena biasanya seorang ibu hamil mudah lapar.


Bunga mengangguk. "Aku mau makan tapi bukan nasi," ucap Bunga memberi tahu.


"Nyonya mau makan apa biar saya carikan," ucap Ola lagi, sebisa mungkin akan melayani sang Nyonya dengan baik.


"Aku mau makan tahu gejrot."


Mendengar nama makanan yang Bunga sebutkan, Ola mengerutkan keningnya. Ternyata Bunga menyukai makanan seperti itu pikir Ola.


"Saya akan carikan Nyonya, tunggu saya kembali," ucap Ola sembari menunduk hormat yang kemudian langsung berjalan keluar apartemen.


Entah kemana Ola akan mencari tahu gejrot, karena biasanya pedagang tahu gejrot itu suka keliling, Ola akan mencari di tempat seperti taman, biasanya ada pedagang kaki lima di sana yang jualan.


Ola pergi menggunakan ojek online, putar-putar jalan kota sembari mencari pedagang tahu gejrot.


Sementara itu di tempat lain.


Gedung Wijaya Company.


Di dalam sebuah ruangan kerja, seorang wanita siap melakukan aksinya, kali ini wanita itu akan mencari perhatian pria pujaan hatinya.


Sampai di sana wanita itu meneteskan obat mata yang membuat mata pedih, wanita itu mau berakting menangis, entahlah rencana apa yang tengah disusun oleh wanita itu.


Tapi dia tidak mengetuk pintu itu, menunggu di luar karena saat ini adalah jam makan siang, biasanya pria itu akan keluar untuk sekedar makan siang.


Dan benar saja tidak lama kemudian pintu ruang CEO terbuka menampakkan sosok pria tampan, wanita itu segera memulai aktingnya.


"Kak Rex ... Kak Rex tolong aku kak." Memegang lengan Rex sembari merasakan perutnya yang luar biasa sakit.


"Gea kamu kenapa." Rex panik baru saja membuka pintu sudah di sambar Gea yang mengaduh kesakitan.


"Perut saya sakit Kak."


Ahh!! Pekik Gea sampai terjongkok untuk menahan rasa sakit itu, air matanya sudah membasahi pipi.


"Sebaiknya kamu ke rumah sakit Gea," ucap Rex yang langsung membuat hati Gea senang.

__ADS_1


Tangan Gea meraih tangan Rex sembari mendongak ke atas melihat wajah pria itu. "Kak Rex, tolong Kak Rex yang antar aku, ini sakit sekali aku tidak bisa menjalankan mobil sendiri."


Rex diam tidak langsung menjawab, saat mendengar suara pintu di buka Rex menoleh, kebetulan ada sekertaris Zee.


"Zee," panggil Rex dan wanita itu langsung mendekat saat Tuannya memanggil.


Zee membungkuk di depan Rex.


"Tolong kamu antarkan Gea ke rumah sakit, dia sedang sakit perut."


Sekertaris Zee langsung melihat ke arah Gea yang saat ini sedang berjongkok, dalam hati ingin tertawa melihat Gea begitu menyedihkan.


"Baik Tuan," jawab Sekertaris Zee.


Gea menggeleng cepat, bukan ini yang Gea mau, Gea hanya ingin ke rumah sakit di antar Rex bukan diantar Sekertaris Zee wanita menyebalkan bagi Gea.


"Kak Rex no, aku hanya mau diantar sama Kak Rex," rengek Gea seperti anak kecil. Menatap Rex penuh permohonan.


Rex melepas tangan Gea yang memegang tangannya. "Aku tidak bisa mengantar kamu Gea, aku ada urusan sama ayah dan sekarang aku harus menemui ayah."


Rex langsung pergi begitu saja tidak pedulikan Gea yang masih memanggil namanya.


Ah sialan! umpat Gea dengan tangan terkepal.


Gea bangkit dan langsung pergi dari sana, tidak pedulikan sekertaris Zee yang tersenyum miring ke arahnya.


Tanpa Sekertaris Zee bertanya apa kah jadi ke rumah sakit atau tidak, wanita itu sudah tahu bahwa Gea sedang berakting.


"Sampai lebaran monyet kau tidak akan bisa mendapatkan Tuan Rex," ucap Sekertaris Zee yang mencibir usaha Gea dalam mendapatkan Rex.


Sekertaris Zee yang tadi ingin ke kantin perusahaan mau makan siang segera membawa langkah kakinya menuju ke sana.


Sementara itu Ola yang saat ini sudah berhasil mendapatkan tahu gejrot untuk Bunga, dengan senyum merekah membawa masuk tahu gejrot itu ke dalam Apartemen.


"Nyonya," sapa Ola setelah sampai di ruang makan, ternyata Bunga masih duduk di sana sambil menikmati puding coklat.


"Aku membawakan ini untuk Nyonya." Ola menunjukan tahu gejrot yang ia bawa.


Bunga langsung tersenyum makanan yang sudah ditunggu-tunggu sejak tadi kini ada di hadapannya.

__ADS_1


Ola segera menaruh tahu gejrot itu ke dalam piring, kemudian menggeser ke hadapan Bunga.


Seketika bumil itu memakannya dengan lahap, Ola yang melihatnya hanya bisa tersenyum. Ngiler kalo lihat bumil makan tuh.


__ADS_2