BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 58. Membujuk Bumil.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Ternyata Bunga masih ngambek, Rex pikir Bunga sudah tidak ngambek lagi, apa lagi saat teringat semalam Rex sampai tidur di sofa, karena Bunga yang tidak mau didekati. tapi nyatanya tidak seperti dugaannya.


Rex berusaha mengembalikan senyum Bunga, ternyata tidak mudah, Rex sampai harus membuat lelucon untuk membuat Bunga tersenyum.


Seperti saat ini Rex sampai memakai kostum badut, yang Rex dapat dari menyewa kostum tersebut, Sekertaris Zee yang mencarikannya tadi.


Rex menari-nari di depan Bunga, awalnya Bunga masih saja cemberut namun lama-kelamaan Bunga tertawa juga.


Tapi tawa itu tidak lama, usai Rex menghentikan menari-nari sebagi badut, Bunga cemberut lagi, wajahnya masam sekali.


Rex capek mau duduk di sofa sebelah Bunga, namun baru saja Rex mendaratkan pantatnya, Bunga bangkit dan masuk ke dalam kamar.


Rex mendesah kasar sembari mengacak rambutnya, saat ini kepala badut sudah Rex lepas, jadi terlihat jelas wajah Rex saat ini nampak frustasi.


"Kenapa membujuk bumil yang lagi ngambek sudah sekali ya," bicara sendiri sembari melihat ke arah pintu kamar.


Hah harus berguru sama siapa ini untuk meluluhkan hatinya lagi batin Rex yang benar-benar merasa bingung.


"Coba deh telfon ayah kali ayah tahu, kan ayah sudah pengalaman." Rex mengambil hp dan membukanya mencari nomor ponsel Ayah Ciko siap menekan tombol panggil, tapi saat mau menekan Rex mengurungkan tampak berpikir.


"Kalau aku telfon ayah nanti ayah jadi tahu masalah rumah tangga aku, hah tidak jadi lah." Rex menyimpan kembali ponselnya. Tapi Rex tidak bisa melihat Bunga yang ngambek terus, hah Rex benar-benar merasa serba salah.


Sudah pusing di tambah mengunakan pakaian badut, Rex jadi merasa panas dan gerah, dengan kasar Rex melepas kostum badut tersebut.


Setelah kostum badut terlepas, Rex kembali membuka hp nya, mau cari sesuatu informasi mengenai meluluhkan hati wanita melalui internet.


Setelah apa yang di ketik muncul di internet, Rex membaca informasi dari berbagai sumber, Rex men secrol dari atas ke bawah, memacari sumber informasi yang pas dengan masalahnya, Rex menemukannya. Yaitu cara membuat wanita tersenyum ketika dia lagi marah.


Rex membaca semua tip-tipnya, mencermati dan mengingatnya. Rex manggut-manggut setelah paham.


Langkah pertama Rex akan minta maaf lagi, meski tadi malam Rex sudah minta maaf, tapi sekarang akan melakukannya lagi.


Rex berpikir akan minta maaf dengan membawa sesuatu, Rex teringat bahwa pagi ini Bunga belum minum susu hamil, Rex berencana akan membuatkannya.

__ADS_1


Rex segera berdiri dan berjalan menuju dapur, sampai di sana Rex mencari dus susu hamil milik Bunga.


Pelayan yang melihat Rex tampak sedang mencari sesuatu mendekati dan menawarkan bantuan.


"Maaf Tuan sedang mencari apa? Bisa kasih tahu saya, siapa tahu saya bisa membantu," ucap pelayan tersebut.


Kebetulan pikir Rex saat melihat pelayan mendekatinya.


"Aku mencari dus susu hamil milik Bunga, aku mau membuatkannya susu."


"Saya tahu Tuan, sebentar saya ambilkan," jawab cepat pelayan itu yang langsung berjalan menuju almari tempat penyimpanan.


Tidak lama kemudian pelayan kembali menghampiri Rex dengan membawa dus susu dan menyerahkannya ke sang Tuan.


Rex menerimanya dan segera membuatkan susu untuk Bunga, tidak butuh lama kini susu hamil yang Rex buat sudah jadi.


Rex meletakkannya di atas nampan, kemudian membawanya berjalan menuju kamar.


Rex membuka pintu kamarnya yang tidak dikunci itu, Rex berjalan masuk ke dalam, namun matanya tidak melihat Bunga, Rex meletakkan nampan di atas meja.


Rex membukanya, dan benar saja Bunga tidak ada di dalam sana.


"Bunga ..." teriak Rex. Dan seketika Rex mendapat sebuah sahutan dari arah balkon. Rex segera mendekatinya.


Setelah Rex menggeser pintu kaca matanya langsung melihat sosok yang ia cari, Bunga sedang berdiri di sana dengan posisi membelakanginya.


Angin pagi memang sejuk, Rex juga bisa merasakannya. Rex berdiri di samping Bunga, wanita itu menoleh sebentar kemudian kembali lagi menatap lurus ke depan.


Rex merasa ini adalah situasi yang pas, karena suasana terasa nyaman. Rex mau berusaha membujuk Bunga lagi, menggunakan langkah pertama yaitu minta maaf.


Rex memegang pundak Bunga dan mengarahkannya kepadanya, Rex menatap lekat wajah Bunga yang masih membuang muka, Rex menyentuh dagu Bunga membawanya untuk melihat ke arahnya.


Mereka saling menatap dalam diam.


Bunga tidak tahu apa yang mau Rex lakukan, tiba-tiba saja Rex membawa tubuhnya sedikit membungkuk kemudian mencium perut Bunga yang sudah membesar itu.

__ADS_1


"Aku minta maaf," ucapnya setelah mencium perut Bunga, dan mendongakkan kepala menatap wajah Bunga.


Hatinya Bunga terenyuh seketika mendapati Rex mencium perutnya, namun Bunga entah kenapa masih malas, masih buruk moodnya.


Rex tidak mau menyerah, kali ini Rex melakukan tugas yang kedua, yaitu memeluk wanitanya senyaman mungkin meski dia sedang marah.


Dan benar saja baru saja Rex memeluk Bunga, Bunga langsung memberontak, memukul punggung Rex, tapi Rex tidak akan melepaskannya.


"Aku sayang sama kamu, aku minta maaf," ucap Rex di tengah-tengah mendapat pukulan di punggungnya bertubi-tubi.


Dan kata-kata itu langsung mampu menghentikan aksi Bunga barusan. Bunga menangis membalas pelukan Rex.


Meskipun Bunga ngambek, hati kecilnya tidak bisa bohong bahwa ia menginginkan pelukan yang nyaman seperti ini.


Saat merasakan Bunga membalas pelukannya, Rex tersenyum. Dalam hatinya sangat bersyukur.


"Aku sudah membuatkan kamu susu, kamu belum minum susu, kan? Ayo kita masuk ke dalam," ajak Rex dengan lembut, Rex melerai pelukannya dan berganti menggenggam tangan Bunga kemudian mereka bersama-sama berjalan masuk ke dalam.


Rex mendudukkan Bunga di kursi sofa yang ada di ruang kamarnya, Rex mengambil nampan berisi gelas susu.


Rex mendekati Bunga dan duduk di sebelah Bunga, Rex mengambil gelas itu dan membantu Bunga untuk minum susu.


"Habiskan," titah Rex dan Bunga menurut langsung menghabiskannya, karena susu itu sudah tidak panas.


Setelah susu itu habis Rex meletakkannya kembali gelasnya di atas meja, Rex menoleh ke arah Bunga, mengusap bibir Bunga yang ada bekas susu sedikit.


Rex mengusap lembut wajah Bunga, mendaratkan kecupan dalam di di kening Bunga.


Rex beralih menggenggam tangan Bunga. "Nanti malam aku akan mengajak kamu bertemu Noumi, kita katakan bersama-sama." Rex tersenyum.


"Apa tidak masalah? Bagaimana jika dia tidak terima," ucap Bunga sekaligus penasaran dan ingin tahu jawaban Rex.


"Terima atau tidak terima aku tidak peduli, karena ada kamu yang menjadi prioritas aku sekarang." Rex mencium punggung tangan Bunga.


"Gombal." Bunga menyebikkan bibirnya.

__ADS_1


"Hei aku serius nanti akan aku buktikan." Rex menarik hidung Bunga gemas.


__ADS_2