BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 46. Bumil ngambek.


__ADS_3

Gea ahirnya milih putuskan untuk mencari saja tanpa bertanya receptionist, apa bila Gea menelpon Rex dan bertanya pada pria itu, maka akan diketahui Rex.


Tujuan Gea datang ke rumah sakit, hanya ingin tahu siapa orang yang Rex jaga.


Hah kemana aku harus mencari ya di rumah sakit sebesar ini, batin Gea yang terus berjalan.


Setelah Gea terus berjalan mencari disetiap ruangan, memang tidak mudah, Gea sampai merasa pusing, tapi demi bisa mengetahui orang yang Rex jaga, Gea tidak menyerah.


Gea beristirahat sejenak duduk di kursi tunggu yang mengarah ke sebuah taman yang ada di rumah sakit tersebut.


Mata Gea langsung terbelalak saat melihat Rex sedang mendorong kursi roda yang ada wanita yang duduk di sana.


Noumi, jadi orang yang sedang Kak Rex jaga adalah Noumi! batin Gea terkejut.


Gea tentu mengenal Naumi, karena dahulu Gea juga tahu apa bila Noumi adalah kekasihnya Rex.


Gea segera berjalan pergi dari tempat tersebut, sebelum ketahuan Rex, bibir Gea tersenyum penuh arti seolah sedang merencanakan sesuatu.


Setelah Rex mendorong kursi roda Noumi di koridor rumah sakit, mau menuju ruang rawat Noumi. Gea mengikuti mereka dari jarak aman, Gea ingin tahu dimana tempat Noumi di rawat.


Ternyata tidak jauh dari tempat tersebut, Gea melihat Rex membawa masuk Noumi ke ruang rawat.


Jadi di sana tempat Noumi dirawat, batin Gea yang semakin tersenyum penuh arti, setelah itu Gea langsung pergi dari tempat tersebut.


Di dalam ruang rawat Noumi. Rex yang baru saja membaringkan tubuh Noumi, tiba-tiba tangan Rex di genggam Noumi saat Rex mau beranjak pergi.


"Jangan pergi, temani aku tidur disini," ucap Noumi dengan tatapan memohon.


Rex ahirnya duduk di kursi sebelah ranjang pasien, Rex menemani Noumi sampai wanita itu tertidur.


Meski tadi Rex sudah mengatakan akan pulang sebentar, Noumi tidak mau ditinggal Rex begitu saja, Noumi tidak mau melihat Rex pergi dalam keadaan sadar, biarlah dirinya tertidur dulu, maka tidak akan terasa kehilangan.


Dalam hati kecil Noumi tidak ingin berjauhan dengan Rex, namun Noumi tidak bisa melarang Rex yang mau pulang juga, karena pria itu juga butuh istirahat.


Dan setelah beberapa saat Noumi ahirnya tertidur, Rex beranjak pergi dari sana, Rex menutup pintu dengan pelan, jangan sampai menimbulkan suara takut mengganggu Noumi.

__ADS_1


Rex langsung merasa lega setelah sampai di parkiran mobilnya, sekarang sudah siang banget untuknya harus pulang, Rex segera menjalankan mobilnya menuju pulang, sudah tidak sabar untuk segera bertemu Bunga.


Saat Rex melewati toko buah, Rex menghentikan mobilnya kemudian membeli buah untuk Bunga, setelah mendapat buahnya Rex kembali melajukan mobilnya.


Tiga puluh menit, mobil yang Rex kendarai sudah tiba di apartemen, dengan semangat Rex masuk ke dalam apartemen.


Setelah tiba di lantai tempat apartemennya berada, Rex segera menekan tombol password dan masuk ke dalam sana.


Orang pertama yang Rex cari adalah Bunga, ternyata wanita itu saat ini sedang berada di dapur, Rex mendekati Bunga dengan langkah pelan tanpa suara, memberi kode pada pelayan yang membantu Bunga untuk diam.


Bunga yang merasakan ada tangan kokoh yang melingkar di pinggangnya langsung kaget.


Bunga balik badan menatap ke arah Rex. "Masih ingat jalan pulang ke rumah!" tanya Bunga ketus.


Rex menyengir kuda memperlihatkan gigi putihnya. "Maaf," ucap Rex dengan manja.


"Pergilah aku tidak mau diganggu!" Bunga bicara ketus lagi sembari melepas tangan Rex yang berada di pinggangnya.


"Sayang, jangan marah," ucap Rex setelah Bunga berbalik lagi fokus dengan daging yang sedang Bunga potong.


"Sebaiknya kamu tidak usah pulang!"


"Terserahlah aku lagi sedang mau memasak jangan ganggu aku!"


"Sayang." Rex memeluk Bunga dari belakang lagi namun baru saja menempel merasakan lengannya sakit yang baru saja dicubit Bunga.


Ah! keluh Rex saat merasakan sakit dengan matanya dibuat memelas. Tapi tidak membuat Bunga merasa kasihan.


"Pergilah ke kamar dan mandilah, jangan ganggu aku!" Bunga melotot, Rex yang melihat pertama kalinya Bunga marah langsung merinding, dan langsung berlari cepat masuk ke dalam kamar.


Hah! dasar laki-laki main pergi dan main datang lalu dengan mudahnya minta maaf padahal sebelumnya tidak memberi kejelasan pergi kemana.


Bunga mengomel moodnya hari ini lagi tidak baik.


Saat ini Bunga mau membuat roti kebab, tiba-tiba pengen makan kebab buatan sendiri. setelah menunggu beberapa saat roti kebab sudah jadi.

__ADS_1


Bunga membuat tujuh roti kebab, yang lima untuk pelayan, yang dua untuk dirinya dan Rex.


Bunga membawa roti kebab miliknya ke meja makan, Bunga mulai memakannya di sana. Kunyah-kunyah merasa enak roti kebab buatannya.


Sampai tidak terasa Roti kebab yang Bunga makan sudah habis tinggal satu suap lagi, setelah selesai makan roti kebab, Bunga memainkan ponselnya melihat-lihat menu makanan yang ingin Bunga buat lagi.


Tidak lama kemudian, Rex sudah kembali lagi ke ruang makan, Rex melihat roti kebab dalam piring, melihat juga piring di depan Bunga tapi sudah kosong.


"Bunga, ini untuk aku?"


"Bukan," jawab Bunga masih dengan suara ketus matanya masih fokus dengan ponselnya melihat menu makanan.


Rex yang tadi sudah senang karena pasti roti kebab dalam piring itu adalah untuknya, karena melihat piring di depan Bunga sudah kosong, tapi setelah mendengar ucapan Bunga barusan, senyum itu meredup.


Bunga melirik Rex saat pria itu duduk sembari menjauhkan lagi piring yang berisi kebab.


"Kenapa tidak jadi dimakan?" tanya Bunga dengan kening berkerut.


"Tadi kata kamu bukan untukku," jawab Rex dengan bibir mayun.


Bunga tertawa.


Rex menggaruk tengkuknya yang tidak gatal bingung dengan tingkah Bunga.


Setelah berhenti tawa Bunga bicara, "Aku becanda Kak Rex, gitu saja Kak Rex percaya." Bunga terkekeh geli sembari melanjutkan membaca bahan menu makanan yang mau Bunga buat.


Senyum Rex langsung kembali mengembang lagi, dengan segera Rex meraih piring itu lalu memakan kebabnya.


Satu gigitan di kunyah-kunyah rasanya lezat, Rex menggigit lagi dan lagi sampai tidak terasa kebab itu habis.


Rex ambil air minum di lemari pendingin tempatnya di dapur, Ayu yang melihat Rex sedang mengambil minuman, matanya terus mengagumi wajah tampan Rex.


Hanya bisa menelan ludah kasar, karena pria yang Ayu kagumi bukan miliknya. Ayu mengusap-usap tembok sembari matanya terus melihat ke arah Rex.


Tanpa Ayu sadari ada Bibi Eka yang berdiri di belakang Ayu, Bibi Eka segera memukul tangan Ayu, dan seketika Ayu terperanjat kaget.

__ADS_1


"Ibu!" pekik Ayu kesal karena ibunya main pukul-pukul saja padahal dirinya sedang asyik memandangi wajah tampan Rex.


Saat melihat ke arah lemari pendingin lagi, Rex sudah tidak ada di sana, Ayu kecewa dalam hati menyalahkan ibunya.


__ADS_2