BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 54. Memeluk erat.


__ADS_3

Rex terus melajukan mobilnya untuk mencari Bunga, dari turun hujan sampai hujan itu sekarang berhenti, entah sudah pukul berapa, Rex sampai tidak melihat jam karena fokus dan semangat untuk segera menemukan Bunga.


Tapi sayangnya yang dicari tidak kunjung Rex temukan, saat ini Rex menghentikan mobilnya di pinggir jalan, Rex menyandarkan punggungnya di kursi kemudi, Rex merasa bersalah sama Bunga.


Apa lagi saat mengingat Bunga sedang hamil, Rex sampai meneteskan air mata karena khawatir sama Bunga.


"Oh Bunga kau dimana?" Rex terus bertanya pada diri sendiri, matanya terus tengok-tengok melihat sekeliling jalan berharap melihat Bunga.


Hah Rex semakin merasa frustasi tidak kunjung menemukan Bunga, kembali bersandar dan memejamkan mata.


"Sepertinya ini menjadi pelajaran hidup buat aku, aku tidak mau kehilangan Bunga. Lain kali aku harus jujur apa pun itu," ucap Rex di tengah rasa penyesalannya.


Rex kemudian kembali menjalankan mobilnya, tapi kali ini mau pulang ke apartemen, akan melihat Bunga sudah pulang apa belum, tapi di dalam hatinya berharap Bunga sudah pulang, sehingga rasa bersalahnya sedikit terobati setelah melihat Bunga pulang.


Rex melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata, kondisi baru hujan jalanan licin Rex harus berhati-hati.


Tiga puluh menit Rex sudah sampai di base camp apartemen memarkirkan mobilnya di sana.


Rex segera keluar dan menuju lift yang akan membawanya naik ke tempat lantai kamarnya berada.


Sampai di sana Rex segera menekan tombol password dan masuk ke dalam.


Malam memang sudah larut, lampu sudah banyak yang dipadamkan hanya satu lampu yang masih menyala di ruang tengah.


Rex berdiri di depan pintu kamarnya, saat tangannya mau menyentuh ganggang pintu jantung Rex berdegup kencang antara penasaran ingi melihat Bunga dan juga takut apa bila Bunga tidak ada di dalam.


Rex membaca doa dengan harapan Bunga berada di dalam kamar, perlahan Rex membuka pintu, cahaya lampu remang yang menyambut mata Rex, perlahan kepala Rex menyembul ke dalam, dan seketika menghela nafas lega setelah melihat ada seseorang yang tidur di atas ranjangnya.


Rex melangkah masuk dan tidak lupa mengunci pintu, setelah itu Rex berjalan mendekati ranjang, sampainya di samping ranjang Rex melihat wajah Bunga, mendekatkan wajahnya ke wajah Bunga dan dari jarak sedekat ini Rex bisa melihat mata Bunga sembap dan masih ada air mata yang menetes.

__ADS_1


Maafkan aku Bunga, pasti kamu kecewa sama aku, sungguh tidak ada niat untuk membuat kamu sedih, aku hanya ingin menjaga perasaan kamu sebenarnya, andaikan aku tahu jadinya akan seperti ini, aku pasti akan bercerita dari awal, batin Rex yang ikut sedih dan kemudian mencium mata Bunga yang masih ada air matanya itu.


Rex membersihkan diri lebih dulu, setelah selesai mandi Rex hanya memakai celana panjang tanpa baju langsung menyusul naik ke atas ranjang masuk ke dalam satu selimut dengan Bunga.


Rex tidur memeluk Bunga dari belakang.


Pagi hari saat sinar matahari masuk dari celah jendela, karena gorden yang sedikit tersibak, mata Bunga mengerjap, seketika Bunga merasakan ada tangan kokoh yang menindih tubuhnya.


Kak Rex, batin Bunga setelah tahu pemilik tangan itu.


Semalam Bunga menangis sendiri cukup lama sampai membuat pagi ini sedikit kesiangan.


Bunga menoleh melihat jam dindin, saat ini sudah pukul tujuh pagi, Bunga terkejut tidak menyangka akan bangun kesiangan.


Bunga mau bangun, dan pergerakan Bunga saat ini membuat Rex terusik dan pria itu ahirnya membuka mata.


"Apa!" Bunga menyahut kasar, namun di detik berikutnya Bunga menangis, entah kenapa tiba-tiba jadi cengeng.


Hiks hiks hiks.


Tubuh Bunga bergetar wanita itu mengusap air matanya yang saat ini sudah dalam posisi duduk di pinggiran ranjang.


Rex langsung memeluk Bunga, dalam sekejap Bunga memberontak tidak mau dipeluk oleh Rex, tapi Rex tidak peduli terus memeluk Bunga mendekap Bunga meski Bunga terus memberontak.


"Lepaskan aku ... Lepaskan aku ... Hiks hiks!"


Ternyata melihat wanita yang dicintai menangis dan tidak mau di peluk itu menyakitkan rasanya, Rex ikutan meneteskan air mata.


"Bunga aku minta maaf plis dengar penjelasan aku dulu," bisik Rex lembut tepat ditelinga Bunga.

__ADS_1


Wanita itu sepertinya mendengar meski suara Isak tangis memenuhi seisi ruangan, terbukti tubuhnya mulai diam tidak bergerak lagi minta dilepaskan. Rex semakin memeluk Bunga menciumi rambut Bunga yang sangat ia sukai aroma wanginya itu.


Setelah suara Isak tangis Bunga mulai mereda Rex melerai pelukannya menatap wajah Bunga yang matanya begitu sembab serta hidungnya bewarna merah, menandakan wanita itu telah menangis semalaman.


"Lihat aku," titah Rex saat Bunga mencoba membuang muka.


Rex meraih dagu Bunga membawa wajah Bunga untuk menatapnya juga.


Mereka saling menatap dan diam.


Hening.


"Aku minta maaf."


Satu kata yang berhasil Rex ucapkan setelah keheningan beberapa saat. Bunga tetap terus menatap dalam bola mata Rex mencari tanda kebohongan di sana, meski bibirnya diam tapi Bunga mendengar ucapan Rex barusan.


"Ya dia adalah Noumi, dan tanpa aku jelaskan siapa dia pasti kamu sudah tahu." Rex berhenti bicara menunggu respon dari Bunga, karena Bunga tetap diam Rex lanjut bicara, "Dia sedang sakit kanker usianya tidak lama lagi, aku hanya membantu dia ya setidaknya sampai dia sehat, maaf-." Rex menangis teringat kesalahannya. "Aku terpaksa diam karena tidak ingin kamu kepikiran."


Rex menangkup wajah Bunga. "Dia hanya masa lalu, aku tegaskan lagi bahwa dia hanya masa lalu." Rex langsung meluk Bunga yang diam tidak mau menjawab itu.


Dalam pelukan Rex, Bunga merasa kelegaan hatinya setelah mendengar sendiri penjelasan pria itu, meski Bunga diam tapi sejak tadi Bunga memperhatikan Rex mencari tanda kebohongan, dan hanya kejujuran yang Bunga temukan.


"Jika kau melarang aku mulai saat ini aku tidak akan menemui dia," bisik Rex lagi masih memeluk Bunga.


Disini Bunga seketika merasa menjadi wanita paling jahat, kenapa? Karena Noumi sudah diagnosa tidak lama lagi usianya, itu artinya dalam waktu cepat wanita itu akan mati, sementara Rex adalah pria yang diinginkan Noumi untuk selalu di sampingnya sebelum tutup usia.


Kali ini Bunga lebih dulu yang melerai pelukannya, Bunga tersenyum kecil sangat kecil sampai tidak terlihat.


"Aku tidak apa-apa Kak Rex membantu dia sehat, asal tidak bohong lagi sama aku." Selesai bicara bibir Bunga mimbik-mimbik mau menangis lagi. belum sampai tangis itu pecah Rex mencium bibir Bunga, menciumnya dengan lembut memberikan ketenangan buat wanita itu, saat lidah Rex meminta untuk masuk, Bunga membuka bibirnya, di dalam sana lidah mereka saling membelit dan menyesap, untuk menghapus rasa sedih dan luka yang kemarin.

__ADS_1


__ADS_2