
Siang itu setelah Ibu Erasa juga Rosi sudah pulang, Bunga ijin mau belanja kebutuhan makanan yang sudah habis pada Rex.
Setelah mendapat ijin dari Rex, Bunga pergi bersama dua pelayannya dan ditemani sang sopir, Rex tidak ikut mengantar, pria itu istirahat di apartemen.
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil yang sedang melaju.
Setelah mobil sampai di pusat perbelanjaan Bunga bersama dua pelayannya masuk ke dalam, mencari sesuatu yang sudah habis.
Bunga belanja semua kebutuhan makanan dari beras, sayur, daging, dll.
Dengan di bantu dua pelayannya Bunga tidak merasa keberatan, yang mendorong keranjang troli dua pelayannya, Bunga hanya menunjuk yang mau dibeli, pelayannya juga yang ngambil-ngambil.
Palingan Bunga mengambil yang posisi barangnya bisa di jangkau dengan posisi berdiri, apa bila berjongkok perut Bunga sudah susah.
"Apa lagi yang belum ya?" tanya Bunga pada pelayannya setelah cukup lama berada di pusat perbelanjaan.
Pelayan tersebut melihat isi keranjang troli yang sudah penuh, bila dilihat-lihat semuanya sepertinya sudah tidak ada yang tertinggal.
"Jika sudah semua, kalian berdua ke kasir duluan, aku mau ke sana sebentar ada yang mau aku beli," ucap Bunga lagi.
Dua pelayan tersebut mendorong troli menuju kasir, sedangkan Bunga menuju tempat lain yaitu sebuah toko baju.
Bunga mau membeli baju tidur kapel dengan Rex. Saat Bunga sedang memilih-milih model baju tidur, tiba-tiba dikagetkan dengan suara seseorang yang tidak asing.
"Kebetulan kita bertemu di sini," bicara angkuh sembari mengibaskan rambutnya ke belakang.
Bunga menoleh dan seketika matanya melihat Gea yang kini berdiri di sampingnya dengan tersenyum sinis.
Bunga menghela nafas panjang, niat hati mau beli baju tidur tapi setelah bertemu wanita ulat bulu batin Bunga, jadi malas dan milih pergi saja.
"Kak Rex menjaga kekasihnya di rumah sakit."
Deg.
Bunga terkejut langkah kakinya seketika terhenti. Kekasih? Menjaga kekasihnya? Pertanyaan-pertanyaan itu bagaikan sembilu yang menyayat hati.
Jika benar kekasih berarti wanita itu Nona Noumi, hah apa dia kembali! Bagaimana ini jika Nona Noumi merebut Kak Rex dari tanganku, batin Bunga yang seketika terserang kepanikan.
__ADS_1
Gea yang kini sudah berpindah berdiri di depan Bunga, tertawa bahagia dalam hati melihat penuh kekhawatiran di wajah Bunga.
Teruslah berpikir negatif seperti ini, supaya aku lebih mudah menghancurkan kalian semua, batin jahat Gea sembari tersenyum mengejek.
Tapi aku tidak boleh berprasangka buruk sama Kak Rex, aku harus cari tahu kebenarannya, batin Bunga optimis tidak mau terhasut omongan Gea.
Bunga membalas tatapan Gea dengan tidak kalah tajam.
Gea semakin tersenyum mengejek. "Kenapa? Apa bila kamu kurang percaya silahkan datangi ke rumah sakit Galih Medical."
"Itu rumah sakit keluarga Wijaya bukan," ucap Gea lagi.
Bunga hanya menanggapi dengan tatapan tajam, meski hatinya kembali meragu dan mulai percaya ucapan Gea namu sebisa mungkin menguasai diri untuk tetap tenang di depan Gea.
Bunga tidak mau sampai Gea melihat sisi lemahnya.
"Datanglah ke sana jika kamu ingin mengetahui semuanya." Gea menepuk bahu Bunga disertai senyum manis.
Setelah puas memprovokasi Bunga, Gea berjalan pergi sembari mengibaskan rambutnya sampai mengenai wajah Bunga.
Jujur saat ini hati Bunga begitu terguncang, ketakutan itu ada, apa bila yang dikatakan Gea barusan benar.
"Tidak tidak! Kak Rex hanya milikku, dia adalah ayah untuk anakku, tidak boleh ada yang mengambilnya, aku akan berusaha untuk anakku." Bunga menghapus air matanya tidak mau bersedih lagi, Bunga yakin bisa melewati semua ini.
Ternyata dua pelayannya tadi mencari keberadaan Bunga, dan setelah bertemu langsung memanggil.
"Nyonya, Anda ada di sini?" tanya salah satu pelayannya.
Bunga memasang wajah tersenyum, karena niat hati tadi mau membeli baju tidur, Bunga ahirnya ambil baju tidur warna merah, kemudian bersama-sama dengan pelayannya berjalan menuju kasir.
Setelah membayar tagihannya Bunga bersama dua pelayannya keluar dari pusat perbelanjaan tersebut.
Setelah barang semua masuk ke dalam mobil, sang sopir dengan segera menjalankan mobilnya.
Selama dalam perjalanan pulang, Bunga lebih banyak diam dan termenung menatap jalanan luar jendela, pelayan yang duduk di sebelahnya merasa ada yang beda dengan Bunga, tapi tidak berani menegur, hanya berpikir mungkin Bunga lelah.
Setelah sampainya di base camp apartemen, Bunga naik ke lift lebih dulu, barang belanjaan yang banyak tadi di bawa naik oleh dua pelayan yang dibantu juga oleh sopir.
__ADS_1
Setelah Bunga masuk ke dalam Apartemennya, Bunga segera menuju kamarnya berada, setelah pintu terbuka seketika Bunga melihat pria yang begitu dicintainya tengah tidur pulas di atas ranjang.
Bunga yang kini sudah berdiri di samping ranjang sembari menatap Rex, sampai meneteskan air mata, Bunga takut kehilangan Rex.
Bunga menyusul naik ke atas ranjang dan kemudian memeluk Rex.
Rex seketika terbangun kemudian membalas pelukan Bunga, Rex memberikan tempat ternyaman untuk Bunga, saat ini Bunga menenggelamkan wajahnya di dada Rex.
Sembari matanya masih terpejam Rex menciumi dalam-dalam aroma wangi rambut Bunga.
"Kak Rex," ucap Bunga dengan suara manja.
Hemm.
"Kak Rex aku-." Bunga tidak jadi melanjutkan kata-katanya, rasanya tidak pantas meminta Rex untuk tidak meninggalkannya, meski dirinya adalah istrinya, tapi Bunga tahu bahwa dahulu Noumi wanita yang Rex cintai.
Apa sekarang Kak Rex masih mencintai Nona Noumi ya? batin Bunga yang malah bingung harus berbuat apa.
Rex mendengar Bunga tidak melanjutkan ucapannya, Rex sedikit menundukkan kepalanya menatap wajah Bunga. "Kamu baik-baik saja?"
"Iya Kak Rex, sekarang lanjut tidur lagi aja," ucap Bunga yang milih menjawab pertanyaan lain, tidak ingin membahas soal Noumi.
Rex mencium bibir Bunga sekilas kemudian kembali memposisikan tidurnya dan kembali tidur seraya memeluk Bunga.
Siang itu mereka tidur bersama.
Sementara itu Gea si pembawa gosip, sehabis bertemu Bunga di pusat perbelanjaan tadi, hatinya sudah tidak sabar menyaksikan Bunga dan Rex perang.
Memang itu tujuan Gea, Rex dan Bunga berantem kemudian bercerai, dan setelah itu akan memberikan peluang besar untuknya bisa memiliki Rex.
Gea tertawa senang, baru membayangkan saja gadis itu sudah bahagia.
Gambar-gambar kemenangannya sudah menari-nari di pelupuk matanya, menantikan saat Bunga melihat Noumi yang sedang di jaga Rex di rumah sakit.
"Aku sangat yakin dia percaya dengan ucapan aku tadi, aku bisa melihat dari wajahnya yang nampak gusar setelah mendengar ucapan aku."
Hahahah!
__ADS_1
Setelah tawanya berhenti Gea menatap tajam lurus ke depan seolah pandangannya mampu menembus Bunga. "Aku tidak mau kalah dengan wanita seperti mu!"