BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 29. Mengaku cinta.


__ADS_3

Kak Rex bicara apa ya? aku kurang jelas mendengarnya, batin Bunga, karena tadi sehabis melakukan Bunga terasa mau terlelap, namun setelah mendengar ucapan Rex jadi terjaga lagi, tapi ucapan Rex terdengar samar-samar.


Bunga yang posisinya telentang memiringkan tubuhnya membalas pelukan Rex, mencari kenyamanan di dada Rex.


Mereka berdua tidak melanjutkan tidur lagi, Rex juga rasa kantuknya sudah hilang, sekarang sudah pukul setengah enam pagi, sebentar lagi juga mandi untuk berangkat kerja.


"Kak?" Bunga ingin berkata sesuatu.


Hem. Rex mencium dalam-dalam aroma wangi rambut Bunga.


"Boleh aku bicara?" tanya Bunga takut-takut, sebelum berkata yang ingin diucapkannya.


"Bicaralah."


"Aku mencintaimu Kak."


Rex langsung membuka matanya lebar-lebar mendengar pengakuan cinta dari Bunga, Rex merasakan Bunga semakin erat memeluknya.


"Maaf Kak bila aku lancang sudah mengatakan cinta sama Kak Rex, aku tidak memaksa Kak Rex untuk menjawabnya saat ini, aku juga tidak memaksa Kak Rex untuk membalas cintaku." Bunga menghentikan ucapannya menarik nafas dalam-dalam.


"Sudah Kak Rex ijinkan untuk mencintai Kak Rex, aku sudah sangat bahagia, Kak." Sudut mata Bunga basah saat berkata kalimat itu.


Rex tertegun mendengar ucapan Bunga, Rex pikir Bunga akan segera menuntut jawabnya mengenai pengakuan cintanya, ternyata kata yang terucap dari bibir wanita itu adalah tidak ingin memaksa.


Seketika Rex merasa beruntung memiliki Bunga sebagai istrinya, selama ini yang selalu sabar dan tidak banyak menuntut apa pun pada dirinya, membuat Rex menyadari satu hal, bahwa Bunga beda dari wanita yang pernah Rex kenal.


Dahulu saat Rex bersama kekasihnya yang bernama Noumi, wanita itu juga banyak menuntut, minta ini dan itu, tapi Bunga tidak pernah melakukan hal itu.


Sepanjang menjadi istrinya, Bunga juga jarang sekali belanja sampai menghabiskan uang banyak, Rex sampai tertegun ada ya perempuan sehemat itu pikirnya.


Dan saat ini Rex jadi tahu semua jawabannya, Bunga baik sangat baik, Rex bahagia memiliki Bunga.


Bunga merasakan Rex semakin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


Bunga mendongakkan kepalanya menatap wajah Rex yang matanya terpejam, tapi Bunga tahu bila Rex belum tidur.


"Kak Rex tidak marah, kan?"


Bunga bertanya karena takut Rex marah mendengar pengakuan cintanya, Bunga benar-benar tidak meminta Rex untuk menjawab sekarang, tapi bila pria itu marah, Bunga juga merasa sedih, tapi sudah siap apa pun resikonya dan apa pun respon yang didapat dari Rex.


"Aku tidak marah, memang jika aku marah apa yang akan kamu perbuat?" tanya Rex sedikit mencandai Bunga.


Bunga bingung mau menjawab pertanyaan Rex, yang pasti Bunga akan takut dan hanya diam, kan selama ini juga seperti itu, Bunga tidak pernah melawan Rex.


"Ayo jawab." Rex mencium puncak kepala Bunga.


"Memang harus Kak aku jawab, bukankah Kak Rex sudah tahu seperti apa aku biasanya?" Bunga merasa bahagia saat Rex mencium puncak kepalanya.


"Itu benar, tapi aku ingin mendengar alasanmu langsung bukan hanya pemikiran yang sering aku lihat."


Bunga tersenyum. "Satu hal Kak, Bunga hanya menurut apa pun keputusan, Kak Rex."


Rex kurang suka mendengar jawaban Bunga, Rex maunya Bunga berusaha lagi bukan menyerah, tapi tidak apa-apa lah yang penting sekarang Rex sudah tahu bila Bunga juga mencintainya.


"Kak Rex, aku siapkan sarapannya ya."


Rex mengangguk, mau melarang Bunga tapi Rex tidak selera makan bila bukan dari masakan Bunga.


Rex menciumi pipi Bunga sebelum ahirnya Bunga bangkit dari atas ranjang, Bunga mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai, kemudian membawanya ke kamar mandi, tidak lama kemudian Bunga keluar wajahnya sudah dibasuh dengan air, Bunga keringkan dengan tisu wajah, setelah itu keluar kamar menuju dapur.


Di apartemen ini ada tiga pelayan, semua itu pekerjaannya hampir sama yaitu beres-beres saja, selama ini khusus masak adalah Bunga, mereka hanya membantunya saja.


Bunga dengan dibantu dua pelayan kini mulai bersiap untuk memasak, Rex yang masih berada di dalam kamar, bibirnya senyum-senyum sendiri mengingat pengakuan cinta dari Bunga.


"Berarti aku harus romantis saat aku mengatakan cinta padanya nanti," ucap Rex dengan tersenyum, memeluk erat guling.


"Aku yakin tadi dia tidak begitu mendengar saat aku bisikkan cinta, nyatanya tadi dia masih bertanya." Terus bicara sendiri tak henti-henti, terus tersenyum.

__ADS_1


Merasa di dalam kamar tidak enak hanya sendirian, Rex putuskan untuk mandi sekarang dan ingin segera menyusul Bunga di dapur.


Rex mandi sembari bersenandung ria, menggunakan busa sabun yang banyak sampai membuat lantai kamar mandi putih terselimuti busa yang berjatuhan, mengguyur tubuhnya, air yang mengalir dari shower dengan cepat membersihkan tubuh Rex dari busa-busa sabun.


Setelah selesai mandi, Rex segera berjalan menuju ruang ganti, di sana sudah ada pakaian kerja yang Bunga siapkan, biasanya malam hari Bunga akan menyiapkan pakaian kerja untuk Rex, karena saat pagi hari sibuk membuat sarapan.


Sementara itu Bunga yang saat ini sedang menumis sayur, rambutnya yang diikat tinggi mengepost leher jenjangnya, tanpa Bunga sadari dua pelayan yang membantunya memasak senyum-senyum melihat tanda merah di leher Bunga.


Tentu mereka berdua tahu nama tanda merah itu, karena dua pelayan itu sudah menikah, eh mereka jadi ngebayangin saat bersama suami bila di kampung.


Tiga puluh menit, masakan Bunga sudah selesai, Bunga mematikan kompor, sayur dan lauk Bunga bawa ke meja makan, dua pelayan membantu membawakan air putih serta gelas, membawakan juga buah pisang.


Semua sudah tersaji di atas meja, tidak lama kemudian Rex datang ke ruang makan, Bunga menarik kursi untuk Rex kemudian Rex duduk di sana, Bunga duduk di sebelahnya.


Sarapan pagi seperti biasanya, keduanya saling mengobrol sembari sarapan pagi bersama.


Setelah sarapan pagi selesai, Rex berangkat kerja, Bunga mengantar sampai depan pintu apartemen.


Rex selalu mencium kening Bunga sebelum berangkat kerja, rutinitas yang selalu Rex lakukan setelah hubungannya baik dengan Bunga.


Alhamdulillah es yang beku itu lama-lama mencair, batin Bunga sembari terus melihat punggung tegap suaminya sampai sembunyi di balik pintu lift.


Perusahaan Wijaya Company.


Gea saat ini sedang duduk di kursi ruang kerjanya, tapi tidak sibuk dengan pekerjaan yang ada di atas mejanya yang saat ini menumpuk.


Gea memikirkan cara untuk bisa dekat dengan Rex pria yang sudah menganggap dirinya sebagai adik tidak lebih.


"Ayo Gea berpikir, biasanya kamu paling banyak ide-ide cemerlang," ucap Gea untuk dirinya sendiri.


Mengetuk-ngetuk meja dengan pena di tangannya sembari terus berpikir.


Bunga langsung tersenyum, saat menemukan ide supaya hari ini bisa berduaan dengan Rex.

__ADS_1


"Kau hanya milikku, Kak." Menatap lurus ke depan dengan pandangan yang sulit diartikan.


__ADS_2