BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 20. Nasehat ibu.


__ADS_3

Setelah memeluk Bunga, Rex sedikit membungkuk untuk menyentuh perut Bunga.


Deg!


Rex merasakan gerakan bayi di dalam sana, Rex tersenyum merasakan itu semua, melihat ke arah ibunya, Ibu Erasa juga tersenyum dan mengangguk.


Tanpa Bunga sangka, Rex mencium perut Bunga, wanita itu bukannya bahagia malah sedih, sedih terharu karena tidak menyangka bila Rex akan mencium perutnya.


Kemudian setelah itu mereka semua makan malam bersama, menu makanan malam ini Bunga yang memasak, walaupun tadi dibantu bibi pelayan, tidak mungkin Bunga melakukan semuanya dengan sendiri, perutnya yang sudah melai membesar membuatnya mudah lelah.


Makan malam bersama malam ini begitu beda, terasa lebih hangat, ada obrolan mengundang tawa dari Ayah Ciko yang melawak saat makan.


Selama makan malam berlangsung, Bunga melirik terus ke arah Rex, malam ini pria itu terlihat cerah wajahnya tidak dingin, Bunga ketagihan ingin memandang terus.


Setelah makan malam selesai, Ibu Erasa meminta Bunga untuk tidur lebih dulu, ibu hamil harus banyak istirahat, Bunga menurut mendengar nasehat sang mertua.


Setelah Bunga masuk ke dalam kamar, di ruang tengah tinggallah Ayah Ciko dan Ibu Erasa, serta Rex.


Ibu Erasa dan Rex duduk di kursi sofa panjang, Rex tiba-tiba menjatuhkan kepalanya di paha sang Ibu, Ibu Erasa mulai mengusap kepala Rex.


"Rex, boleh Ibu bertanya, Nak?"


Hem.


"Rex ... bagaimana rumah tangga kalian sejauh ini, Ibu tidak tahu bagaimana persis rumah tangga kalian, tapi satu hal bahwa setiap rumah tangga pasti akan miliki ujian masing-masing." Ibu Erasa menghentikan ucapannya, menghela nafas panjang.


"Ibu minta kalian tetap terus bersama-sama, bergandengan tangan yang erat, jangan biarkan badai melepas genggaman tangan kalian, bersama sampai tua sampai maut memisahkan."


*Apa yang dikatakan Ibu benar semua, apa ini sudah waktunya membuka hatiku untuk Bunga, menjalani rumah tangga ini layaknya pasangan yang lain, terkadang aku bosan begini-begini terus, tapi aku belum yakin bila harus memulai lembaran baru dengan Bunga


Mencintai dan menyayangi gadis itu, layaknya pasangan yang mencintai.Tapi ucapan Ibu seolah menampar aku, seolah Ibu tahu rumah tanggaku masih dingin, bahkan aku saja masih kaku dalam komunikasi dengan Bunga*.


"Rex?"

__ADS_1


"Iya Ibu." Rex tersadar dari lamunannya.


"Jawab pertanyaan Ibu."


"Rex usahakan, Bu."


Ayah Ciko yang sedari diam saja kini mulai buka suara, "Apa kamu sudah menyiapkan kamar bayi, dan segala perlengkapan yang lain?"


Deg.


Rex yang ditanya seperti itu oleh ayahnya seketika sadar bahwa dirinya belum menyiapkan apa pun untuk bayinya, tidak terpikir selama ini, karena merasa itu bukanlah anaknya.


Tapi aku merasa bahagia merasakan gerakan bayi itu di dalam sana, apa bisa kami miliki ikatan padahal aku bukan ayahnya, batin Rex bingung dengan perasaan yang dirasa.


"Belum Ayah, nanti Rex akan segera siapkan."


"Jika Bunga ingin belanja perlengkapan bayi, sebaiknya kamu temani, membuat ibu hamil bahagia itu penting."


Lagi-lagi Rex tertampar omongan orang tuanya, hal-hal kecil yang belum pernah Rex lakukan selama ini.


Saat Rex membuka pintu kamar, pandangan pertama yang dirinya lihat adalah, Bunga yang sedang tidur pulas di atas ranjang.


Langkah kakinya membawa dirinya mendekati Bunga yang lagi tidur, Rex duduk di pinggiran ranjang seraya menatap wajah Bunga yang teduh.


Bunga yang sekarang memang gemukan, berat badannya naik setelah hamil besar, pipinya jadi chubby, Bunga juga tidak memilih-milih makanan, apa pun bila dirinya lagi pengen pasti dibeli dan dimakan.


Tanpa Bunga sadari dan tanpa Bunga ketahui, Rex pasti melakukan hal seperti ini setiap malam, sebelum tidur Rex akan terus memandangi wajah Bunga sampai puas.


Sebenarnya tidak pernah puas, bila tidak dipaksa harus menyudahi dan tidur, bawaannya pengen terus menatap wajah Bunga.


Aku mulai mencintainya, gumam Rex sembari terus memandangi wajah Bunga.


Bagaimana caranya aku bisa membuktikan bahwa aku beneran jatuh cinta padanya, dua Minggu lagi Noumi kembali ke Indonesia, aku harus tahu perasaanku yang sebenarnya.

__ADS_1


Rex kemudian menyusul berbaring di sebelah Bunga, tidak lama kemudian pria itu juga sudah tertidur pulas.


Menjelang pagi tiba, seperti biasanya, setiap kali Rex bangun tidur Bunga pasti sudah berkutat di dapur memasak membuat sarapan pagi untuknya.


Rex menghela nafas panjang. "Mengapa aku terlihat seperti suami yang begitu jahat ya?"


Rex bicara sendiri, baru sadar bila dirinya suami yang kejam, kemana aja Rex kamu selama ini ko baru sadar, begitulah benda di ruang kamar akan bicara andai mereka bisa bicara.


Pagi ini setelah selesai sarapan Ibu Erasa dan Ayah Ciko pamit pulang, Rex dan Bunga mengantar sampai parkiran mobil, Rex berdiri di samping Bunga seraya merengkuh pinggang Bunga.


Akting mesra yang biasa diperlihatkan pada kedua orang tuanya. Setelah mobil Ayah Ciko melesat pergi, Rex mengajak Bunga masuk ke dalam lagi.


Eh! dia tetap memelukku, biasnya akting mesra hanya di depan Ayah Ibu, mengapa ini tidak? apa dia? batin Bunga tidak melanjutkan pikirannya, Bunga merasa bahagia Rex terus merengkuh pinggangnya selama berjalan.


Sampai di dalam lift tetap sama, Bunga tidak peduli saat dilihat orang yang berada di dalam lift yang sama, hatinya sudah terlanjur bahagia.


Aku dipeluk bahagia, bagaimana bila cinta ini terbalas, aku pasti lebih bagia, maafkan aku yang serakah ini, batin Bunga bibirnya senyum-senyum sendiri.


Sampai di lantai tempat kamarnya berada, pintu lift terbuka, tiba di depan pintu kamar, Rex menekan tombol password.


Ternyata Rex hanya mengantar Bunga masuk ke dalam Apartemen, memastikan dengan selamat, setelah itu Rex kembali pergi untuk berangkat ke kantor.


Setelah Rex pergi dan Bunga hanya sendirian, Bunga melompat-lompat kegirangan. Sepanjang pernikahan baru kali ini rasanya Bunga merasa sangat bahagia


Oh Tuhan semoga rumah tangga kami diselamatkan dan juga didekatkan dengan bahagia, doa Bunga dalam hati, bersujud syukur.


Sementara itu Rex yang saat ini bersama Zee, sedang menuju sebuah lokasi proyek pembangunan wisata, tidak lama kemudian sampai di tempat lokasi.


Rex keluar dari dalam mobil, masih lengkap dengan kaca mata hitam, Rex ditemani Zee berjalan menuju orang yang sudah menunggunya di sana.


Orang tersebut menunduk saat melihat Rex dan sekertarisnya datang, pria itu mulai menjelaskan hasil pembangunan yang baru beberapa persen.


Memang masih jauh dengan waktu jadinya wisata ini nanti, karena pembangunan baru dimulai.

__ADS_1


Wisata yang akan dibangun ini adalah sebuah wisata untuk anak-anak dan orang dewasa, ada taman indah di dalamnya, ada juga kebun binatang, semua dirancang akan membuat pengunjung menyukainya.


__ADS_2