
Pagi ini Gea berangkat kerja lebih pagi, pamitnya dengan Ibu Erasa ya untuk pergi ke kantor, jadi pagi ini Gea melewatkan sarapan bersama.
"Untung saja bibi Erasa percaya," ucap Gea dengan suara lirih setelah berada di halaman rumah siap mau masuk ke dalam mobil.
Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, Gea menjalankan mobilnya, Gea terpaksa bohong pada Ibu Erasa supaya bisa pergi pagi-pagi, karena Gea mau menemui Noumi di rumah sakit lebih dulu, sebelum dirinya menuju perusahaan.
Aku sudah tidak sabar bertemu Noumi dan mengajak wanita itu ribut haha, batin Gea tertawa sembari mengendarai mobil penuh semangat.
Tiga puluh menit, mobil yang Gea kendarai sudah tiba di rumah sakit.
Gea langsung berjalan masuk menuju ruang rawat Noumi yang kemarin sudah ia ketahui. Sampainya di sana Gea langsung membuka pintu itu, seketika matanya melihat sosok wanita yang wajahnya pucat tengah duduk sendirian di atas ranjang pasien.
Noumi melihat Gea tersenyum berjalan mendekatinya.
Gadis ini mengapa dia bisa tahu aku ada di rumah sakit? apa Rex yang menyuruhnya kemari karena Rex belum bisa datang, ah mungkin benar, batin Noumi sembari membalas senyuman Gea.
"Kamu tidak lupa kan dengan aku," ucap Gea setelah berdiri di samping ranjang pasien.
"Tentu, kau adalah Gea," jawab Noumi bibirnya masih setia tersenyum.
"Ternyata kamu tidak lupa dengan aku." Gea tertawa kecil.
"Maksudmu apa? tentu aku tidak akan lupa dengan kamu."
"Baguslah, dengan seperti itu bila sekarang aku mengatakan bahwa aku juga mencintai kak Rex, kamu akan terus-."
"Apa maksudmu!" sarkas Noumi dengan cepat sampai memotong ucapan Gea.
Gea tertawa. "Aku mencintai kak Rex."
Apa!
"Kamu mencintai Rex!" ulang Noumi dengan terkejut, bagaimana bisa gadis yang dikenalnya adalah adik Rex mencintai kakaknya sendiri, gila itu pikir Noumi.
"Yah," jawab cepat Gea penuh yakin.
Noumi menggelengkan kepala. "Rex adalah kakakmu, kau tidak boleh mencintainya itu salah."
__ADS_1
Noumi masih berusaha menasehati Gea, karena dipikirnya Gea masih labil dan secara sepengetahuannya tidak boleh adik mencintai kakaknya sebagai kekasih.
Namun Gea malah tertawa mendengar ucapan Noumi barusan, bagi Gea tidak akan ada yang bisa menghentikan dirinya untuk terus mencintai Rex.
Gea mendekatkan wajahnya pada Noumi. "Aku bukan adik kandung, jadi tidak ada alasan untuk aku tidak boleh mencintai kak Rex." Gea berbisik di telinga Noumi. "Aku akan merebut kak Rex dari tanganmu."
Deg.
Tangan Noumi langsung terkepal sampai meremat separi.
Ini tidak bisa dibiarkan apa bila Gea beneran bukan adik kandung Rex, aku tidak akan biarkan gadis cunguk ini merebut Rex dari tanganku, tidak bisa! batin Noumi marah.
Gea tertawa lagi sembari tangannya membentang dan menatap ke atas.
"Dengan kondisi kamu yang lagi sakit itu mudah untuk aku membuang kamu ke lautan supaya kau dimakan ikan hiu."
Hahahaha!
"Kau hanya mimpi! hanya mimpi bisa melawan aku!" jawab Noumi tidak kalah marah, sebisa mungkin Noumi akan mempertahankan Rex tetap menjadi miliknya.
"Oh ya, buktikanlah." Gea mendorong tubuh Noumi sampai jatuh ke ranjang. "Hah seperti itu saja kau sudah tumbang," ucap sombong Gea yang kemudian keluar dari ruangan tersebut.
"Aku harus bagaimana?" tanya Noumi pada diri sendiri sembari menangis.
"Tidak, aku tidak mau kehilangan Rex aku tidak mau ..." Noumi semakin menangis, belum sembuh sakitnya tapi Gea malah datang memberikan mentalnya kembali mengecil, kondisi Noumi saat ini tidak boleh tahu hal-hal yang membuatnya bersedih, karena bisa membuat Noumi kembali histeris.
Tiba-tiba suster datang mau memeriksa keadaan Noumi.
"Suster tolong aku suster, tolong aku ..." Noumi meraih tangan suster untuk membantunya bertemu Rex.
"Maaf Ibu harus tenang dulu ya jangan seperti ini," ucap suster tersebut dengan lembut.
Noumi menggeleng. "Tidak, aku mau bertemu Rex, mau bertemu Rex ..." Noumi menangis merengek seperti anak kecil.
Suster tersebut tahu bahwa Noumi saat ini kembali depresi, apa bila dirinya terlalu memaksa khawatir Noumi akan semakin parah.
"Apa Ibu punya nomor ponsel Tuan Rex?" tanya suster tersebut, apa bila Noumi miliki nomor ponsel Rex akan membantunya dengan menelpon pria itu.
__ADS_1
"Tidak ..." Noumi melepas pegangan tangannya di tangan suster tersebut, Noumi menangis yang terlihat menyedihkan di mata suster tersebut.
Karena tidak ingin melihat Noumi semakin bersedih mencari Rex, ahirnya suster tersebut menyuntikkan obat penenang, tidak lama kemudian Noumi tertidur.
Sementara itu Gea yang baru saja sampai di ruang kerjanya, tengah tertawa bahagia di dalam sana.
Gea merasa puas sudah membuat Noumi ketakutan, karena itu memanglah tujuannya, satu per satu wanita yang dekat dengan Rex akan Gea singkirkan.
Setelah Noumi, maka Bunga lah target selanjutnya yang akan Gea singkirkan.
Gea semakin tertawa, karena saat ini Gea memiliki rencana jahat yang sangat bagus, dalam benaknya sekali bertindak semua akan hancur dan dirinyalah yang akan menang.
Hahahah! Tawa Gea menggelegar seisi ruangan.
Setelah puas tertawa Gea merubah auranya menjadi dingin seraya menatap lurus ke depan. "Kak Rex hanyalah milikku."
Sementara itu Bunga dan Rex saat ini sedang berenang di kolam renang yang di sediakan di bawah lokasi apartemennya, yang dibuat khusus untuk penghuni apartemen yang mau berenang.
Saat ini Bunga sedang meronta-ronta di pelukan Rex.
"Kak Rex, ayo lah lepaskan aku, aku mau berenang." Bunga kesal karena Rex malah memeluknya.
"Berenangnya seperti ini saja," jawab sembarang Rex, Bunga langsung berdecak kesal bagaimana bisa berenang berpelukan gaya dari mana itu pikirnya.
Rex tersenyum mendengar Bunga berdecak kesal.
Bunga tidak kehabisan cara, Bunga mencubit pinggang Rex, dan benar saja rencananya itu berhasil, saat Rex melepas tangannya karena mengaduh sakit di pinggangnya, Bunga langsung berenang bebas.
"Hei Bunga ..." teriak Rex saat melihat Bunga sudah berenang bebas, sementara dirinya memegangi pinggangnya yang sakit seperti digigit semut.
Rex kemudian ikut berenang seperti Bunga, hari ini waktu Rex akan ia habiskan untuk menemani Bunga, karena beberapa waktu kemarin sudah mengabaikan istrinya itu.
Setelah tiga puluh menit mereka berdua menyudahi berenangnya, kemudian naik ke atas dan segera berganti baju.
Setelah berganti baju, Rex dan Bunga makan bersama di restoran di bawah apartemennya.
Saat makanan sudah tiba, Rex dengan telaten menyuapi Bunga, padahal Bunga sudah menolak mau makan sendiri, tapi Rex ingin menunjukan perhatian pada Bunga.
__ADS_1
Sampai makanan di piring Bunga habis, Rex baru memakan makanannya.