
Ehem!
Bunga langsung tersadar dari lamunannya saat mendengar dehheman keras, Bunga menoleh ternyata Rosi yang berdehhem barusan.
Bunga tersenyum saat Rosi berjalan ke arahnya yang kemudian duduk di sebelahnya, hah Rosi menghela nafas lelah, seharian ini jadwal syutingnya full sampai tidak miliki waktu istirahat.
"Kamu mau aku buatkan teh hangat," tawar Bunga saat melihat Rosi nampak lelah.
Rosi menggeleng cepat.
"Baiklah." Bunga kembali duduk di posisi semula yang bersandar.
"Kakak ipar di sini sama siapa? Apa kak Rex ada di sini juga?"
Bunga menggeleng saat mendapat pertanyaan Rosi.
Rosi langsung menghela nafas panjang setelah tahu jawabannya, Bunga melamun tadi pasti mikirin Rex.
"Kemana kak Rex pergi." nada bicara Rosi ketus sembari menatap lurus ke depan.
"Tidak tahu, tidak bilang juga mau kemana," ucap Bunga yang suaranya terdengar sedih, Rosi menduga bahwa saat ini Bunga pasti bingung.
"Apa Kakak Ipar sudah menelpon kak Rex, bertanya keberadaannya?" Rosi menoleh melihat Bunga.
"Sudah, nomornya tidak aktif."
Rosi langsung mengusap wajahnya dengan kasar, pikirannya jadi kesal sama Rex, bisa-bisanya Rex abaikan istrinya dan mentingin hal lain.
Rosi mau mencari juga waktu sudah larut malam, Rosi melihat Bunga lagi merasa kasihan sama wanita itu.
"Kakak Ipar tidurlah ini sudah larut malam." Rosi mengusap lengan Bunga.
Bunga menurut perkataan Rosi yang langsung bangkit dari duduknya menuju kamar Rex.
Sampainya di dalam kamar, Bunga langsung berusaha tidur, membawa pikirannya ke hal positif tidak mau mikirin yang tidak-tidak, dan berhasil tidak berselang lama Bunga tertidur.
.
.
.
Keesokan harinya.
Pukul tujuh pagi Rex sudah sampai di rumah Ayah Ciko, saat ini Rex berada di dalam kamarnya.
Namun tidak menemukan Bunga, tapi samar-samar mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Rex menduga Bunga sedang mandi, Rex duduk di pinggiran ranjang menunggu Bunga selesai mandi.
Sepuluh menit kemudian, Bunga keluar dari dalam kamar mandi menggunakan handuk untuk menutupi tubuh polosnya, bahu putihnya terekspos.
Rex yang melihat Bunga baru habis mandi terlihat begitu segar langsung menelan ludah kasar, glek!
"Kak Rex," sapa Bunga dengan semangat saat melihat pria itu sudah pulang.
Rex tersenyum kemudian berdiri mendekati Bunga.
"Kak Rex baru pulang ya?" tanya Bunga setelah Rex berdiri tepat didepannya.
Rex mengangguk, kemudian langsung mencium bibir Bunga, yang sudah tidak tahan melihat Bunga yang habis mandi begitu menggairahkan.
Setelah ciuman itu terlepas, Rex segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi Rex kembali melanjutkan yang tadi sempat tertunda. Pagi ini mereka berdua melakukan penyatuan yang sama-sama merasakan kerinduan.
Setelah kegiatan itu selesai, Rex memeluk Bunga yang tubuhnya masih polos, Rex menghujani Bunga dengan kecupan. Di pipi di kening di hidung di dagu dan berakhir di bibir yang kembali mencium lama.
Setelah ciuman itu Bunga menenggelamkan wajahnya di dada Rex yang polos. Pagi ini mereka kembali tertidur.
.
.
Rex dan Bunga baru keluar dari dalam kamar, saat ini mereka berjalan menuruni tangga menuju lantai satu.
Di ruang tengah ada Ibu Erasa juga Ayah Ciko yang sedang nonton TV, Ayah Ciko sudah membaik keadaannya.
Sampainya di lantai satu, Bunga dan Rex berpamitan untuk pulang.
"Pulang sekarang? Apa kalian tidak makan dulu?" tanya Ibu Erasa yang tahu bila mereka berdua belum makan, kerena saat sarapan pagi mereka tetap di kamar, tidak perlu dijelaskan Ibu Erasa tahu yang mereka lakukan.
Bunga menggeleng. "Tidak, Bu. Bunga mau makan bakso di luar."
Ibu Erasa mengangguk. "Baiklah hati-hati di jalan?"
"Baik Bu," jawab Bunga dan Rex bersamaan.
Mereka berdua mencium punggung tangan Ibu Erasa juga Ayah Ciko, setelah itu Rex dan Bunga berjalan keluar.
Setelah berada di dalam mobil yang sedang melaju, Bunga tampak diam tidak banyak bicara tidak seperti biasanya yang selalu bicara ini dan itu.
Sementara itu Rex hanya fokus mengemudi, lalu lintas cukup ramai membuat Rex harus fokus.
Aku bertanya sama Kak Rex tidak ya? tapi aku penasaran. Aku coba tanya saja lah, batin Bunga yang ahirnya milih bertanya saja supaya tidak merasa penasaran.
__ADS_1
Bunga menoleh. "Kak Rex."
"Iya." Rex masih fokus mengemudi tanpa melihat lawan bicara.
"Kalau boleh tahu teman yang Kak Rex jaga itu laki-laki atau perempuan?" Selesai bertanya Bunga langsung memegangi dadanya takut apa bila Rex akan marah.
"Perempuan."
Dada yang Bunga pegangi langsung berdesir sakit setelah mendengar jawaban Rex adalah perempuan, cukup Bunga cukup tahu perempuan saja, tanpa mau tahu siapa namanya, takut tidak sanggup mendengar nama yang akan Rex ucapkan.
Apa benar wanita itu adalah Nona Noumi? batin Bunga yang seketika merasa insecure, Noumi sangat cantik bukan tandingannya untuk bersaing dengan wanita itu, apa lagi Bunga sadar bahwa dirinya disini yang merebut Rex dari tangan Noumi.
Bunga milih diam menenangkan diri.
Setelah mobil sampai di apartemen, Bunga dan Rex bersama-sama masuk ke dalam gedung apartemen seraya bergandengan tangan.
Sampainya di dalam Apartemennya, Bunga dan Rex langsung istirahat.
.
.
Tiba malam hari.
Bunga dan Rex saat ini sedang makan malam, malam ini menu masakannya adalah bakso, permintaan Bunga karena ingin dimasakin bakso.
Bunga dan Rex makan bersama dengan bahagia, sesekali mereka juga saling bicara membuat suasana makan malam jadi ramai.
Namun bahagia yang dirasakan Bunga seketika hilang, saat Rex tiba-tiba mendapat telepon masuk, yang entah dari siapa Bunga juga tidak tahu.
Rex hanya mendengarkan penjelasan seseorang di sambungan telepon, dan Bunga hanya mendengar Rex bicara akan kesana.
Setelah sambungan telepon mati, Rex menyimpan hp nya di saku celana, Rex kemudian mendekati Bunga mencium dalam kening wanitanya.
"Aku pergi, kamu di rumah ya."
Hanya bicara seperti itu dan tidak ada penjelasan mau kemana, Rex langsung pergi begitu saja.
Bagaimana aku tidak curiga Kak apa bila kau selalu pergi seperti ini setiap hari, dan ini mau sampai kapan Kak, batin Bunga yang kini menangis.
Bunga sebenarnya bukan tipe orang yang suka berpikir negatif, hanya saja setelah berkali-kali melihat Rex pergi tanpa alasan mau kemana, rasa negatif itu muncul di benak Bunga.
Bunga milih pergi masuk ke dalam kamar, tidak mau ada yang melihat apa bila dirinya sedang menangis.
Namun Bunga salah, Bibi Eka melihat Bunga menangis sebelum bunga beranjak pergi dari ruang makan.
Bibi Eka yang saat ini membereskan meja makan, melihat nasi dalam piring Bunga juga Rex yang masih ada sisa, tidak seperti biasanya yang selalu habis batin Bibi Eka.
__ADS_1