BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 23. Di genggam terus.


__ADS_3

Pagi hari saat sinar matahari masuk ke dalam kamar melalui celah jendela, mata Bunga langsung mengerjap, silau seketika yang Bunga rasakan.


Bunga menguap matanya melihat jendela yang gordennya sudah disibak, tiba-tiba teringat bahwa semalam dirinya menunggu Rex di meja makan, namun saat ini menyadari di dalam kamar, Bunga tampak bingung.


"Siapa yang membawa aku ke kamar, apa aku ketiduran saat duduk di kursi meja makan dan kemudian berjalan ke kamar, ah tapi itu tidak mungkin."


Saat Bunga masih sibuk mencoba mengingat-ingat, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, menampakkan sosok pria yang semalam dirinya tunggu.


Rex menggunakan handuk kecil yang melilit di pinggang kuatnya, berjalan seraya menyibak rambut basahnya ke belakang.


Wah seksi sekali, begitulah mata Bunga yang melihat ke arah Rex.


"Sudah bangun," sapa Rex, pria itu kini mengambil baju di dalam almari.


Bunga mengangguk, kemudian kepikiran kejadian tadi malam, Bunga milih bertanya.


"Apa semalam Kak Rex yang membawa aku masuk ke dalam kamar."


Setelah bicara Bunga langsung menutup mulutnya, berasa percaya diri sekali sampai berpikir Rex yang menggendongnya, namun jawaban pria itu benar-benar membuat Bunga meleleh.


"Iya, semalam saat aku pulang kamu tidur di kursi meja makan, kemudian aku bawa kamu masuk ke dalam kamar," ucapnya seraya balik badan menatap Bunga, kini sudah ada satu setel pakaian di tangan Rex.


Bunga melihat pakaian yang Rex bawa masuk ke dalam ruang ganti, seperti pakaian rumahan, kaos dan celana jins, apa tidak kerja pikir Bunga, kemudian meraih hp di atas meja, menghela nafas setelah tahu saat ini hari Minggu.


Bunga segera turun dari ranjang, suami sudah mandi dirinya juga harus segera mandi.


Saat Rex keluar dari ruang ganti, Bunga sudah masuk ke dalam kamar mandi, Rex tersenyum kecil saat mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi, kemudian menyisir rambut di depan cermin.


Rex tidak keluar kamar, memilih menunggu Bunga di dalam kamar, hal yang tidak pernah dirinya lakukan selama ini, dan rasanya lucu setelah sekian lama pernikahan baru ia lakukan.


Tidak lama kemudian Bunga keluar, menggunakan handuk kimono, rambutnya yang basah ia bungkus dengan handuk kecil, wajahnya masih basah belum Bunga keringkan.


Bunga pikir Rex sudah pergi ternyata masih berada di dalam kamar, yang saat ini duduk di pinggiran ranjang sembari menatap ke arahnya.

__ADS_1


Ah, jadi malu pikir Bunga, wajahnya sudah memerah hanya dilihatin saja.


Rex bangkit dari duduknya kemudian mengambil dua lembar tisu lalu mendekati Bunga, mengeringkan air di wajah Bunga.


Wajah Bunga semakin memerah saja, apa lagi saat tangan Rex yang satunya menyentuh pundak Bunga, langsung merasakan merinding aneh.


"Sekarang pakailah bajumu."


Bunga mengangguk, kemudian berjalan ke ruang ganti, sesekali masih mencuri pandang melihat kostum yang Rex gunakan hari ini, mau dikata apa pria itu terlihat sangat tampan, terlihat lebih muda menggunakan kaos lengan pendek dengan celana jins, apa lagi tubuhnya yang tinggi dan berbadan kekar.


Aaaa! Bunga menjerit dalam hati rasanya ingin dipeluk lagi, senyum-senyum sendiri sembari memakai baju, Bunga tidak tahu bahwa dress yang saat ini dirinya pakai adalah Rex yang menyiapkan.


Sibuk senyum-senyum tidak terpikir tentang siapa yang menyiapkan bajunya.


"Cantik."


Satu kata yang Bunga dengar saat dirinya baru menyembul keluar dari ruang ganti, rasanya bahagia bagai melayang tinggi dipuji cantik oleh suami.


"Aku pikir tadi kurang cocok bila kamu memakai dress ini, tapi ternyata kamu terlihat cantik sekali," ucap Rex yang saat ini berdiri di hadapan Bunga seraya meraih hairdryer dari tangan Bunga, membalikkan tubuh Bunga, Rex mulai mengeringkan rambut Bunga.


Bunga merasakan rambutnya di gerak-gerakan dengan tangan Rex supaya cepat kering. "Terimakasih Kak, sudah perhatian sama aku."


Hem.


"Setelah ini kita jalan-jalan ya, kita sarapan di luar, dan siangnya kita ke mall belanja baju untuk adek."


Aaaa! Kak Rex baik banget begitulah arti senyum-senyum Bunga saat ini, setelah mendengar ucapan Rex.


Setelah sudah siap semua, Rex dan Bunga keluar kamar bersama, Rex mengandeng tangan Bunga, melepaskan sebentar saat Rex mengunci pintu apartemennya, kemudian kembali menggandeng tangan Bunga menuju lift.


Di dalam lift masih menggenggam tangan Bunga, sampai keluar lift masih menggenggam tangan Bunga, berjalan menuju parkiran mobil dengan mengandeng tangan Bunga.


Gandeng terus takut ada yang ngambil.

__ADS_1


Bunga hanya senyum-senyum sedari tadi, menyebut syukur dalam hati benar-benar bahagia mendapat perlakuan manis dari Rex, bila ingat hubungan yang dulu sama Rex, rasanya tidak percaya bila sekarang pria itu bisa bersikap hangat dan manis pada Bunga.


Setiap kali ingat masa itu pasti ingin menangis, kesabaran yang luar biasa membuahkan hasil.


Bunga segera mengusap sudut matanya yang basah sebelum Rex melihat, kini sudah di dekat mobilnya, Rex membukakan pintu untuk Bunga, setelah Bunga masuk Rex menutup kembali, di susul dirinya masuk melewati pintu sebelah.


"Pasang sabuk pengaman yang benar," ucap Rex setelah berada di dalam mobil, kemudian memasangkan sabuk pengaman untuk Bunga, di posisi sedekat ini Bunga bisa mencium aroma wangi rambut Rex, sesaat keduanya saling pandang setelah Rex selesai memasang sabuk pengaman.


Bunga tersenyum. "Terimakasih."


Rex tersenyum kecil kemudian memposisikan dirinya untuk siap mengemudi, mobil kemudian melaju, mencari tempat makan terdekat untuk sarapan.


Setelah mencapai radius tiga ratus meter, Bunga melihat pedagang lontong sayur, tiba-tiba ingin sarapan dengan lontong sayur.


"Aku mau itu," tunjuk Bunga ke pedagang lontong namun mobil Rex sudah sedikit melewati.


"Yang mana?"


"Di belakang itu?" tunjuk Bunga.


"Kita putar balik dulu ya," jawab Rex yang, melaju beberapa meter kemudian putar balik.


Kini mobil mereka sudah berhenti tepat di depan toko lontong sayur, Bunga turun dari dalam mobil, Bunga mendatangi penjual lontong ditemani Rex.


"Kak Rex mau lontong sayur?"


Rex mengangguk, meski belum tahu seperti apa rasanya, karena baru kali ini mendengar nama lontong sayur.


Setelah dua pesanan lontong sayur jadi, Rex dan Bunga memakannya di sana, bila masih pagi suasana enak tidak panas, karena tempat duduknya hanya di bawah payung besar. Tempat makanan ini dipinggir jalan.


Rex melihat Bunga makan dengan lahap. "Kamu suka lontong sayur?" tanya Rex sembari menyuap.


"Ketika lagi pengen aja Kak," jawab Bunga dengan mulut penuh makanan jadi membuat suaranya tidak jelas dan terlihat lucu.

__ADS_1


Rex tersenyum kecil, melanjutkan lagi makannya, berselang beberapa menit mereka berdua sudah selesai sarapan, harga dua piring lontong sayur dua puluh ribu, sama dua air mineral sepuluh ribu, sudah jelas ibu penjual bicara seperti itu, tapi Rex memberikannya uang selembar seratus ribuan.


Ibu penjual mengucapkan terimakasih sampai menangis haru, Bunga tersenyum melihatnya, kemudian mereka berdua masuk ke dalam mobil lagi, saatnya jalan-jalan di ahir pekan ini.


__ADS_2