BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 36. Karena gemas.


__ADS_3

Bunga yang saat ini tengah berada di dalam lift, sedang mengatur nafasnya yang barusan marah habis melabrak Gea.


Dengan bersandar di dinding lift Bunga menenangkan dirinya, setelah nafasnya kembali normal dan bersamaan pintu lift terbuka, Bunga keluar dari sana kemudian berjalan menuju ruang kerja Rex.


Sampainya Bunga di dalam, Rex masih sibuk bekerja, Bunga langsung duduk di sofa, bersandar di sana seraya memejamkan mata.


Rex menoleh saat seperti melihat Bunga masuk ke ruangannya, pria itu segera menyelesaikan pekerjaannya supaya ada waktu untuk bicara dengan Bunga.


Bunga tiba-tiba rindu dengan Ayah dan ibunya, tidak terasa air matanya menetes dari sudut matanya, Bunga segera mengusapnya.


Namun Rex yang tanpa sengaja menoleh, melihat Bunga menangis sebelum benar-benar Bunga hapus tadi.


Rex meninggalkan pekerjaannya sebentar, milih mendekati Bunga.


"Ada apa?" tanya lembut Rex setelah duduk di samping Bunga seraya menyentuh pipi Bunga.


Bunga memegang dua tangan Rex yang menyentuh pipinya saat ini seraya membalas tatapan mata Rex. "Aku mau ke makam ayah dan ibu."


Rex langsung menarik Bunga masuk ke dalam pelukannya, Rex menciumi puncak kepala Bunga yang saat ini menenggelamkan wajahnya di dada Rex.


"Nanti kita sama-sama kesana, tunggu aku selesai bekerja," ucap Rex seraya mengusap punggung Bunga, menenangkan wanitanya, yang langsung mendapat anggukan kepala Bunga.


Setelah itu Rex kembali melanjutkan pekerjaannya, Bunga tiduran di sofa tidak lama kemudian tertidur pulas.


Saat tiba jam Kaman siang, Rex memesan makanan untuk diantar ke perusahaan. Setelah menunggu sekitar tiga puluh menit, pesanan makanan telah sampai, Sekertaris Zee yang mengantar ke dalam ruangan Rex, tadi dirinya yang mengambil pesanan makanan yang diantar Abang kurir di lobby.


Rex menyusun makanan itu di atas meja, sudah Rex buka semua, ada nasi ada ayam ada sayur juga ada buah dan ada minuman juga.


Rex kemudian mendekati Bunga yang tidur di sofa, Rex berjongkok seraya tangannya menyentuh lengan Bunga untuk membangunkan Bunga dengan suaranya yang lembut, "Bunga, bangun saatnya makan siang."


Bunga mengeliat merasakan ada tangan yang menggoyangkan lengannya, saat membuka mata Bunga terkejut melihat ada Rex yang saat ini berjongkok di sebelah kursinya, Bunga langsung duduk, nyawanya belum terkumpul sepenuhnya .


Rex mengajak Bunga untuk makan, wanita itu tersenyum tidak enak hati saat melihat banyak makanan yang sudah siap di tata di atas meja.


Siang ini mereka berdua makan siang bersama, Rex merasa bahagia sesuatu hal kecil yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.

__ADS_1


Setelah selesai makan siang, Rex dan Bunga keluar dari perusahaan bersama, mereka saat ini mau mendatangi makam.


Kini Rex dan Bunga sudah dalam perjalanan menuju makam Ayah dan ibunya Bunga.


Selama dalam perjalanan Bunga dan Rex saling bicara membuat suasana di dalam mobil tidak sepi, sampai kini mobil tiba di pemakaman setelah menempuh perjalanan empat puluh menit.


Bunga dan Rex segera berjalan menuju pusara milik Ayah dan ibunya Bunga, di tangan Bunga sudah membawa bunga yang digunakan untuk ditaburkan di atas makam Ayah dan ibunya.


Setelah tiba di makam Ayah dan ibunya Bunga menaburkan bunga, tangisnya tidak lagi bisa Bunga bendung, lolos begitu saja, Rex merangkul pundak Bunga, meminta wanitanya untuk tenang.


"Ibu, ayah. Bunga bahagia sekarang, ayah dan ibu yang tenang ya di sana," ucap Bunga di depan pusara Ayah dan ibunya, karena makam kedua orang tuanya itu sebelahan.


Bunga membawa tangan Rex, ia letakkan di pipinya. "Bunga sudah menikah, dan inilah suami Bunga, ayah ibu."


Rex merasakan tangannya yang basah terkena air mata Bunga, hati Rex jadi ngilu saat melihat Bunga menangis dan tahu bila orang tuanya sudah meninggal, menyesal dahulu pernah kasar sama Bunga.


Tangan Rex terulur mengusap pusara Ayah. "Ayah, Rex akan menjaga Bunga."


Bunga terkejut mendengar ucapan Rex, lebih tepatnya terharu, kini suaminya mau berjanji menjaganya di depan pusara sang ayah, dalam hati Bunga mengaminkan.


Berjalan bersama sembari bergandengan tangan menuju tempat mobil terparkir.


Setelah pulang dari makam, Rex tidak kembali ke perusahaan, urusan kerja Rex serahkan ke sekertaris Zee.


Saat ini Rex dan Bunga menuju pulang ke apartemen.


Sebelum sampai di apartemen, Rex menghentikan mobilnya di warung makan bebek, Bunga ingin makan bebek goreng.


"Mau satu atau dua?" tanya Rex yang sudah siap mau turun dari mobil.


"Satu saja," jawab Bunga tersenyum, Rex langsung membuka pintu keluar dari mobil berjalan ke warung tersebut.


Baru saja berdiri di pintu masuk warung, seketika aroma khas bebek goreng langsung tercium hidung Rex, di dalam sana terlihat ada wanita sedang sibuk, Rex memanggilnya, wanita itu menoleh.


Penjual bebek sampai melongo melihat pria tampan datang, yang baru kali ini ada pria tampan bule memasuki warung bebeknya.

__ADS_1


"Mau bebek gorengnya satu," ucap Rex saat wanita itu sudah melihat ke arahnya


"Ba-baik Tuan, tung-tunggu se-sebentar," ucapnya gagap mendadak gerogi didatangi pria bule.


Rex harus menunggu beberapa saat, dan setelah pesanan bebek goreng sudah jadi, wanita itu memberikannya pada Rex, disertai senyum malu-malu dan tangan gemetar ahirnya wanita itu menerima uang pemberian Rex.


"Kok ada orang tampannya sampai kelewatan seperti itu," ucapnya mengagumi seraya melihat punggung Rex yang berjalan menuju mobil.


Di dalam mobil Bunga sudah menunggunya, mobil kembali melaju setelah Rex mengemudikannya.


Tiga puluh menit, mobil yang Rex kendarai sudah sampai di apartemen. Rex dan Bunga sama-sama berjalan memasuki apartemen.


Setelah sampai di lantai tempat ruang apartemennya berada, Rex membuka pintu, Bunga masuk lebih dulu yang kemudian disusul oleh Rex.


Saat ini masih pukul tiga sore hari, Bunga memakan bebek goreng di di meja makan, sedangkan Rex langsung menuju kamar rebahan di sana.


Tiba-tiba hp Rex bunyi telepon dari manajer di pabrik yang berada di Bogor.


Rex mengangkat telepon tersebut, manajer di pabrik yang letaknya di Bogor menjelaskan bahwa di sana sedang ada masalah, meminta Rex untuk datang dan mengecek masalah di sana.


Rex menjawab dengan kesanggupan, setelah itu sambungan telepon dimatikan.


Rex kembali turun dari ranjang, tujuannya saat ini mau menemui Bunga, setelah sampai di ruang makan, Rex langsung duduk di sebelah Bunga, yang saat ini sedang makan bebek goreng campur nasi dengan lahap.


"Enak?" tanya Rex menatap Bunga.


Bunga mengangguk cepat, mulutnya penuh makanan membuatnya tidak bisa menjawab.


Rex terkekeh melihat Bunga seraya mengacak rambut Bunga.


"Besok pagi ikut aku ke Bogor ya, temani aku karena aku tidak mau sendirian," ucap Rex sekaligus modus yang sebenarnya tidak mau jauh-jauh dengan Bunga.


Bunga langsung mengangguk sembari melanjutkan menyuap makanan.


Rex menarik hidung Bunga karena gemas.

__ADS_1


__ADS_2