BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 32. Saling melirik tajam


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Bunga beneran langsung istirahat tidur.


Tiba sore harinya saat Rex sudah pulang dari kerja, membuka pintu kamar melihat wanitanya sedang tidur berbaring di ranjang dengan posisi miring.


Rex mendekat dengan bibir tersenyum, kemudian ikut naik ke atas ranjang, dengan posisi miring ke arah Bunga, tangan satunya membentuk siku untuk menyanggah kepalnya, tangan satunya lagi merapihkan rambut Bunga yang menutup wajahnya.


Selesai merapihkan rambut Bunga, berganti mengusap perut Bunga yang buncit, tangan Rex merasakan bayinya menendang-nendang.


Rex tersenyum bahagia, tidak sabar untuk segera bertemu bayinya, masih harus menunggu sekitar dua bulan lagi.


"Kalian semua harus sehat-sehat, ya?" Rex bicara lembut seraya menciumi rambut Bunga.


Ternyata usapan tangan Rex di perut Bunga, mengganggu tidurnya, Bunga bangun saat membuka mata langsung mencium aroma parfum yang ia kenal.


Menoleh ke belakang. "Kak, kamu sudah pulang?" tanya Bunga khas suara Bagun tidur.


Hem. Rex semakin mengeratkan pelukannya, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Bunga.


"Kak." Bunga merasa kegelian saat bibir Rex mengecup-ngecup lehernya.


Rex menghentikan kegiatannya, teringat bahwa malam ini diundang makan malam di rumah Ayah Ciko.


"Kamu segera bersiaplah." Rex bicara tanpa jelas suaranya karena masih menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Bunga.


"Kita mau kemana?" tanya Bunga yang bingung tidak biasanya Rex mengajak dirinya keluar malam-malam.


"Malam ini kita makan malam di rumah, ibu."


Bunga membalikkan tubuhnya kini menatap wajah Rex, Bunga menangkup wajah Rex.


"Jika aku harus bersiap maka lepaskan pelukannya." Bunga menggerak-gerakkan dua alisnya.


Rex mengecup bibir Bunga sekilas, sebelum ahirnya mengijinkan Bunga untuk mandi lebih dulu.


Supaya waktunya lebih cepat, Rex mandi di kamar mandi sebelah, tidak mau mandi bersama Bunga takut membangunkan yang di bawah sana.


Lima belas menit, Bunga sudah selesai mandi, saat berjalan menuju ruang ganti, di sana sudah Rex yang saat ini sedang memakai baju.

__ADS_1


"Sudah mandi, dimana?" tanya Bunga keheranan, pasalnya saat dirinya masuk kamar mandi, suaminya masih tiduran di atas ranjang, kini ia selesai mandi sudah melihat suaminya bersih dan wangi sedang memakai baju.


"Di kamar tamu, aku tunggu di luar," ucap Rex setelah selesai memakai baju, namun sebelum berlalu Rex mencium pipi Bunga.


Bunga menggelengkan kepala melihat tingkah Rex, tapi hatinya begitu bahagia.


Tiga puluh menit kemudian, kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil yang sedang melaju ke rumah Ayah Ciko.


Di kediaman Ayah Ciko.


Ibu Erasa dibantu para pelayannya saat ini sedang menyusun makanan di atas meja makan.


Sudah menunggu kehadiran Bunga dan Rex serta Rosi, anak keduanya itu belum pulang kerja, kerjanya sebagai artis jadi tidak tentu pulangnya.


Namun tadi Ibu Erasa sudah mewanti-wanti untuk pulang cepat, sementara itu Gea yang saat ini berada di dalam kamar, tengah senyum-senyum bahagia.


Ide makan malam ini adalah idenya, merasa bila di rumah ini dirinya memiliki wewenang, akan memperlihatkan seberapa dekat dirinya dengan Rex di hadapan Bunga.


"Aku akan buat kau menangis setelah makan malam selesai," ucap Gea seraya menatap tajam ke arah cermin, di sana Gea bisa melihat pantulan wajahnya yang terlihat sangat cantik malam ini.


"Aku rasa Kak Rex akan tertarik dengan pesonaku malam ini, lihatlah aku lebih cantik, lebih seksi sedangkan dia? dia gendut karena hamil," cibirnya yang terus menjelekkan Bunga dan memuji diri sendiri.


Berpikir bila di rumah ini, Rex tidak akan menghindar saat dirinya mendekati.


Gea keluar kamar menuruni anak tangga, samar-samar mendengar suara Ibu Erasa menyambut Rex dan Bunga datang, Gea segera mempercepat langkahnya.


Di pintu ruang tamu, Ibu Erasa sedang memeluk Bunga, bergantian memeluk Rex dan juga Rosi.


Ternyata mereka bertiga datang bersamaan, meski tadi dari tempat yang beda.


Setelah berpelukan dengan Ibu Erasa, Bunga bergelayut manja di lengan Rex, semua orang jadi bingung dengan sikap Bunga yang tidak seperti biasanya.


Tapi Rosi dan Ibu Erasa diam saja malah senang bila Rex dan Bunga bisa berlaku romantis.


Gea yang baru sampai ke ruang tamu, senyumnya langsung pudar saat melihat Bunga bergelayut manja di lengan Rex, Gea mengepalkan tangannya.


"Gea," sapa Rosi, wajahnya tampak heran saat melihat pakaian Gea yang terlihat begitu seksi.

__ADS_1


Ibu Erasa menoleh ke belakang juga melihat Gea, Ibu Erasa dibuat terkejut saat melihat pakaian seksi Gea.


Bunga melirik Gea.


Dasar wanita tidak tahu malu, maksudnya apa coba dia memakai baju seperti itu, batin Bung dengan lirikan mata tajam.


Ibu Erasa mengajak semuanya untuk menuju ruang makan, bersama-sama mereka semua berjalan ke sana.


Ayah Ciko duduk di kursi pertama, kemudian Rex juga Bunga, dalam posisi ini Gea tidak bisa mendekati Rex, karena Rex dudunya diantara Ayah Ciko dan Bunga.


Gea makin kesal, diawal sudah merasa gagal, wajahnya ditekuk sangat marah, Rosi terus memperhatikan wajah Gea, merasa curiga.


Kini semuanya sudah mengambil makanan, dan sudah siap makan di piring masing-masing.


Sekali menyuap ke mulut, Bunga berpikir cara untuk membuat hati Gea panas meradang, terlihat senyum kecil di bibir Bunga, saat menemukan ide.


"Kak, aku suapin makannya, em aku tidak enak makan sendiri, maunya sepiring berdua." Bunga bicara seraya senyum meringis.


Rex langsung menganggukkan kepalanya cepat.


Yang lainnya ikut senyum-senyum mendengar ucapan Bunga dan melihat tingkah Rex yang tadi langsung mengangguk cepat.


"Dulu Ayah dan Ibu juga seperti itu Rex, tidak usah malu-malu," celetuk Ayah Ciko menimpali.


"Ayah," ucap Ibu Erasa menahan malu, jamannya masih muda dulu kan malu bila harus diceritakan sama anak-anak pikirnya.


Semua bahagia, kecuali Gea, wanita itu benar-benar marah dan tidak terima, matanya sakit melihat Bunga bermesraan dengan Rex.


Melihat Bunga menyuapi Rex, mengusap bibir Rex menggunakan ibu jarinya, Gea cemburu marah melihat itu semua.


Nasi di dalam piringnya, hanya Gea aduk-aduk campur sayur dan lauk lainnya, matanya fokus terus melihat kemesraan Bunga dan Rex, dalam hati kecilnya tidak rela.


"Gea?"


Suara Rosi langsung menyadarkan Gea, memutus pandangan matanya ke arah Bunga dan Rex beralih melihat Rosi.


Gea terkejut saat tatapan matanya bertemu dengan Rosi, pria itu seperti mengintimidasi Gea, dengan buru-buru Gea mengalihkan pandangannya melihat nasi di dalam piringnya.

__ADS_1


Sementara Bunga yang saat ini sudah selesai makan, kembali bergelayut manja di lengan Rex, namun pria itu saat ini sedang makan buah.


Gea dan Bunga sama-sama saling melirik dengan tatapan tajam.


__ADS_2