
Setelah putar-putar kota jakarta selama dua jam, ternyata Bunga maunya diajak putar-putar tidak mau turun, maunya turun setelah nanti di mall.
Kini mereka berdua sudah berada di dalam mall, Rex dan Bunga sedang menuju toko baju bayi, Bunga menunjuk toko bayi yang terlihat lucu-lucu, Rex mengikuti kemauan Bunga.
"Kak Rex lihatlah ini sangat lucu," ucap Bunga sembari memegang gemas baju bayi yang di tangannya.
Rex juga melihat, bibirnya tersenyum melihat banyaknya baju bayi yang lucu-lucu, bila tidak karena sebentar lagi akan miliki anak, mungkin tidak akan sampai ke toko ini, pikirnya seraya meraih satu baju bayi perempuan warna pink.
"Kak ini yang warna biru juga bagus," ucap Bunga sembari menunjukan baju baby laki-laki warna biru.
Rex mengangguk, Bunga tersenyum memeluk baju itu dengan gemas.
Bunga udah berusaha mengambil satu per satu warna baju bayi, tapi dikembalikan lagi mendadak bingung mau pilih baju bayi cewe atau cowok, Bunga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Rex melihat Bunga gelisah. "Kenapa?" Rex mendekati Bunga berdiri tepat di samping Bunga, memegang salah satu baju bayi yang tadi Bunga kembalikan.
"Aku bingung, Kak. Mau ambil baju cewe atau cowok, habis semua bagus-bagus dan lucu-lucu, Kak. A-aku- jadi bingung apa lagi belum tahu jenis kelaminnya apa?"
Rex terkekeh melihat wajah Bunga yang terlihat bingung tapi malah terlihat lucu dan menggemaskan.
"Kak Rex kenapa tertawa, ih aku bingung beneran," ucap Bunga dengan suara mendayu.
Rex makin tertawa, Bunga baru kali ini melihat Rex tertawa seperti itu.
Eeee dia cakep banget kalo ketawa, batin Bunga di balik senyumnya.
"Kita beli semua baju bayi cewe dan cowok supaya nanti kita gampang tinggal memakaikan," ucap Rex setelah berhenti tertawa.
Bunga menggelengkan kepala. "Jangan Kak, nanti mubazir kalo kebanyakan, aku pilih beberapa saja ya yang kiranya cocok untuk cewe dan cowok."
Rex mengangguk mengikuti kemauan Bunga, kemudian Bunga mulai sibuk memilih yang cocok untuk calon bayinya, sedangkan Rex saat ini berdiri di depan bando pita milik anak bayi.
Tangannya terulur memegang salah satunya dari bando tersebut, Rex tersenyum seraya membayangkan jika bayinya perempuan memakai bando yang saat ini dirinya pegang pasti akan terlihat cantik imut dan menggemaskan, pikirnya.
__ADS_1
Lamunan Rex terbuyarkan saat suara Bunga memanggilnya, dan menoleh ke arah Bunga.
"Kak Rex aku sudah selesai memilih baju-bajunya, juga bedong, kaos kaki, dan bungkus tangan, semua sudah," ucap Bunga, tiba-tiba matanya melihat sesuatu yang saat ini Rex pegang. "Apa yang Kak Rex pegang?"
"Em ini aku tidak tahu namanya apa," ucap Rex tersenyum sembari menunjukan pada Bunga.
Bunga mendekat, kini baru tahu yang Rex pegang itu adalah bando.
"Kak Rex mau beli ini?" tanya Bunga seraya menunjuk bando di tangan Rex menggunakan dagunya.
Rex menggelengkan kepalanya, mau dibeli juga belum tahu jenis kelamin anaknya.
Setelah membeli semua perlengkapan untuk bayi, mereka berjalan ke arah toko lain, sedari tadi Rex melihat Bunga wajahnya tersenyum terus, satu hal yang saat ini Rex sadari, hatinya begitu bahagia hanya sekedar melihat senyum di bibir Bunga.
Mereka berdua berjalan tanpa membawa belanjaan, semua belanjaan Rex sudah dibawain orang suruhannya yang tadi Rex hubungi untuk datang ke mall.
Mereka berjalan dengan mesra, tidak seperti sedang belanja.
Ibu Erasa yang berdiri tidak jauh dari mereka seperti mengenali mereka berdua, kemudian mendekati mereka berdua, dan setelah dugaannya benar Ibu Erasa langsung memanggil nama keduanya.
Rex dan Bunga menoleh bersamaan, seketika pandangan mereka bertemu dengan sosok sang Ibu yang memanggilnya.
"Ibu," ucap mereka berdua bersamaan.
"Kalian juga-."
"Kak Rex." Suara Gea memotong ucapan Ibu Erasa, Gea langsung memeluk Rex bergelayut manja di lengan Rex, Gea baru saja keluar dari dalam toko dan saat melihat Rex langsung menghampirinya tanpa pedulikan wanita hamil di dekat Rex.
Bunga kebingungan saat tiba-tiba ada wanita yang memeluk Rex bahkan saat ini wanita itu bergelayut manja di lengan Rex, seraya berpikir siapa wanita itu?
Ibu Erasa yang menangkap wajah kebingungan Bunga, langsung menjelaskan siapa Gea.
"Bunga, Nak. Jangan mikirin yang macam-macam, dia adalah Gea, sepupunya Rex, mereka sudah biasa seperti itu karena sejak Gea kecil mereka sudah tinggal bersama kami."
__ADS_1
Mendengar penjelasan Ibu Erasa Bunga mengangguk kecil, tadinya sudah berpikir yang tidak-tidak, setelah tahu mereka adalah saudara, Bunga mulai tenang.
Sementara Gea hanya melirik sekilas untuk melihat Bunga, setelah itu kembali bergelayut manja di lengan Rex.
"Ibu sendirian, Ayah ikut tidak?" tanya Bunga yang baru sadar lupa tidak bertanya pada mertuanya.
Ibu Erasa menggelengkan kepala. "Ibu berdua dengan Gea, Nak."
Ibu Erasa yang paham situasi melihat Gea terus bermanja dengan Rex, jadi tidak enak melihat Bunga.
"Gea ayo kita pulang."
Gea menghela nafas berat, rasanya malas mau pulang masih ingin bersama Rex tapi sudah di ajak pulang, dengan terpaksa ahirnya Gea ikut Ibu Erasa pulang.
Bunga terus menatap punggung Ibu Erasa dan Gea yang berjalan semakin jauh, sesekali Gea menoleh ke belakang, seolah berat untuk pergi, dan Bunga melihat hal itu.
Ada apa dengan gadis itu, bila aku lihat usianya sekitar 22 tahun, batin Bunga yang terus melihat ke arah mereka.
"Gea adalah sepupu aku, dia baru selesai kuliah di luar negeri, dan sekarang kembali tinggal bersama kedua orang tuaku," jelas Rex seraya merangkul pundak Bunga, Rex tidak ingin Bunga salah paham.
Rex membalikkan tubuh Bunga untuk menatapnya. "Jika kamu keberatan melihat dia yang memelukku, aku akan bicara nanti sama dia, dahulu waktu dia masih kecil ya aku ijinkan, tapi sekarang dia sudah dewasa."
Bunga mengangguk, memang dirinya sangat keberatan bila suaminya di peluk wanita lain, kebetulan Rex bicara seperti itu jadi Bunga tinggal mengangguk saja.
Keduanya lanjut belanja lagi, sekalian belanja kebutuhan rumah, dan setelah semua barang kebeli, tepat pukul dua siang Rex dan Bunga pulang, tidak terasa belanja-belanja waktu sudah hampir sore.
Tepat pukul setengah tiga mereka sudah sampai di apartemen, barang belanjaan sangat banyak, Rex menghubungi pelayan untuk turun ke basemen tempat parkiran mobil untuk membantu membawa belanjaan.
Bunga dan Rex beserta tiga pelayan yang membawa barang belanjaan masuk ke dalam lift menuju lantai tempat kamarnya berada.
Setelah lift terbuka, mereka keluar bersama, Bunga dan Rex masuk lebih dulu ke ruang apartemennya setelah pintu terbuka.
Tiga pelayan mulai menyusun barang belanjaan di dapur, khusus barang bayi Rex bawa ke kamar calon bayinya.
__ADS_1
Bunga sudah duduk di sana dengan senyum manisnya.