BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 38. Mengajak segera pulang.


__ADS_3

Keesokan harinya


Rex dan Bunga baru saja selesai mandi, keduanya sudah berpakaian rapi, yang kini sama-sama duduk di sofa yang ada di ruang kamar tersebut.


"Kamu mau makan apa?" tanya Rex, namun Bunga tidak langsung menjawab, Bunga tampak sedang berpikir.


Bunga melihat Rex mau melakukan panggilan telepon untuk memesan makanan di hotel ini. "Jangan dilakukan!" nada bicara Bunga meninggi, reflek karena takut.


Rex menurunkan kembali hp nya, menatap Bunga dengan kening berkerut. "Kenapa?"


Bunga memutar otak untuk mencari alasan, karena Bunga tidak mau bahwa dirinya menolak karena khawatir bila makanan di hotel ini diracuni oleh Gea.


"Aku mau makan di restoran tempat yang akan kita kunjungi wisatanya, ayo berangkat aku sudah tidak sabar mau foto di sana," ucap Bunga seraya bangkit dari duduknya memegang tangan Rex.


Alasan Bunga membuat hati Rex senang, tanpa pikir panjang Rex mengikuti kemauan Bunga, dan tidak bertanya hal lain.


Saat Rex dan Bunga baru saja meninggalkan kamarnya, Gea juga membuka pintu mau keluar, Gea terkejut saat melihat Rex dan Bunga berjalan menuju lift.


Jadi kamar aku satu lantai dengan kak Rex, batin Gea tersenyum penuh arti.


Gea segera berjalan untuk mengikuti Rex dan Bunga.


Sampainya di lobby, Gea melihat Rex dan Bunga berjalan ke arah parkiran mobil, setelah mereka masuk ke dalam mobil, Gea juga segera masuk ke dalam mobilnya dan segera menjalankan mobilnya mengikuti mobil Rex.


Tiga puluh menit, mobil yang Rex kendarai sudah sampai di tempat tujuan, Rex dan Bunga segera masuk ke dalam sana.


Di dalam sana akan keluar lagi dan langsung tempat alam yang dilihat, sangat bagus bagi pasangan yang mau foto.


Saat Bunga sudah sampai di tempat itu, angin yang terasa sejuk pertama yang Bunga rasakan.


Seraya memejamkan mata Bunga menghirup dalam-dalam udara sejuk itu. "Di tempat ini begitu nyaman."


Rex memeluk Bunga dari belakang. "Kamu suka?"


Bunga yang dipeluk secara tiba-tiba langsung kaget. "Kak Rex, malu dilihatin banyak orang," ucap Bunga yang memang benar banyak orang yang senyum-senyum melihat ke arahnya.

__ADS_1


Rex semakin mengeratkan pelukannya. "Aku tidak peduli," ucap sembarang Rex seraya menciumi pipi Bunga.


Hah rasanya Bunga ingin tenggelam di dasar laut, benar-benar malu yang dirasakannya saat ini, namun mau bagaimana lagi, Bunga hanya bisa membiarkan Rex melakukan sesuka hatinya.


Fotografer nya masih sibuk memfoto pasangan lain, Bunga hanya bisa menunggu dulu.


Dan setelah menunggu beberapa saat, kini gantian Rex dan Bunga yang harus foto.


Tanpa mereka berdua ketahui, di ujung sana Gea menatap ke arah mereka dengan tatapan marah, apa lagi saat melihat gaya pose mereka berdua.


Rex memeluk Bunga dari belakang, dengan kedua tangan Rex berada di bawah perut Bunga yang sudah membesar, kepala Rex di bahu Bunga dengan pandangan lurus menatap kamera, tangan Bunga yang kiri menggenggam tangan Rex yang melingkar di pinggangnya, dan tangan Bunga yang kanan terangkat ke rahang Rex dengan kepala sedikit menoleh ke arah Rex, pandangan mata sama-sama lurus ke depan.


Gaya foto sudah diambil kamera, dan masih ada beberapa gaya foto lain yang dilakukan Rex dan Bunga.


Bunga dan Rex sudah merasa cukup untuk fotonya, mereka berdua kemudian pergi ke restoran yang ada di tempat ini, tadi pagi belum sempat sarapan.


"Kak Rex, aku mau ke kamar mandi dulu ya," pamit Bunga yang kini mereka berdua sudah ambil kursi untuk duduk.


Rex mengangguk mengijinkan Bunga pergi, ahirnya Rex sendiri yang melakukan pemesanan makanan.


Gea mengikuti pelayan tersebut, dengan langkahnya yang cepat, ahirnya tangan Gea bisa menjangkau lengan pelayan itu.


Gea membisikkan sesuatu di telinga pelayan tersebut, pelayan itu menggelengkan kepala tanda tidak mau, tapi Gea memaksanya.


Setelah pelayan itu menurut akan perintahnya, Gea tersenyum puas, kemudian Gea pergi, namun saat Gea belum benar-benar pergi, Bunga melihat Gea yang senyum-senyum sendiri.


Bunga jadi curiga, apa lagi posisi Gea berdiri tadi tempat arah pemesanan makanan, Bunga jadi khawatir bila Gea merencanakan sesuatu yang buruk.


Bunga segera berjalan menuju kursi tempat Rex berada.


Tidak lama setelah Bunga duduk, makanan yang Rex pesan datang. Bunga langsung menyetop pelayan untuk tidak menaruh makanan itu di mejanya.


"Bunga kenapa?" tanya Rex saat melihat Bunga tidak mau makan.


"Aku, aku mual dengan bau makanan ini, kita pulang saja sekarang." Bunga langsung menarik tangan Rex menuju kasir untuk membayar tagihan kemudian keluar dari tempat tersebut.

__ADS_1


Rex masih bingung dengan perubahan sikap Bunga, Rex menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuh Bunga, kini mereka sama-sama saling menatap.


"Kamu kenapa sih? kamu bikin aku khawatir dengan sikap kamu ini," ucap Rex, Bunga menunduk merasa bersalah.


"Aku mual Kak Rex," ucap Bunga dengan kepala menunduk, Bunga terpaksa berbohong karena tidak mau Rex makan makanan di restoran tadi.


Rex kemudian mengajak Bunga masuk ke dalam mobil, Rex segera melajukan mobilnya dengan tujuan tidak tahu mau kemana.


Sementara itu Gea jadi geram saat melihat Rex tidak jadi makan makanan tadi.


"Pasti semua ini karena Bunga!" ucap marah Gea seraya menatap mobil Rex yang kini melaju pergi.


Jangan kamu pikir aku menyerah begitu saja Bunga, aku akan mengikuti kemana pun kalian pergi, batin Gea tersenyum miring.


Gea segera menjalankan mobilnya untuk mengejar mobil Rex.


Rex bingung saat tiba-tiba Bunga mendadak diam, Bunga hanya menundukkan kepalanya, saat ini bingung harus melakukan apa, Bunga juga takut bila Rex marah.


Bunga menoleh ke arah Rex saat tangan pria itu menyentuh tangannya.


Rex tersenyum. "Jangan takut, aku tidak akan galak seperti dulu lagi."


Rex sengaja bicara seperti itu, karena ekspresi wajah Bunga yang ia tangkap terlihat ketakutan, Rex beranggapan bila Bunga takut sama dirinya.


"Sekarang kamu mau kemana?" tanya lembut Rex seketika membuat hati Bunga tenang.


"Mau pulang," jawab Bunga cepat, Rex tampak berpikir bahwa semua urusannya di Bogor sudah selesai, Rex kembali menatap Bunga.


"Kita kembali ke hotel dan sehabis ini langsung pulang."


Bunga mengangguk cepat.


Sementara itu Gea yang melihat mobil Rex berjalan ke arah jalan menuju hotel penginapan semalam, sedikit mengurangi lajunya, karena sudah tahu tujuan Rex saat ini.


Setelah mobil sampai di halaman hotel, Bunga dan Rex berjalan masuk ke dalam hotel, sampainya di dalam kamar, mereka berdua langsung mengemasi barang-barangnya, akan pulang ke Jakarta saat ini juga, karena Bunga merasa tidak nyaman berada di Bogor.

__ADS_1


__ADS_2