
Keesokan paginya, Rex sudah lengkap dengan pakaian kerja, dasi juga baru Bunga pasangkan, Rex tiba-tiba menggenggam tangan Bunga, membuat Bunga mengerutkan dahi.
"Pagi ini aku akan memperingatkan saudara kamu itu, aku tidak mau mereka berbuat ulah lagi sama kamu." Rex menatap dalam bola mata Bunga.
Bola mata yang bewarna hitam pekat, yang begitu jernih, yang selalu membuatnya ingin terus melindungi Bunga.
Rex berganti mengusap lembut pipi Bunga. "Aku tidak mau kau menangis."
"Aku tidak akan menangis selama Kak Rex terus bersama aku," ucap Bunga yang kemudian langsung mendapat pelukan Rex.
Setelah beberapa saat berpelukan, mereka berdua kini berjalan keluar kamar, sembari saling berpegangan tangan.
Cukup membuka pintu kamar sudah ruang tengah, karena ini adalah apartemen tidak perlu melewati tangga.
ternyata di sana sudah ada Ayu juga Bibi Eka yang duduk di sana. Ayu menatap sebal ke arah Bunga yang berjalan sembari berpegang tangan.
Huh dia mau pamer sama aku bila punya suami tampan dan kaya, cibir Ayu dalam hati.
Bibi Eka mencubit kecil paha Ayu untuk mengkondisikan wajahnya supaya tidak cemberut, harus ingat pesan ibunya yang diucapkan saat di kamar tadi.
Hih malas banget harus akting, batin Bunga kesal.
Rex dan Bunga sudah duduk di kursi sofa, Bunga duduk di sebelah Rex, pria itu menatap bergantian ke arah Ayu juga ke Bibi Eka.
Aura wajah dingin Rex yang terpancar membuat Bibi Eka dan Ayu menelan ludah kasar, mata mereka berdua sampai mendelik sangking menakutkannya aura dingin Rex.
"Saya ijinkan kalian tinggal di sini, tapi jika saya melihat kalian bikin ulah lagi, apa lagi sampai mau main tangan seperti kemarin." Rex menatap Ayu. "Saya pastikan akan langsung mengusir kalian dan membuat hidup kalian lebih susah!"
Bibi Eka langsung membawa tubuhnya turun ke lantai, merayap mendekati kaki Rex, Bibi Eka menangis tersedu-sedu, karena sadar tidak miliki tempat tinggal lagi, sangat takut apa bila harus diusir beneran.
"Tuan Rex saya mohon, tolong maafkan kami, saya janji akan mendidik Ayu untuk jadi anak lebih baik lagi, saya janji akan mengawasi Ayu, dan saya berusaha pastikan tidak akan lagi Ayu mau menyakiti Bunga." Air mata Bibi Eka banjir sampai membasahi sepatu mahal milik Rex.
__ADS_1
Cih Ibu mengapa bicara seperti itu, hah malas sekali harus baik-baikin Bunga, batin Ayu yang sangat kesal mendengar ucapan ibunya.
"Saya mau, putrimu yang minta maaf sama Bunga, bukan kamu!" suara Rex terdengar dingin sampai membuat Bibi Eka dan Ayu merinding.
Bunga yang duduk di sebelahnya mengusap lengan Rex supaya suaminya itu lebih tenang tidak perlu pake emosi, Bunga tahu tanpa marah-marah Bibi Eka dan Ayu sudah takut.
Bibi Eka berjongkok sembari berjalan mundur kemudian duduk lagi di kursi sofa sembari menoel lengan Ayu untuk melakukan apa yang Rex ucapkan barusan.
Ayu mendengus kesal, dan dengan terpaksa Ayu melakukan seperti yang tadi ibunya lakukan.
Saat ini Ayu sudah bersimpuh di depan kaki Bunga, Bunga tidak enak hati ingin meminta Ayu duduk saja di sebelahnya, namun Rex menggeleng tanda bahwa Ayu memang harus melakukan hal itu.
"Bunga, aku minta maaf, selama ini aku selalu jahatin kamu, aku akan berusaha memperbaiki diri dan kita bisa menjadi keluarga yang baik, aku minta maaf, Bunga."
Bunga tersenyum sembari membantu Ayu untuk bangkit tidak perlu berjongkok lagi. "Aku maafkan kamu."
"Terimakasih Bunga." Ayu memeluk Bunga, dalam hati Ayu sangat benci harus berakting seperti ini.
Bunga kembali duduk ditempatnya yang tadi, Bibi Eka berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu.
"Saya mau bertemu Kakak saya, apa kah ada?" tanya pria tampan setelah pintu terbuka.
Bibi Eka melihat penampilan pria itu yang sangat keren, bahkan wajahnya sering ia lihat di televisi.
Artis kan dia, iya dia artis bernama Rosi, batin Bibi Eka yang malah diam tidak menjawab pertanyaan Rosi.
"Siapa Bik!" teriak Rex yang langsung mendapat sahutan Rosi, "Rosi Kak."
Rosi kemudian berjalan masuk ke dalam, setelah menyadari Rosi berjalan masuk, Bibi Eka jadi tidak enak hati, bukannya menjawab tadi malah melamun, karena tidak menyangka akan bertemu artis populer.
"Pagi Kak Rex dan Kakak Ipar, aku tadi disuruh ibu untuk mengantar sarapan pagi buat Kakak Ipar, kata ibu makanan ini bagus untuk ibu hamil seperti Kakak Ipar," ucap Rosi setelah berdiri di ruang tengah bersama Rex dan Bunga, sembari meletakkan rantang isi makanan di atas meja.
__ADS_1
Ayu yang melihat Rosi sampai mendelik matanya, memastikan artis Rosi yang terkenal itu atau bukan.
"Baiklah terimakasih Rosi," ucap Bunga.
"Em kamu tidak ikut sarapan disini?" tanya Bunga lagi.
Rosi menggeleng. "Tidak Kakak Ipar, aku harus pergi sekarang karena sebentar lagi jadwal syuting sudah mau mulai." Rosi melihat jam di pergelangan tangannya.
"Baiklah hati-hati kerjanya," ucap Bunga tersenyum.
Rosi kemudian pamit pergi.
Ayu dan Bibi Eka juga ikutan pergi dari tempat tersebut karena sudah tidak ada yang mau dibahas lagi, Rex juga mau berangkat kerja sekarang ini.
Ayu yang saat ini sudah berdiri di wastafel pencuci piring, bibirnya terus bergumam bicara benar tidak ya, seperti itu terus.
Berpikir jika benar berarti Bunga sangat beruntung memiliki saudara artis terkenal, Ayu masih belum percaya, dan setelah selesai mencuci tangan, saat berbalik melihat ibunya, Ayu menghampiri Bibi Eka untuk memastikan.
Ayu memegang bahu ibunya. "Ibu benarkah tadi artis terkenal itu?"
"Iya itu tadi adalah Rosi artis yang populer itu."
Ha! Ayu sampai tidak bisa lagi berkomentar, sungguh ini begitu mengejutkan, selama ini ingin bertemu dengan artis tampan yang namanya Rosi, dan hari ini bertemu begitu saja tanpa di sengaja.
Ayu jingkrak-jingkrak senang. "Ibu-ibu, jika begitu aku bisa sering bertemu dia Ibu, emm aku akan minta bantuan Bunga untuk bisa berkenalan dengan dia, aaaa Ibu aku bahagia sekali."
Bibi Eka langsung memukul lengan Ayu. "Jaga sikap kamu, dilihatin pelayan lain terlihat aneh tingkah kamu!"
Ayu langsung berhenti tapi dalam hatinya masih saja tersenyum bahagia, kemudian mereka berdua menyelesaikan pekerjaan hari ini.
Sementara itu Rex yang saat ini masih dalam perjalanan menuju perusahaan, tiba-tiba hp nya bunyi, namun saat Rex mau ambil tiba-tiba hp jatuh ke bawah, dan saat Rex mengambil hp nya tentu tidak bisa melihat jalanan di depan, dan saat Rex sudah kembali ke posisi semula alangkah terkejutnya saat melihat seseorang berada di depan mobilnya.
__ADS_1
Aaaaa! Rex berteriak, dalam kondisi terkejut tidak bisa menghentikan mobilnya, orang tersebut tertabrak mobil Rex.