BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 56. Dinyatakan sehat.


__ADS_3

Siang hari Rex mendatangi Noumi di rumah sakit, wanita itu ingin bertemu Rex, setelah mendapat ijin dari Bunga Rex segera datang ke sana.


Sampainya Rex di ruang rawat Noumi, wanita itu langsung memeluk Rex.


Rex tersenyum sembari mengusap rambut Noumi, seketika hatinya sedih saat mendapati banyak rambut rontok di telapak tangannya.


Noumi semoga segera lekas sehat, batin Rex tersenyum supaya Noumi tidak sedih saat menatap wajahnya.


"Aku merindukanmu," ucap Noumi, matanya berbinar mendapati Rex datang.


Rex tersenyum kecil mendengar ucapan Noumi.


Noumi meminta Rex untuk duduk di pinggiran ranjang, setelah Rex duduk Noumi memeluk Rex sembari menyandarkan kepalanya di pundak Rex.


Perasaan Noumi saat ini sangat bahagia, kenangan manis bersama Rex dulu kembali ia ingat, setelah sembuh nanti Noumi berencana akan mengajak Rex menikah.


Kau hanya milikku Rex aku tidak akan biarkan wanita mana pun mengambil kamu termasuk Gea adikmu, batin Noumi tersenyum semirk.


Tidak lama kemudian dokter bersama dua perawat masuk, untuk memeriksa keadaan Noumi.


Rex bangkit dari duduknya, memberikan akses mudah buat Dokter untuk memeriksa keadaan Noumi.


Rex memperhatikan Dokter saat memeriksa Noumi, wajah sang dokter tersenyum, seolah menggambarkan bahwa pasien keadaannya sudah membaik.


Setelah selesai memeriksa Noumi, Dokter tersebut mengajak Rex untuk datang ke ruangannya, ada hal penting yang mau dibicarakan.


Rex mengikuti dokter tersebut berjalan di belakang dokter, sampai di ruang dokter, Rex di persilahkan untuk duduk.


Dokter tersebut mengambil kertas putih di dalam laci kemudian menyerahkannya pada Rex.


Rex menerima kertas putih itu lalu membacanya, sebuah keterangan bahwa Noumi dinyatakan sehat, hanya saja Noumi harus menjaga pola makan agar tetap sehat.


Isi pernyataan yang panjang itu semua Rex baca tanpa ada yang tertinggal.


Rex mengucap syukur dalam hati, senang apa bila Noumi telah sehat kembali, meski prediksi usianya tidak lama lagi, setidaknya dengan keadaan sehat Noumi tidak kesakitan lagi.


"Dokter, apa ini artinya Noumi sudah boleh pulang?" tanya Rex memastikan.


Dokter tersebut mengangguk. "Sudah boleh, semua seperti yang saya jelaskan di keterangan kertas tersebut, bahwa pasien harus menjaga pola makan."

__ADS_1


Rex semakin tersenyum sangat bahagia mendengar kabar baik ini.


Setelah ini aku akan jujur sama Noumi, aku akan mengajak Bunga juga untuk datang kemari, mengatakan bersama-sama di depan Noumi, dengan keadaan Noumi yang sudah sehat aku yakin Noumi bisa menerima, batin Rex yang kini sudah menyusun rencana untuk pertemuannya dengan Noumi bersama Bunga.


"Baik Dokter, terimakasih sudah membantu Noumi untuk sehat kembali. Jika begitu saya pamit," ucap Rex yang kemudian terus pergi dari ruang tersebut.


Rex berjalan melewati koridor rumah sakit disertai senyum yang mengembang, langkahnya cepat terlihat begitu semangat, sudah tidak sabar mau menyampaikan kabar baik ini untuk Noumi.


Klekk!


"Noumi," sapa Rex setelah membuka pintu yang matanya langsung melihat wanita yang berbaring di sana.


Noumi tersenyum menoleh ke arah Rex yang baru datang, saat Rex berjalan masuk ke arahnya, perhatian Noumi teralihkan dengan kertas yang Rex pegang.


"Apa itu?" tanya Noumi menunjuk kertas yang Rex bawa dengan dagunya, setelah Rex berada di samping ranjang pasien.


Rex menyerahkan kertas tersebut ke Noumi. "Bacalah," titah Rex yang langsung Noumi terima kertas itu dan dibaca.


Noumi terharu saat membaca dirinya dinyatakan sehat, Noumi tidak bisa membendung rasa bahagianya sampai-sampai Noumi memeluk Rex.


"Aku bahagia Rex, ahirnya aku sehat," ucap Naumi yang merasa sangat senang, air matanya membasahi jas yang Rex pakai.


Noumi senang mendapatkan perhatian dari Rex, hal seperti ini yang Noumi inginkan, rasanya semakin menyesal mengingat dulu pernah ninggalin Rex, setelah menyadari Rex begitu perhatian.


Rex meminta Noumi istirahat, Rex juga mau istirahat, untunglah Noumi menurut karena Rex sebenarnya mau menelpon Bunga.


Setelah Noumi terlelap, Rex keluar duduk di kursi tunggu supaya Noumi tidak mendengar. Kenapa harus menunggu Noumi terlelap? Karena Noumi tidak mau ditinggal Rex apa bila masih dalam terjaga.


Rex mulai melakukan sambungan telepon dengan Bunga, setelah terhubung langsung diangkat.


"Halo."


Saat Rex mendengar suara Bunga wanita itu terdengar sedang tertawa, Rex senang mendengar Bunga happy.


"Kamu sudah makan?" tanya Rex


"Sudah tadi aku makan tahu gejrot juga makan puding coklat juga minum jus tapi tanpa es," jelas Bunga di sambungan telepon, yang langsung mengundang Rex tertawa.


"Apa ada yang lucu?" tanya Bunga di sambungan telepon.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya senang mendengar kamu hobi makan," terang Rex, padahal bukan itu yang membuat Rex tertawa, pria itu tadi membayangkan Bunga saat makan yang lahap seperti orang yang tidak makan satu hari.


"Em baiklah, apa Kak Rex sudah makan siang juga?" tanya Bunga lagi di sambungan telepon.


"Aku belum makan-."


"Nyonya ini sop buahnya," suara Ola di sebrang sana yang masuk ke sambungan telepon, membuat Rex menghentikan ucapnya.


"Wah sop buahnya segar," suara Bunga di sambungan telepon yang baru saja mencicipi sop buah.


"Kamu makan lagi yang?"


"Iya nih baby nya laper," jawab cepat Bunga di sambungan telepon.


"Baby nya atau kamu nya yang lapar," canda Rex yang kemudian langsung mendengar suara tawa Bunga di sambungan telepon.


Obrolan mereka diakhiri karena Bunga harus makan, Rex juga yang belum makan berjalan menuju kantin rumah sakit.


Malam hari tiba.


Rex duduk di ruang rawat Noumi, sedari tadi Noumi tidak mau melepas genggaman tangannya yang menggenggam tangan Rex.


"Rex apa kita bisa kembali seperti dulu?" tanya Noumi dengan tatapan sendu, masih terus menggenggam tangan Rex.


"Ini sudah malam, sebaiknya kamu tidur, ok." Rex mengalihkan ke pembicaraan lain, Rex tidak mau mengatakannya sekarang, Rex akan katakan nanti saat datang bersama Bunga.


Terdengar helaan nafas berat Noumi, wanita itu seketika melepas tangannya dan bersiap untuk tidur.


Rex bangkit dari duduknya mau pulang, tapi belum sempat Rex melangkah Noumi memegang lengan Rex, membuat Rex menoleh lagi ke arah Noumi.


"Jangan pergi plis temani aku malam ini di sini," ucap Noumi dengan tatapan memohon.


"Tidurlah, aku tidak pergi."


Setelah mendengar perintah Rex Noumi langsung memulai tidurnya. Rex berjalan ke arah kursi sofa dan istirahat di sana.


Rex mengirim pesan pada Bunga bahwa malam ini tidak pulang, lama menunggu balasan dari Bunga, ahirnya mendapat pesan masuk dari Bunga yang berkata tidak apa-apa.


Di tempat lain.

__ADS_1


Bunga yang saat ini duduk di atas ranjang meneteskan air mata setelah mengirim pesan.


__ADS_2