BOS Sombong Suamiku

BOS Sombong Suamiku
BAB 21. Pesan masuk sayang.


__ADS_3

"Sudah makan siang belum?" Pesan chat dari Bunga.


"Sudah, kamu sendiri?" tanya balik pesan chat dari Rex.


"Aku juga sudah, mmm nanti pulang jam berapa?" Bunga klik send, saat ini sembari tiduran miring bibirnya senyum-senyum.


"Jam tuju malam, kenapa?" pesan masuk dari Rex langsung Bunga baca.


"Ingin menunggu Kakak pulang." Saat ngetik kata kakak Bunga merasa ragu namun saat mau dihapus malah menggeser send, pesan terkirim, Bunga menjerit dalam hati takut Rex tidak suka membacanya, merasa dirinya sudah lancang, padahal hubungannya baru saja membaik.


Aku benar-benar serakah, gumamnya.


Ting. Bunyi pesan masuk.


Eh, apa? dia jawab apa ya? batin Bunga khawatir, mau membuka pesan takut, belum siap bila jawaban Rex menolak dipanggil kakak, namun ahirnya Bunga memutuskan untuk membaca dengan jantung degup-degup.


"Iya sayang, sampai jumpa di rumah." Isi pesan masuk dari Rex.


Bunga terkejut membacanya, kemudian tertawa bahagia sembari memukul-mukul pahanya, tingkah Bunga seperti gadis baru jatuh cinta, padahal jelas ini bukan pertama kali baginya.


Aaaaa! dia memanggil aku sayang, batin Bunga yang merasa bahagia seraya mendekap hp nya, Bunga masih tidak percaya bila akan mendapat balasan pesan sayang.


Bunga mulai bertanya-tanya, apa kah Rex juga miliki perasaan yang sama seperti dirinya, apa kah cuma rasa peduli, atau kah cinta.


Tapi yang Bunga pikirkan apa pun perasaan Rex pada Bunga saat ini tidak begitu penting, karena Bunga tidak ingin memaksa Rex untuk mencintainya.


Sementara Rex yang saat ini berada di dalam mobil menuju kantor, pulang dari kunjungan proyek wisata.


Rex juga tersenyum saat ber balas chat dengan Bunga, tanpa disadari Rex, Zee tersenyum melihat bosnya sudah bisa bersikap baik dengan Bunga.


Setelah mobil sampai di depan perusahaan, Zee keluar lebih dulu, membukakan pintu mobil untuk Rex.


Zee mengikuti langkah Rex di belakang pria itu, karyawan kantor menunduk hormat saat melihat mereka datang.

__ADS_1


Saat Rex dan Zee sudah berada di dalam lift, hp Rex bunyi, Ibu Erasa menelpon.


"Apa besok pagi kamu sibuk, bila tidak tolong jemput Gea di bandara ya."


"Baik, Ibu." Setelah menjawab sambungan telepon lalu dimatikan, lift terbuka mereka berdua langsung keluar dari sana.


Sementara itu di negara lain.


Seorang wanita cantik tengah duduk di kursi depan meja rias, wanita itu menangis seraya mengusap foto seorang pria yang saat ini di pangkuannya, rasa rindu yang terpendam untuk pria di dalam foto itu begitu dalam.


Namun sejauh ini belum berani menemui, teringat saat dirinya mau pergi demi mengejar mimpi, kekasihnya itu sangat marah, namun dirinya tetap kukuh milih pergi demi mimpinya.


Dan kini wanita cantik itu menyesal, menyesali tindakannya sampai sepanjang malam, ternyata dirinya di tipu oleh manajernya sendiri, sampainya di sana malah di suruh menikah dan terpaksa harus menikah dengan orang asing asal Amerika.


Dan saat ini dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, terpenjara di istana yang megah ini, rumah mewah bergelimpangan harta, tapi tidak ada cinta, tidak ada kasih sayang.


Bahkan wanita itu tidak pernah keluar rumah, selama menikah dirinya dikurung, di siksa, dan diancam keluarganya akan di bunuh bila wanita itu melawan.


Tidak ada pilihan selain diam, berharap masih ada takdir baik untuk dirinya.


Wanita itu kemudian keluar dari dalam kamar, ingin mengambil minum di dapur, namun saat belum benar-benar sampai di ruang dapur, mendengar pembicaraan dua pelayan yang akan pulang ke Indonesia.


Wanita itu jadi berpikir ingin ikut pelayan itu, karena tidak ada jalan lain untuk segera dirinya bisa pulang.


Wanita itu kemudian berbicara dengan pelayan yang mau pulang ke Indonesia, saat ini mereka berada di dalam kamar pelayan itu.


Pelayan itu tersentak saat melihat Nyonya di rumah ini menangis memohon bantuannya untuk bisa pulang ke Indonesia, ingin sekali membantu tapi tidak berani, takut bila sang Tuan akan marah.


Tapi pelayan itu punya ide, akan membantu wanita itu kembali ke Indonesia, dengan cara mengatakan pada pihak orang yang bisa membantu.


Wanita itu sedikit tenang dan berharap bisa segera bertemu orang baik yang bisa membantunya.


"Rex, aku akan berjuang untuk bisa bersatu lagi dengan kamu, aku akan berusaha pergi dari sini," ucap wanita itu lirih, sembari menyeka air matanya kembali berjalan menuju kamar.

__ADS_1


Di Indonesia.


Rex saat ini sedang mengendarai mobilnya menuju rumah, sebelumnya tadi Rex mampir ke supermarket untuk membeli susu hamil, merasa lucu baru kali ini Rex membeli susu hamil.


Tadi sempat bertemu temannya saat membeli susu hamil, temannya sampai kaget saat Rex bercerita sudah menikah, lalu Rex menceritakan bahwa pernikahannya tidak ada pesta.


Temannya itu memaklumi, dan meminta kapan-kapan untuk memperkenalkan kepadanya, Rex tidak keberatan, bila ada waktu akan mengajak Bunga untuk bertemu temannya itu.


Mobil yang Rex kendarai sudah sampai di apartemen, dengan langkah semangat Rex berjalan menuju lift, sembari menenteng belanjaan yang baru dirinya beli, setelah sampai di lantai tempat kamarnya berada lift terbuka, Rex segera melangkah keluar.


Sampai di depan pintu, Bunga sudah berdiri di sana, dengan senyum malu-malu Bunga menyambut Rex pulang.


Rex mengajak Bunga masuk ke dalam, tidak ada adegan saling peluk atau cium, keduanya masih kaku karena baru memulai hubungan baik, jadi kerasa seperti baru kenal.


Setelah keduanya berdiri di dekat kursi sofa, Rex menyerahkan belanjaannya pada Bunga.


Mmm, memberinya terlihat sangat kaku, Bunga menerimanya dan melihat isi di dalamnya berupa susu hamil.


"Aku mandi dulu," ucap Rex, Bunga mengangguk dan tersenyum, berjalan menuju dapur masih tersenyum-senyum sendiri, bahkan sampai menyiapkan makan malam Bunga masih senyum-senyum sendiri.


Rex datang sudah mandi, wajahnya tampak bersih dan segar, melihat di meja makan tidak ada susu hamil.


"Mengapa kamu tidak membuatnya?" tanya Rex sembari melihat Bunga yang saat ini sedang mengambilkan nasi serta lauk untuk Rex makan.


"Setelah makan aku akan membuatnya," jawab Bunga seraya menggeser piring ke hadapan Rex.


"Nanti aku yang akan buatkan," jawab Rex yang kemudian langsung menyantap makanannya, sejak tadi sudah pengen segera makan masakan Bunga.


Bunga tertegun mendengar ucapan Rex, pria itu mau membuatkan susu untuknya, susu hamil untuk kesehatan ibu dan bayi.


Semoga kelak Daddy kamu bisa menyayangimu seperti anaknya sendiri ya, Nak? semoga saja kepeduliannya saat ini benar-benar tulus sayang sama kita, bantu Mommy kuat, Nak?


Bunga membatin sembari mengusap perutnya, tangan Bunga merasakan ada tendangan kecil dari dalam perutnya, Bunga tersenyum.

__ADS_1


Dan benar seperti yang Rex ucapkan, setelah selesai makan, Rex benar-benar membuat susu untuk Bunga, saat ini Bunga duduk di ruang tengah sembari nonton TV, Rex datang menghampiri membawa susu hangat.


"Minumlah," ucapnya, namun wajahnya kaku tidak ada manis-manisnya. Jangan berpikir ada adegan romantis seperti di film Drakor, Bunga menerimanya dan tersenyum, kemudian langsung meminumnya


__ADS_2