
Rex membuka matanya yang tadi sempat terpejam bersamaan mobilnya menabrak orang di depan.
Rex melihat beberapa orang mulai berdatangan untuk melihat korban tersebut, Rex segera keluar dari dalam mobil untuk melihat orang yang tertabrak tadi.
Salah satu orang mengecek nadi orang yang tertabrak tadi. "Masih hidup, dia hanya pingsan."
Rex yang mendengar ucapan orang tersebut hatinya merasa lega, Rex kemudian mendekati orang yang tertabrak itu, dan setelah melihat wajah orang tersebut, Rex langsung terkejut. Apa lagi dengan penampilan gembel yang orang tersebut pakai, Rex hampir tidak mengenali.
Namun tahi lalat di pangkal hidung orang tersebut, membuat Rex ingat siapa nama orang itu.
Noumi? ini beneran kau? batin Rex yang entah harus senang atau sedih berjumpa lagi dengan Noumi.
"Tuan sebaiknya Anda segera bawa wanita ini ke rumah sakit."
Ucapan salah satu orang yang ikut mengerubungi Noumi seketika menyadarkan Rex dari lamunan.
Dengan segera Rex mengangkat tubuh Noumi di masukan ke dalam mobil, tidak berselang lama Rex melajukan mobilnya dengan sedikit cepat untuk segera sampai di rumah sakit.
Noumi kamu harus bertahan Noumi, gumam Rex sembari menoleh ke belakang melihat Noumi yang berbaring.
Rex menambah kecepatan laju mobilnya lagi, hingga tidak sampai tiga puluh menit mobil yang Rex kendarai tiba di rumah sakit terdekat.
Rex masuk ke dalam rumah sakit dengan membopong tubuh Noumi, Rex berjalan cepat.
"Dokter ... Suster ... Tolong!!" pekik suara Rex menggelegar seisi koridor rumah sakit.
Tidak lama kemudian tiga perawat datang sembari mendorong brankar, berjalan ke arah Rex.
Rex pun ikut berjalan mendekat ke arah brankar yang didorong perawat, setelah sampai Rex kemudian membaringkan tubuh Noumi di sana.
"Tolong selamatkan nyawanya!" ucap Rex dengan serius campur panik.
"Siap Tuan," jawab tiga perawat itu kompak, yang kemudian langsung membawa Noumi masuk ke ruang IGD.
Rex duduk di kursi tunggu dengan perasaan yang cemas, bagaimana tidak cemas karena bertemu Noumi dalam keadaan seperti itu.
__ADS_1
Padahal sangat jelas waktu itu Noumi pergi ke Amerika untuk mengejar mimpi, menolak lamarannya demi impiannya.
Tapi apa yang Rex lihat sekarang? Noumi bukan seperti Noumi yang pernah dulu ia kenal.
Ada apa dengan Noumi, ada masalah apa dengan Noumi? hati Rex terus bertanya-tanya sendiri, tidak tahu harus menanyakan dengan siapa, karena Noumi tidak miliki keluarga.
Orang tua Noumi sudah meninggal dua tahun yang lalu, wanita itu hanya hidup sendirian setelah orang tuanya meninggal, dan hal itu membuat Rex ingin menjaga Noumi, namun sayang saat Noumi diajakin nikah wanita itu malah menolak.
Noumi semoga kamu baik-baik saja, terlepas kita sudah tidak ada hubungan lagi, aku tetap ingin kamu melanjutkan kehidupan kamu, seperti aku yang saat ini sudah hidup bahagia bersama Bunga, batin Rex yang juga ingin yang terbaik buat Noumi.
Sementara itu dokter yang menangani Noumi di dalam ruang IGD, saat ini sedang berjuang menolong nyawa Noumi yang tiba-tiba drop, garis di monitor baru saja berubah lurus.
Namun untung saja setelah kerja keras dokter yang dibantu juga para perawat, kini nyawa Noumi kembali bisa terselamatkan.
Setelah keadaan Noumi kembali stabil, dokter menyerahkan semuanya pada perawat, saat ini dokter harus keluar untuk menyampaikan hasil pemeriksaan Noumi.
"Dokter."
Rex bangkit dari duduknya saat mendengar pintu ruang IGD terbuka.
Dokter tersebut melihat sekeliling, namun hanya Rex saja yang ia lihat, beranggapan mungkin Rex adalah keluarga satu-satunya pasien di dalam.
...****************...
"Jadi Noumi mengindap penyakit kanker, dok!" ucap Rex terkejut mendengar penjelasan dokter barusan.
Dokter tersebut pun menganggukkan kepala. "Dan pasien harus jaga pola makan, karena usia pasien tidak lama lagi."
Deg!
Rex makin terkejut mendengar penjelasan dokter lagi, sungguh saat ini Rex merasa tubuhnya langsung lemas.
Penyakit kanker? usia tidak lama lagi? pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi pikiran Rex.
Setelah pembicaraan selesai, Rex keluar dari ruang dokter, Rex berjalan lunglai masih syok dengan kenyataan pahit yang baru didengarnya itu.
__ADS_1
Dirinya saja yang sehat sampai terkejut, apa lagi Noumi, jika mendengar bahwa sedang mengindap penyakit bahaya, pasti akan lebih terkejut.
Anda sebagai keluarganya, Anda bisa menyampaikan pelan-pelan.
Rex mengingat ucapan dokter tadi sebelum dirinya ijin pamit keluar.
Noumi yang sudah dipindah ke ruang rawat, Rex segera menuju ke sana, entah nanti Rex akan bicara dengan Noumi, atau milih diam, karena jujur saja Rex tidak tega mengatakan yang sebenarnya.
Setelah Rex sampai di depan ruang rawat Noumi, Rex melihat Noumi dari jendela kaca yang tembus pandang ke dalam sana.
Rex melihat Noumi yang masih tidur di sana, yang kebetulan wajah Noumi menoleh ke arah Rex, sehingga Rex bisa melihat betapa pucatnya wajah Noumi sekarang.
Noumi kau harus berjuang kau pasti bisa sembuh, semangat Noumi, batin Rex yang mensupport Noumi.
Rex kemudian putuskan untuk masuk, Rex berjalan perlahan untuk mendekati ranjang pasien, seolah setiap langkahnya terasa sangat berat.
Tiba tangannya menggapai pinggiran ranjang, Rex menangis hatinya terkoyak tidak tega melihat wanita yang dulu pernah dicintainya kini sedang bertarung melawan penyakit untuk hidup.
Rex menemani Noumi, karena Noumi tidak miliki keluarga, hari ini Rex tidak masuk kerja, semua pekerjaannya Rex serahkan pada Zee sang sekretaris.
Rex menjaga Noumi sampai tiba malam hari, namun wanita itu belum juga mau membuka mata, dan hal itu semakin membuat Rex khawatir.
Di tempat lain.
Bunga yang saat ini mau makan malam, sudah duduk di kursi ruang makan, namun belum menyantap makanan, karena matanya masih melihat pesan yang Bunga kirim ke ponsel Rex.
Sejak siang tadi Bunga mengirim pesan ke nomor ponsel Rex, tapi tidak ada yang pria itu balas, centang dua hanya saja tidak dibaca, barusan Bunga telfon juga tidak diangkat.
Bunga ahirnya menaruh hp nya itu di atas meja sebelah piringnya.
Bunga menghela nafas panjang kemudian milih makan lebih dulu, Bunga merasa lapar apa bila harus menunggu Rex pulang, Bunga sudah tidak tahan menahan rasa lapar.
Bibi Eka yang berdiri di ambang pintu antara ruang makan dan dapur, melihat wajah Bunga tampak lesu, Bibi Eka kemudian melaporkan pada Gea melalui pesan WhatsApp.
Setelah selesai makan malam, Bunga langsung pergi menuju kamarnya.
__ADS_1
Di dalam kamar, Bunga bertanya-tanya dalam hati, tentang Rex yang tidak memberinya kabar sama sekali seharian ini.
"Apa kak Rex sibuk? tapi biasanya meski sibuk tetap bisa balas pesan dari aku," ucap Bunga dengan sendu.