
*ceklek*
"pintu kamarnya ternyata tidak dikunci" *ucap Nana lalu mendorong pintu kamar elang dan masuk kedalam.
Sesampainya didalam Nana menoleh kearah ranjang milik elang, dan melihat elang sedang tidur disana.
"ya tuhan, Ternyata dia tidur, pantas saja dari tadi aku panggil tidak ada sautan"
Nana yang sudah menunggu cukup lama hanya untuk bertemu dengan elang dan meminta tanda tangan kepadanya tidak rela jika harus pulang dengan hasil yang nihil.
Akhinya nanapun memberanikan diri untuk mendekati elang yang sedang tertidur diranjangnya dan berniat untuk membangunkannya.
"Permisi pak elang" *ucap Nana sambil mengulurkan tangannya untuk memegang tangan elang, namun Nana justru kaget ketika mengetahui jika tangan elang begitu panas, Nanapun mencoba menyentuh kening elang dan kembali syok karena ternyata elang demam cukup tinggi.
Nana yang panik mencoba untuk terus mengguncang guncang tubuh elang, namun elang sama sekali tidak bergerak.
"pak elang, pak elang bangun" *Nana sangat panik dan terus mencoba membangunkan elang, namun tetap saja elang tidak bangun.
"jangan-jangan dia pingsan lagi, haduhh bagimana ini" *Nana berlari keluar kamar, menuju dapur mengambil air hangat untuk mengompres elang.
Sesampainya di dikamar elang, Nana dengan segera mengambil handuk kecil dan memasukannya kedalam air hangat yang sudah dia ambil sebelumnya lalu memerasnya, dan menempelkannya dikening elang.
Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam, namun elang masih belum sadarkan diri.
__ADS_1
Nana mengeluarkan ponselnya dan menghubungi ibunya untuk ijin tidur dirumah temannya.
Nana tidak mungkin jujur mengatakan kepada ibunya, kalau dia menginap diapartemen elang kan?
"Hallo assalamualaikum ibu" *ucap Nana saat telepon nya sudah tersambung.
"Wa'alaikusakam, ada apa nak, apa kamu baik-baik saja, kenapa jam segini kamu belum pulang, apa kamu lembur?" *ibunya yang terlalu khawatir memberikan pertanyaan beruntun, membuat Nana menggelengkan kepalanya.
"Ibu nanyain Nana kaya polisi yang lagi mengintrogasi penjahat saja, satu-satu dong Bu" *ucap Nana terkekeh.
"Maafkan ibu nak, ibu hanya khawatir" jawab ibu Nana yang juga terkekeh.
"Nana menginap di rumah Naura, temen kantor nana Bu, ada pekerjaan yang harus Nana selesaikan, dan itu harus selesai besok pagi" *ucap Nana mencoba meyakinkan ibunya.
"Ohh begitu, yasudah ngga papa nak, kamu hati-hati ya, jaga diri, salam buat temen kamu" *ucap ibu nana.
"wa'alaikusakam sayang" *jawab ibu Nana.
"Maafin Nana ya Bu, Nana terpaksa berbohong" *ucap Nana setelah menutup telponnya, dia merasa sangat berdosa karena sudah membohongi ibunya.
Setelah selesai menelpon ibunya, Nana kembali mendekati elang yang masih saja belum sadarkan diri dan mengganti kembali kompresannya.
"Kok masih panas ya" *ucap Nana memegang kening elang yang masih saja panas.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, namun tidak ada tanda-tanda elang sadar, Nana yang sudah sangat mengantuk akhirnya tertidur disebelah elang.
Pagi harinya, elang yang sudah setengah sadar mencoba mengerjapkan matanya, dan mengumpulkan kesadarannya.
"aww..sakit sekali kepalaku" *ucap elang memegang kepalanya yang terasa sangat nyeri.
Setelah beberapa lama, kesadaran nya sudah mulai terkumpul, elang kaget karena disebelah nya dia melihat wanita yang selalu ada dipikiran nya sedang tertidur pulas.
Elang tersenyum, karena Nana semalam yang telah merawatnya, elang yang melihat wajah Nana yang sedang tertidur lelap mengulurkan tangannya ingin membelai pipi Nana.
"Emmhh, apakah ini sudah pagi, Nana tiba tiba bangun dan seketika elang berpura-pura memejamkan matanya kembali.
"Apa dia masih belum sadarkan diri" *Nana yang melihat elang masih memejamkan mata, lalu memegang keningnya.
"Sudah tidak demam lagi, kenapa sudah pagi tapi dia belum sadar juga, Gimana ini, apa aku panggil dokter aja ya, atau aku coba kasih nafas buatan"
*Nana terus bergumam tanpa tau elang mendengarkan gumamannya sedari tadi, dan apa tadi nafas buatan? tanpa disadari elang menyunggingkan senyumnya.
Nana yang sudah tidak bisa berfikir lagi kemudian mendekat bibirnya kearah bibir elang, Nana ingin mencoba memberikan nafas buatan kepada elang yang masih belum sadarkan diri.
#Author :: menurut Nana ya.. padahal mah babang elang cuma pura-pura aja ..dasar cowok , nyari kesempatan aja.
Saat bibir Nana sudah mulai mendekat, tiba-tiba elang membuka matanya.
__ADS_1
**Buggg**
#huhhh... ngapain nih babang elang? emm.. author tau.. pasti babang elang nakal nih..